Selasa, 18 Oktober 2016

Kisah Nyata Rajin Sholat Kaya Raya Konstruksi Baja

Biografi Pengusaha Budi Harta Winata


 
Semua pengusaha memiliki kunci sukses. Begitupula pengusaha bernama Budi Harta Winata, bos PT. Artha Mas Graha Andalan. Baginya ada satu kunci sukses tidak akan terlewatkan "kunci sukses sholat lima waktu". Bahkan pengusaha kelahiran Banyuwangi ini, terus mempraktikan slogan tersebut di dalam perusahaannya.

Seorang pria 39 tahun yang sekolah di SMK. Kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, waktu kelas 5 SD harus pindah ke Palopo, Sulawesi Selatan. Dimana merupakan tempat asal sang ayah. Bagi orang Palopo, maka anak mudanya pasti pengen menjadi pelaut, tidak terkecuali Budi.

Maksudnya ya menjadi pegawai kapa pesiar. Punya duit banyak. Begitu lulus SMK, jurusan teknik mesin. ya langsung Budi berangkat menjadi pelaut. Karena tidak tau jalannya Budi memilih berhenti sementara. Ia kemudian pindah ke tempat kakaknya di Jakarta, kosan Cilincing.

Ketika sang kakak harus bekerja di Singapura, maka Budi tinggal sendirian. Untuk mengisi kantung maka ia menjalankan aneka usaha. Hingga dia akhirnya melamar pekerjaan. Tujuannya menjadi pelaut terlupa, ia malah menjadi buruh. Waktu itu, malamnya, dia berkonsultasi dulu dengan Allah lewat Sholat Tahajud.

"Ya Allah, saya mau melamar pekerjaan," kenangnya. Singkat cerita dia menjadi pegawai di perusahaan otomotif.

Ia ditempatkan di bagian pembuatan velg truk. Namun ia tidak tertantang bekerja dibagian tersebut. Tahun 95 -an ia mulai mikir. "Kalau kerja kaya gini ilmunya kemana?" paparnya. Hingga ia suatu hari melihat perusahaan tengah melakukan renovasi. Dia iseng menanyakan bagaimana menjadi kontraktor bisnisnya.

Nekat dan ikhtiar


Ia bertanya ke kontraktor yang melakukan renovasi. Menanyakan syarat menjadi kontraktor, Budi lantas diharuskan belajar gambar atau drafting. Malam harinya dia berdoa kepada Allah mau menjadi kontraktor. Lantas tiga bulan berlalu, dan ia ingin belajar di sekolah jurusan gambar arsitek, listrik dan mechanical.

Sayangnya biaya dikeluarkan tidak sedikit. Dia lantas menunda pemikiran tersebut. Berbeda dengan rasa ingin menjadi pelaut, hasratnya menjadi kontraktor tidak tumbang. Bahkan ketika di PHK langsung uang pesangon digunakan biaya. Ia ingat ketika itu dia sempat ikutan demo karena PHK perusahaan.

Empat bulan sekolah lamanya sampai dia menguasai. Lantas ia mendapatkan tawaran kerja. Akhirnya dia bisa bekerja kantoran. Tetapi dalam benaknya dia ingin sekali kerja di proyek. Doa tidak lupa selalu dia panjatkan agar tetap bekerja disana. Dari sekedar tukang gambar naik pangkat menjadi manajer proyek.

Umurnya memasuki 32 tahun, dan sudah punya istri, keinginan membuka usaha sendiri muncul. Tidaklah mudah karena dia sudah mapan kerja. Dia lalu membuka usaha las keliling. Dengan dibantu dua karyawan, dia bekerja mengelas keliling, bermodal pasang kanopi.

Ada kisah menarik ketika ia menjadi tukang las keliling. Suatu hari, di tahun 2003, istri Budi minta dia berkurban. Kala itu dikantung Budi cuma ada Rp.400 ribu. Keinginan yang begitu kuat memaksa Budi harus mengiyakan. Ia menggunakan uang tersebut semuanya. Yang mana sisanya menggunakan tabungan istri.

Hasilnya, hari berikutnya, ia mendapatkan proyek las senilai Rp.40 juta. Selain sholat dia juga meyakini bahwa perlakuan baik kepada orang tua membawa rejeki. Istilah dia pakai perlakukan orang tua seperti raja maka kamu akan mendapatkan keberuntungan.

Rajin berdoa termasuk ketika ia ingin mengembangkan usaha. Dalam doanya ia pernah berharap mampu menjalankan workshop seluas 500 meter per- segi, kemudian berdoa lagi dan tercapai sampai 1000 meter, dan terus sampai Budi punya 20.000 meter per- segi.

Kemudian Budi juga rajin bersedekah. Tidak tanggung, ia mengistilahkan punya uang Rp.1 juta nyumbang Rp.50 ribu biasa, tetapi ia mengatakan Rp.980 ribu barulah luar biasa. Meski dia bahagia makan di warung mie ayam. Dia tetap mau makan di restoran, agar memberinya semangat bekerja lah.

"Agar saya ada patokan enak juga hidup mewah," ucapnya. "Saya cuma lulusan STM. Tapi sekarang anak buah saya lulusan universitas." Bukannya sombong Budi mengaku dia lebih pintar. Pasalnya memang kita pengusaha sekolahnya di alam, lewat pengalaman.

Dari kejujuran, menjalankan ajaran Islam, dan menghormati orang tua, itulah dia terapkan menjadi andalan dalam berbisnis. Orang sukses baginya orang jujur. Diantara pekerjaan dia selalu memberika ruang bagi pegawai buat sholat. Meski secara hitungan mesin berhenti 15 menit saja, ia akan rugi sampai Rp.25 juta.

Artikel Terbaru Kami