Selasa, 08 November 2016

Gadis Cantik Pengusaha Clay Putri Pucen

Profil Pengusaha Putri Melati Kusumaningrum


 
Impiannya menjadi pengusaha. Dia adalah Putri Melati Kusumaningrum, atau biasanya dipanggil Pucen, biar akrab katanya. Didukung kemajuan teknologi, pengusaha muda berusia 20 tahun  ini cuma berbekal ketrampilan dan situs jejaring sosial Instagram.

Dari tempat tinggalnya, sekaligus jadi pusat produksi, Jalan Ring Road Utara No.34, Desa Maguwoharjo, di Kecamatan Depok, Kab.Sleman, Yogyakarta. Gadis yang tengah menempuh pendidikan mahasiswa, yang sudah semester 6 jurusan Bahasa Prancis, UGM, mengaku sukses berkat hobinya semenjak remaja.

Bisnis SMP


Tepatnya sejak SMP, dia memiliki hobi unik, yang jarang dimiliki anak seumurannya. Yakni hobi membuat miniatur buatan tangan. Kecil- kecil lucu, dimana dia membuat miniatur dari tangannya sendiri. Ia juga hobi membaca buku kerajinan lokal, yang sukses ekspor dan impor.

Muncul lah ide bisnis aneka kerajinan berbahan clay. Ia mulai menawarkan ke teman- teman sekelas. Dia membuat gantungan kecil kemudian dijajakan. Waktu menjajakan barangnya, dia masih duduk bangku SMP 215 Jakarta Barat.

Pucen lantas terus mengembangkan produknya. Dari aneka miniatur menjadi lebih luas. Sejak lulus SMA dia mulai membuat karakter. Yang kemudian dia menawarkan lewat sosial media Facebook. Hasilnya ia melah tercengang karena banyak orang tertarik. Kemudian dia berlanjut menajajaki Instagram juga nanti.

"Saya kwalahan untuk memenuhi pesanan calon pembeli," ceritanya. Mereka sangat tertarik loh. Bahkan pemesan merambah sampai ke luar negeri.

Namun dia tidak menjual ke luar negeri. Lantaran biaya kirim lebih mahal dibanding bahan utama clay. Nama bisnisnya Sisterclay, tepat berdiri pada 4 Maret 2011 silam, bisnisnya sempat membuat keteteran sekolah. Kemudian ia memberi kuota 50 frame saja, ukuran 15cmx20cm, karakter imut dalam frame itu laku.

Saking lakunya harga Rp.180 ribu tidak masalah. Di tahun 2014 menjadi titik omzetnya menanjak. Alhasil dia kini sudah memiliki pegawai sendiri. Sisterclay memproduksi clay karakter sesuai pemesan. Cocok buat pasangan couple yang ingin mengabadikan kenangan mereka.

Kewajiban sebagai mahasiswa juga harus dijaga loh. Maka Pucen pandai- pandainya mengakali jadwalnya berkuliah. Harga frame Sisterclay antara Rp.230 ribu ukuran 20cmx25cm, dan Rp.250 ribu buat ukuran 24cmx30cm. Untuk dua ukuran saja sudah memproduksi 200 sampai 350 frame artistik setiap bulannya.

Dalam sehari dia mengatakan, pemesanan sampai enam sampai dua belas frame. Agar mampu memenuhi pemesanan yang meningkat dia mempekerjakan tenaga tambahan. Calon pembeli dijaring lewat sosial media miliknya di Instagram. Nama akunya Sisterclay, penjualan tidak termasuk ongkos kirim ya teman.

Pembelinya datang dari berbagai penjuru Indonesia. Pembeli asal Papua bahkan rela membiayai dimana ia membiayai biaya pengiriman yang mahal. Ia berminat mengembangkan usahanya ke luar negeri. Sayangnya ya terbentur biaya pengiriman ke luar negeri.

Bahkan ke Malaysia saja, Pucen bilang belum sanggup, namun demikian niatnya tidak menurun. Ia ingin lebih dari bisnisnya. Hasrat terbesarnya adalah tidak menjadi pegawai seperti kedua orang tua. Berbisnis ini ia mampu menghasilkan banyak uang. Dia sudah bisa menggaji pegawai sampai Rp.1,5 juta per- bulan.

Dia bisa membiayai kuliah sendiri. Pucen ingin seperti kakaknya yang juga pengusaha. Tidak mau menjadi karyawan meski gajinya besar. Menjadi pengusaha dia mampu menolong orang lain. Berkat Sisterclay ia bisa membeli mobil sendiri.

Dia memberikan saran hargai hobi kamu. Kemudian cari passionya. "Hargai hobi kamu, cari passionya lalu gali terus," saran Pucen. Maka ketika kamu memulai tidak akan ada hambatan berarti. Dia memulai dari produk sederhana kemudian berkembang lebih kreatif. Jadi jangan tunggu lama menyempurnakan produk kamu!

Artikel Terbaru Kami