Selasa, 25 Oktober 2016

Pengusaha Paling Dibenci Amerika Martin Shkreli

Biografi Pengusaha Farmasi Serakah 



Dia dikenal sebagai pengusaha psikopat. Pengusaha pecundang. Adalah monster sampah dan segalanya yang salah dari kepitalisme. Semua berawal dari tindakan Mr. Shkreli menaikan obat AIDS sebesar 5000 persen. Dimana jika perdosisnya dulu cuma $13,50, ditangan Shkreli naik menjadi $750 per- dosisnya.

Dia lantas menjadi target semua orang. Mulai grup pendukung obat terjangkau, polisi, dan terutama dari mereka yang aktif di Twitter. Sebagai catatan bahwa Martin Shkreli dikenal aktif di sosmed. 

Dan faktanya perusahaan lain sebenarnya sama menaikan harga. Bedanya Shkreli dianggap terlalu arogan menantang masa. Dengan gaya "slengean" dia menjawab kritikan tersebut. Meski ujungnya dia setuju untuk menurunkan. Akhirnya dia tetap menjadi target hinaan. Dari sekedar ucapan kotor saja, juga mendapatkan ancaman. 

Bahkan ujungnya ia dituduh melakukan penggelapan. Padahal Shkreli sudah dikenal memiliki catatan kriminal tersebut. Mungkinkah pemerintah dan investor sengaja? Apakah mereka mencoba menutup mulutnya agar tidak lagi membuat kegaduhan dan menyoroti bobroknya bisnis farmasi Amerika. Entahlah.

"Saya selalu ingin memulai perusahaan publik dan membuat banyak sekali uang," satu quote Shkreli.

Niat usaha tulus


Terlahir sebagai keturunan imigran Albania dan Croasia, yang mana mereka cumu bekerja jadi cleaning service. Dia terlahir di Coney Island Hospital, Brooklyn, punya dua saudara perempuan, dan saudara laki- lakinya komunitas pekerja (buruh.red) di Sheephead Bay, Brooklyn.

Dia terlahir Kristen Katolik, sejak kecil sudah masuk sekolah Minggu, dan Shrekli kemudian masuk ke sekolah Hunter Collage High School. Shrekli kemudian putus sekeloh. Bukan karena uang loh. Tetapi ia merasa tidak berminat sekolah. Meski begitu dia bermimpi menjadi orang besar -menjadi orang kaya.

Karena memiliki kecerdasan, bahkan ada orang menyebutnya jenius, ataupun bocah nakal biasa. Dia bisa mendapatkan program diploma. Hingga akhirnya dia dapat bekerja menjadi internship Wall Streets. Ia memasuki dunia keuangan lewat Cramer, Berkowitz and Company.

Waktu itu umurnya masih 17 tahun loh. Ketertarikan akan kimia datang ketika seorang saudara sakit. Ia mengatakan kepada Vanity Fair bahwa saudaranya tersebut butuh obat depresi. Makanya ketika dia mulai bekerja di Cramer, mulailah dia membidik saham- saham farmasi.

Dia lantas merekomendasikan sebuah perusahaan farmasi. Shkreli sangat percaya bahwa harga sahamnya akan jatuh. Pada 2013, perusahaan bernama Regeneron Pharmaceuticals tengan mencoba obat diet, dan Shkreli waktu itu, masih 19 tahun, memprediksi mereka akan gagal dan harga sahamnya akan jatuh.

Prediksi anak 19 tahun tersebut nyatanya betul. Bahkan pihak berwajib sempat curiga. Ia mulai diintrogasi tetapi tidak menemukan apapun.

Memasuki umur 20 tahun, pada 2006, dia sudah memiliki perusahaan sendiri bernama Elea Capital Management. Shkreli memang dikenal ahli dalam memainkan saham perusahaan obat.

Perusahaan bioteknologi


Dia juga dikenal aktif dalam hal membuat gosip. Membuat gosip tentang perusahaan bioteknologi atau farmasi. Di umurnya ke 20 tahun, sudah membuat pihak kesehatan terkait bergerak, dengan cara cerdiknya mampu menarik Food and Drug Administration untuk tidak menerima obat buatan perusahaan tersebut.

