Senin, 24 Oktober 2016

Petani Gila Tanam Pepaya Calina di Tanah Gersang

Profil Pengusaha Abdul Qohar



Tanah Desa Candisari, Kecamatan Sambeng, memang dikenal sangat tandus. Desa yang terletak di kawasan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, susah ditanami tanaman. Sukar memang tetapi masyarakat sekitar tetap memilih tetap bertahan. Mau- tidak mau mereka tetap menanam padi, jagung, ataupun tembakau.

Seketika terjadi kegegeran disana. Seorang pria bernama Abdul Qohar, datang mencoba mendobrak tradisi pertanian setempat. Ujungnya Qohar dianggap gila, pasalnya tanaman umum saja susah ditanam, apalagi Qohar mau menanam pepaya.

Tiga tahun dirinya mencoba membuktikan. Bahwa tidak melulu padi atau jagung, apalagi tembakau karena pepaya juga bisa. Namun sorot mata sinis tidak berhenti. Pepaya masih dianggap komoditi sampingan. Ia mengakali ini dengan pepaya Calina.

Bisnis gila


"Saya dianggap gila waktu itu," kenang Qohar. Pilihan Qohar ternyata tidak salah lah. Ketika dia mulai asik menikmati bisnisnya sekarang, banyak petani lain mulai mengikuti jejak Qohar.

Memang butuh waktu sampai tiga tahun lebih. Dan kesabaran Qohar membuahkan hasil. Untuk lebih maju mereka lantas bergabung bersama Qohar. Mereka membentuk kelompok tani. Namanya kelompok tani Godong Ijo Sejahtera. Awalnya mereka cuma memiliki 32 orang anggota.

Disanalah mereka menampung hasil panen. Usaha pepaya Calina makin matang. Mulai banyak petani biasa kepincut. Apalagi semenjak satu perusahaan membidik budidaya mereka. Mereka bermitra dengan satu distributor buah- buahan, Negeri Hijau.

Anggota mereka bahkan sampai 112 orang. Petani sudah memiliki pemasukan tiap minggu. Informasi sedikit pepaya Calina dapat dipanen dua kali dalam seminggu. Menurut data terbaru sudah ada 15 hektar tanah ditanami pepaya Calina. Sampai daerah tersebut dikenal penghasil ketiga terbesar di Jawa Timur.

Menurut Negeri Hijau, daerah kering memiliki potensi besar pepaya Calina. Perusahaan distributor ini mencakupi distribusi pepaya Calina sekitar Jawa. Potensinya besar memungkinkan buat ditanam di kawasan luar Jawa. Karena produk Qohar dan kawan sudah punya brand maka mereka fokus menjaga.

Menurut hitungan, tanah seluas 1 hektar, jika ditanami 1.520 pohon akan menghasilkan omzet mencapai Rp.18 juta. Hebatnya si Calin dibanding pepaya lain, angka segitu sudah dipotong hitungan kegagalan buat menanam. Banyak kan? Mangkanya sekarang Abdul Qohar sudah dikenal jutawan di daerahnya.

Artikel Terbaru Kami