Sabtu, 08 Oktober 2016

Pengusaha Ganteng Max Gunawan Berbisnis Lampu

Profil Pengusaha Max Gunawan 


 
Seorang arsitek yang menjadi pengusaha. Max Gunawan sedikit dari pengusaha muda asal Indonesia, yang justru sukses di negeri orang. Max bukanlah anak orang kaya -meski tampan. Dalam sebuah diskusi umum inovasti dan motivasi, TEDxTalks, Max sedikit membocorkan kenapa dia membuat produknya sekarang.

Alkisah Max kecil hidup dalam kekurangan. Bahkan nih, ia mengaku, waktu kecil iri dengan teman- teman yang memiliki mainan baru. "Semasa kecil saya selalu iri pada hal yang tidak bisa kami miliki," kenangnya. Mulai dari liburan keluar negeri, robot transformer, dan banyak lainnya, diirikan oleh Max kecil.

Hingga suatu hari ayahnya membawakan jeruk bali. Dia gembira sekali. Tetapi bukan karena mau makan buah tetapi apa yang dia dapat lakukan. Max kecil menggunakan kulit jaruk menjadi mainan. Itu loh mainan mobil- mobilan dari kulit jeruk Bali yang besar.

Kulit jeruk menjadi badan, sementara rodanya berbahan tutup botol, tinggal dia menariknya dengan seutas tali. Penoton acara tersebut terkejut bukan main. Namun disanalah, awal kecerdasan Max kecil, dalam hal membangun sebuah konsep dan membawa nasibnya menjadi arsitektur.

Jurusan arsitektur di Connecticut, Amerika Serikat, dimana dia mengambil spesifikasi desain produk. Ia mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar. Secara finansial dia telah sangat mapan. Namun kekosongan timbul. Apalagi ketika dia mengerjakan budget planning atau rencana anggaran.

Dorongan membuat kemandirian sendiri. Max ingin membuka usaha sendiri, mendesain, membuat produk sendiri. Dan pekerjaan tidak memberikan kesempatan. Disana dia tidak menciptakan sesuatu. Max disana justru bekerja dibidang perencanaan anggaran, bukan merancang. 

Sebuah pekerjaan bergengsi, gaji besar, dan memiliki nilai tinggi diatas kertas. Kemudian suatu ketika, dimana ia mengerjakan tugas, dan akhirnya memutuskan sudah cukup.

Memulai bisnis


Inilah titik dimana dia memilih entrepreneurship. Max menjadi pengusaha bukan soal uang. Tetapi Max ingin membuat produknya sendiri dan diapresiasi. Inilah awal dibuatnya Lumio, sebuah lampu portabel, yang bentuknya seperti buku. Lampu yang dapat digunakan kapapun, dimanapun, dan oleh siapapun.

Tahun 2013, dia memutuskan resign kerja, menggeluti desain Lumio. Dalam ketidak pastian, dia mendapat ide mengumpulkan modal. Lewat KickStater yaitu website investasi startup, yang mana didalamnya siapa saja dapat berinvestasi. Awalnya dia cuma berniat mengumpulkan $60 ribu dollar saja.

Alangkah terkejut, karena ternyata dia mampu mengumpulkan 580 ribu dollar, menakjubkan dia mampu mengumpulkan 10 kali lipat! Untuk memproduksi Lumio, dia menetap sementara di China, disanalah satu per- satu Lumio diproduksi. Max sama sekali tidak memiliki pabrik pembuatan sendiri di manapun.

Langkah cerdas Max membuahkan hasil. Namun perlu diingat, dalam perjalanannya, Max langsung turun tangan sendiri mengamati standarisasi. Uniknya dia mampu menjual Lumio tanpa marketing sulit. Soal satu ini berterima kasih kepada pihak ABC TV dengan acara bertajuk Shark Tanks, yang mengangkatnya.

Kerap kali Max berpikir, "apakah ini akan berhasil?" Keraguan tersebut ditepisnya melalui terus bekerja. Ia tau dirinya tidak bahagia menjadi pegawai kantoran. Max terus berpikir apa yang harus diciptakan. Mulai lah berpikir apa yang dibutuhkan manusia jaman sekarang ini.

Lumio merupakan solusi energi manusia. Tidak cuma berhenti di lampu, Lumio juga sudah ada buat kita pengguna gadget, sebuah carger mini Lumio. Tidak cuma berhenti di Lumio dirinya juga mulai aktif memproduksi aneka furnitur multifungsi.

Shark Tanks, episode 15, ditayangkan 16 Januari 2015, dan Max Gunawan selaku pembuat Lumio mulai memperagakan produk hasilnya. Max mengdapatkan investasi sampai $350.000, dalam bentuk pembagian saham hasil 10%. Mark Cuban menyebut Lumio lampu terkeren, dan ditulis oleh People Magazine.

Akhirnya Robert Herjaveck adalah Sharks -istilah investor di acara tersebut- yang setuju dengan tawaran Max. Lumio sendiri berbentuk buku lipat yang akan terbuka 180 derajat membentuk lingakran. Ujungnya ada magnet yang dapat kita tempelkan dimanapun.

Awalnya Robert mengajukan $100 ribu. Tetapi ternyata ke lima Sharks ini memiliki minat. Mereka lantas berebut memberikan nominal tertinggi. Max adalah bukti nyata kesuksesan tidak semalam. Namun bisa kamu akali dengan cara kamu sendiri. Orang bilang binis butuh modal, Max mengakalinya dengan cerdas.

Artikel Terbaru Kami