Kamis, 10 November 2016

Cara Membuat Es Krim Sayuran Berbuah Jutaan

Profil Pengusaha Elia Kurniawati 


 
Wanita satu ini memang sudah dekat dengan ubi ungu. Karena sang suami, seorang guide, yang hobinya bawa pulang ubi ungu. Sebagai wanita kreatif menyulapnya menjadi es krim. Oleh- oleh ubi ungun menjadi bisnis es krim barulah memasuki tahun 2013.

Dia mengaku ubi ungu sempat membuat pusing. Lantaran banyak tetapi pengolahannya monoton. Ubi ungu biasanya dilah direbus. Meski laku disantap suami dan anaknya, Elia Kurniawati, ingin membuat olahan spesial.

Ketika ia membuat es krim ubi ungu, respon keluarganya begitu cepat. Ludes sudah es krim buatannya sampai nambah. Kemudian sang suami nyeletuk menantang Elia. Dia ditantang yuk membuat es krim lain dari bahan tidak terduga.

Bisnis laris


Dari ubi ungu menjadi anake macam. Andalah Elia adalah aneka es krim sayuran. Marketingnya bagaimana membantu orang tua. Bagaimana agar anak- anak mereka menyukai sayuran. Percobaan pertama dilakukan dan ditawarkan kepada anak- anaknya.

Mereka suka ternyata, dan es krim tersebut membuatnya tenang. Anak- anak kini sudah dapat menikmati sayuran. Perempuan asal Kota Batu ini, memanfaatkan melimpahnya suyuran di kota asalnya: Seperti ada ubi, brokoli, tomat dan wortel.

Buahnya ada es krim apel, buah naga, stroberi, dan mangga, bisnis Elia menaikan nilai buah lokal. Lalu ia mengembangkan es krim jamur. Prinsipnya mengolah sumber daya lokal apapun. Baginya produk terbaik mampu meningkatkan nilai ekonomis benda.

Wanita 27 tahun ini merubah konsep es krim kita. Adanya campuran sayuran dan buah benar- benar segar. Olahannya juga seimbang antara susu dan buahnya. Total varian masih 17 rasa, yang mana dijajakan di aneka pusat oleh- oleh. Juga ke Malang, Kediri, Kalimantan, dan Sulawesi, harganya Rp.5- 7 ribuan.

Aneka kreasi


Ia mampu mengolah 20 varian rasa. Dalam sebulan dia mampu menjual sekitar 2.000 cup es krim sayuran. Uniknya dia mengikuti pasaran lokal. Dimana jika satu kota tengah musim buah ini; maka dengan cekatan dia akan membuat itu. Contoh Kediri tengah musim pisang, maka dia akan membuat es krim pisang.

Karen disana pisangnya melimpah. Mungkin Elia lebih hemat dalam hal bahan baku. Contoh lain ketika ada musim buah naga di Banyuwangi, dan wortel di Kota Batu. Meskipun begitu bisnis Bingu Bidu punya masalah lain yakni mencari stok buah bagus.

Meski sudah musimnya, kalau buah tidak berkualitas, maka Bingu Bidu tidak akan mengambil. Kesulitan mencari stok apel ketika musim hujan sudah biasa. Stok buah naga yang kosong di pasar juga, membuat ia dan suami memeras otak.

Padahal ketika imlek kamerin dia sampat membuat es krim buah naga. Dan produk buatanyan mereka ternyata sangat menarik perhatian. Sayangnya soal stok buah berkualitas terkadang masalah. Permintaanya banyak tetapi stoknya sulit. Pokoknya bagaimanapun mereka harus menemukan stok buah naga tersebut.

Bisnis mereka dibawah bendera perusahaan CV. Berkah Omah Sejahtera, berawal dari membuat es krim berbekal buku resep. Seiring perjalanan Elia menyempurnakan resepnya, seiring percobaan dia lakukan agar es krimnya lebih awet, tanpa pemanis buatan, pokoknya beda dari buatan pabrik.

Awalnya dia memakai blender, susunya lebih banyak, hasilnya halus sekali layaknya es krim pabrikan. Tapi justru disanalah kelemahan brand -nya. Dia yang menawarkan es krim sayuran asli dicurigai. Apakah benar dia menjual sayuran asli. "...enggan membeli, selain bentuknya sama, kami salah harga dan rasa," tuturnya.

Ia memperbanyak porsi buah dan sayuran. Caranya buah atau sayuran diblender dulu. Pertama buah dan sayurnya jangan lupa dibersihkan. Dimasukan mesin blender sampai halus. Kalau sudah siap, adonannya diaduk bersamaan susu sampai mengental menjadi krim.

Kemudian ia dinginkan di suhu 27 derajat celcius. Pengiriman menggunakan foam khusus. Karena sudah menjadi es katanya mampu bertahan empat bulan. Karena kualitas buah dan sayurnya terjamin maka harga bisa dipatok es krim biasa.

Ketika orang terkejut akan harga, Elia segera menjelaskan tetek bengeknya, mulai penggunaan bahan yang terbaik, proses pengolahan, kemudian soal penjualan. Ditambah pembeli mencoba langsung ketagihan karena rasanya.

Tiga tahun berbisnis, dia bersama suaminya, Cholis, mereka bersemangat membangun bisnis mereka. Ia berencana membuat es krim berdasarkan kotanya. Jadi es krim buah dan sayuran dibuat berdasarkan apa sumber daya daerahnya. Contohnya, Kediri, mereka akan membuat es krim salaknya di sana langsung.

Karena kalau mereka harus memesan akan sulit. Stoknya berkualitas sulit didapat jika memesan. Soal lain adalah ia ingin menambah tenaga kerja. Dua hal tersebut adalah pencapaian yang mereka tengah kejar. Dia berpikir akan menambah modal. Omzet sementara mereka mampu mengantungi puluhan juta dari es krim.

Artikel Terbaru Kami