Ada beberapa pegawai menuntutnya membayar upah. Katanya nih, dia bekerja serakah, segala tindakannya di pasar saham hanya untuk menutup investasi. Para investor dibuatnya "senang" dan akhirnya dia memiliki lebih banyak keuntungan.

Namun perlu dicatat, bahwa Mr. Shkreli memiliki kecerdasan tinggi, dalam hal percakapang terutama akan bidang pengetahuan alam. Tanpa belajar formal seolah- olah dia mengetahui semua. "Kamu akan memberi dia buku kimia, dia akan mengembalikan buku tersebut dalam sembilan bulan dengan hafalan sempurna."

Diantara kesibukannya menjadi direktur hedge fund. Sang investor jenius mampu menciptakan gebrakan sendiri. Perjalanannya Shkreli mampu membuktikan dia bukan sekedar investor.

Dia menciptakan obat Retrophin. Yang mana merupakan obat berbasis teknologi protein untuk penderita kekurangan protein. Dia belajar sendiri tentang biologi. Kemudian diberi nama "recombation dystrophy" atau Retrophin. Yang kemudian berkembang menjadi perusahaan bioteknologi spesifik menangangi itu.

Dari menjadi manajer hedge fund, direktur hedge fund, lantas menjadi pemimpin perusahaan. Perjalanan yang dianggapnya tidak mudah. Dia menjadi "dewasa", keinginan terbesarnya bagaimana menyembuhkan berbagai penyakit dan menyelamatkan lebih banyak anak.

Diterima FDA, saham perusahaan miliknya naik sampai 230 persen, dari harga saham $23, yang kemudian turun drastis jadi $12. Namun dia sudah mendapatkan untung pasar sampai $300 juta. Justru ketika saham turun Shkreli membeli saham perusahaanya sendiri. Inilah awal dia menjadi orang kaya raya berkat pasar saham.

Banyak orang menyebutnya jenius. Dimana dia mampu menaikan saham, memutar di pasar saham, dan ia membeli ketika sudah jatuh. Dalam perjalanannya ia kemudian matang melalui kuliah lagi, jurusan Bisnis dari Baruch Collage. Kemampuanya dan kenakalannya semakin menggila terutama di sosial mediaTwitter.

Ia memiliki 3.500 pengikut aktif, dan tidak malu menunjukan rasa suka dan tidak suka. Disis lain, banyak peneliti yang menggunakan Retrophin, sepakat bahwa dia harus mendapatkan penghormatan walau dia tidak memiliki dasar keilmuan. Mereka menyebut idenya original, dan akan menyelamatkan banyak nyawa.

Banyak tuntutan


Elea Capital Management dianggapnya tidak sukses besar. Bahkan, pada 2001, dia dituntut oleh Lehman Brother karena penipuan. Katanya dia memilih saham, tetapi memilih investasi ke saham lain. Untuk itu dia kehilangan uang investor, termasuk Lehman Brother.

Ketika Lehman Brother menang dan Shkreli harus membayar $2,3 juta. Sayangnya, ketika hakim meminta penyitaan, perusahaan Lehman keburu bangkrut dan tidak jadi mengambil tuntutan. Selamat dari kejadian tersebut Shkreli makin berjaya dengan Retrophin.

"Saya akan membayar semuanya sekarang jika mereka mau," ujarnya bercanda setengah mengejak. Meski reputasi dikenal "buruk", nyatanya, investor masih percaya dan memberikan dukungan untuk membangun perusahaan hedge fund baru.

Dia mengerjakan perusahaan bernama MSMB Capital Management -berasama teman kecilnya Mark Biestek. Yang mana fokus mengerjakan aneka trading berjangka pendek.

Ia fokus di saham perusahaan kesehatan. Ia tidak sekedar buat membuat harga saham turun lalu dibeli dan dijual. Bayangkan dari mulutnya mampu membuat pihak perusahaan meradang. Pasalnya dia tanpa tedeng aling- aling dia mengajukan nota keberatan terhadap suatu obat ke FDA.

