Jumat, 25 November 2016

Asal Usul Pengusaha Batik Creative Batik Abstrak

Biografi Pengusaha Khaleili Nungki 



Wanita 27 tahun ini beruntung. Namun keberuntungannya tidak mudah. Berbekal pendidikan ekonomi dari Universitas Islam Indonesia, dia memilih membuat batik. Padahal dia sama sekali tidak pernah belajar membatik. Sejak kecil nih, katanya, dia bercita- cita menjadi pengusaha sukses bukan karyawan saja!

Lulusan cum laude tentu mudah mencari pekerjaan. Tetapi kecintaan akan batik kadung kian membesar. Wanita bernama lengkap Khaleili Nungki Hashifah (Nungki). Lantas merasakan dia ingin membuka usaha batik sendiri. Tahun 2012 barulah dia memutuskan membuat batik sendiri otodidak.

Nungki pernah bekerja menjadi spg, mengajar les bahasa Inggris, dan terakhir ia berjualan batik printing online. Disana kecintaan akan batik tumbuh. Dia mengaku berjualan pakaian sudah bukan hal baru. Sudah lama sejak jaman sekolah dia menjual aneka pakaian.

Ketika UNESCO mengamini bahwa batik merupakan warisan budaya asli Indonesia. Namanya menanjak dan menghasilkan miliar rupiah berkat batik.

Alkisah pengusaha


Belajar batik bukan mudah. Awalnya karya Nungki dianggap cocok menjadi ukiran. Setengah mengejek itu (batik nya) tidak laku ditempel di kain. Kegigihan terus belajar dia mengambil jalur lain. Ketika pengusaha lain condong ke batik kontemporer dia mengambil jalur batik abstrak.

Creative Batik sudah dilaunching sejak 2010. Sambil berjalan waktu dia menyempurnakan tekniknya. Dia, kelahiran 27 Juli 1989, tidak mau ketinggalan ketika batik menggeliat. Berbekal pengalaman online dia yakin mampu menjual.

Uang Rp.500 ribu dia membuka workshop kecil. Nungki membeli perlengkapan batik. Wanita yang tinggal Selokraman KG III/1069 RT 49/11 Kota Gede, Yogyakarta, dia mencoba aneka batik kontemporer hingga batik abstrak. Mencoba menciptakan keunikan dengan motif batik abstrak karyanya sendiri.

Perpaduan antara motif Jawa kuno dan abstrak. Pewarna alami adalah prinsip dipakai oleh Nungki. Teknik dia menggunakan teknik celup dan colet. Menyerap lekat dengan teknik celup dia lakukan. Kemudian dia menggunakan teknik colet buat menciptakan gradasi, terutama antara abstarak dan kontemporer miliknya.

Eskperimen Nungki menghasilkan sesuatu. Warna cerah membuat batik karyanya disenangi anak muda. Ia terus melakukan eksprimen. Mulai membuat kain batik. Karena keterbatasan bahan dia berpikir, akhirnya dia memilih menciptakan pakaian jadi, yang dibatik dia sendiri.

Bahan katun dan sutra menjadi andalan. Dia potong kain batiknya sendiri, dijahit dijadikan kemeja, blaze, dress, syal atau aksesoris. Seperti pengusaha muda lainnya dia pernah merasakan susah. Pasang surutnya karena pengadaan bahan baku terkadang seret. Itu mempengaruhi tahap produksi jadi omzetnya tidak tetap.

Bahkan dia mengaku cenderung merosot. Gadis lajang ini mencoba bertahan mengikuti ritme pebisnis muda. Hasratnya masih kuat melawan kesukaran. Namun kesabarannya diuji ketika masalah mendera itu datang. "Saya ingin anak muda itu bisa pakai batik asli," paparnya.

Bertahan berusaha


Kegigihan dia terbayar kesuksesan mendatang. Tahun 2012 menjadi tahun tersulit baginya. Memasuki ke 2013, keadaan mulai membaik bagi Creative Batik, bisnisnya mulai membaik. Omzet bertahap mulai lah naik kembali ke posisi semula. Dia kemudian merekrut 15 orang memproduksi 150 pcs per- bulannya.

Dia memadukan antara marketing offline- online. Untuk itu dia mengikuti aneka pameran nasional. Dia juga menjajakan bisnisnya di blog. Lewat www.batikabstrakkontemporer.blogspot.com, Creative Batik menelisik memasuki pasar internasional pula. Produk miliknya dipamerkan di Amerika, Suriname, dan Filipina.

Galeri di Yogyakarta dan Jakarta menjadi pelanggan tetap. Omzet nya mencapai Rp.13 juta per- bulannya waktu itu. Kini, dia minimal menghasilkan Rp.50 juta, dan bahkan bisa sampai Rp.100 juta. Nungki makin bersemangat memperluas ragam batik. Termasuk menambah lini pemasaran agar tetap berekspansi lagi.

Dia meningkatkan kualitas produk. Juga dalam hal pengemasan barang serta pengiriman. Konsultan desain juga dipanggil agar konsumen puas. Ada garansi produk ditambah diskon agar tidak monoton. Keinginan menambah luas workshop. Juga menambah kapasitas produksi tidak dipungkiri begitu menggeliat.

Keinginan membuktikan batik bukan buat orang tua (saja). Keinginan ini menambah gelora dalam benak seorang Nungki.

Dia berkisah ayahnya adalah pembatik. Lebih tepatnya mengukir kayu bak batik. Disanalah desain batik ia miliki tumbuh. Dipadunkan desain pakem yang sudah ada. Kegigihan buat memperkenalkan batik khas miliknya sendiri. Dia mulai memasarkan online dulu. Begitu percaya diri, dia menawarkan ke toko- toko.

Proses batik tradisional memang sulit. Pantas lah kalau harga dijual Nungki lumayan. Tetapi setara dengan proses pembuatan yang sampai memakan minimal satu minggu. Sentuhan gradasi, warna, hingga desainya begitu menarik. Motif dan warna benar berkualitas menempel pada kain buatan Creative Batik.

Artikel Terbaru Kami