Waktu itu, di 2010, dia menulis surat ke FDA menolak obat insulin perusahaan, MannKind of Valencia, Calif. Dengan sadar dia memperlihatkan niatnya akan saham mereka. Mantan rekan kerjanya menyebut Shkreli paham akan obat. Lebih tepatnya paham akan obat apa yang disertifikasi, lalu mengambil untung disana.

"Adalah seseorang yang menunjukan talenta sejati menggali ribuan lembar halaman hasil pengobatan, dan sangat paham apa yang dia baca," ujar mantan rekannya di MSMB Capital.

Tahun 2011, dia menggunakan uang perusahaan, senilai $3 juta untuk membangun Retrophin. Menurutnya untuk Retrophin dia sangat bekerja keras. Bayangkan tak jarang dia tidur di lantai perusahaan. Tidak juga sikatan gigi serajin sebelumnya. Dia dengan bangga menyebut dirinya obsesif terutama tentang medis.

Dia sibuk dengan jurnal kesehatan ditangan di kantor. Dia begitu ingin "membahagiakan" investor. Dalam sebuah kesempatan dia terlihat cuma memakai sandal. "berputar- putar dengan sandal berbulu dengan alat stetoskop diantara lehernya," jelas Geller, menyebutnya sang CEO seolah berimajinasi berstatus M.D.

Geller sempat menegurnya buat sadar. Tetapi Shkreli menyela dirinya nyaman dan sedang bekerja. "Orang jenius biasa melakukan hal aneh," paparnya. Dia dikenal memegang beberapa paten obat.

Salah satunya Chenodal, yang mana dia lantas menaikan harganya sampai margin 10%, untuk menutupi ini tidak jarang dia menggunakan motif sosial. Seperti pada satu kesempatan, ada sekeluarga tengah kesulitan untuk transplantasi liver.

Ia langsung berangkat ke Venezuela mengunjungi mereka di satu kesempatan. Dia menyebut perusahaanya membantu orang. Dia dan Retrophin membantu menyuplai obat gratis yang mana obatnya tidak Retrophin produksi. Membuat seolah apa kenaikan harga obat, akan kembali ke tangan yang berhak.

Dia dikenal suka mendekati peneliti obat. Ia membantu mereka tidak cuma uang tetapi juga ide. Contoh ketika dia mengajak pria bergelar Ph.D. mengerjakan obat khusus. Namun teori si peneliti kurang mantap menghasilkan obat. Kemudian anak muda ini datang, percaya diri, dia menyajikan satu trik dia pelajari.

Shkreli tanpa latar belakang pendidikan tinggi. Dia paham tentang biologi dan kimia. Shkreli cuma butuh seseorang membuktikan teorinya benar. Ia menyebutkan Shkreli memiliki ketulusan akan usaha dijalankan dia. Tidak jarang pria 25 tahun itu datang ke lab miliknya. "Dia seorang kutu buku, seperti saya sendiri."

Dia menggunakan perusahaan Retrophin untuk penyakit langka. Tujuannya mengambil jarak ke kebutuhan akan obat tertentu -dan mengambil untung. Dia kemudian dilaporkan karena diduga melakukan kekerasan psikologi lewat sosial media tahun 2013 silam.

Perusahaan baru


Dia juga mendapat tuntuan ketidak loyalan. Menggunakan dana perusahaan untuk kebutuhan lainnya. Untuk satu ini dia dikeluarkan dari perusahaan Retrophin. Namun Shkreli sudah memiliki namanya sendiri dari hak paten dua obat khusus Retrophin. Tidak masalah, begitu pergi dari perusahaan ia membuka perusahaan baru.

Turing Pharmaceuticals diluncurkan pada Februari 2015. Dia membawa beberapa orang manajamen dari Retrophin.Inc dan tentu beberapa investor. Bisnisnya, katanya fokus mengobati penyakit serius dengan sedikit opsi lain.

"Setelah ditendang perusahaan saya sendiri, saya bangkit membangun perusahaan lebih besar dan lebih baik dari sebelumnya."

Uang dihasilan Turing sangat besar. Semua karena ambisi Shkreli mendapatkan paten obat yang berumur 62 tahun, yaitu Daraprim. Obat tersebut terutama dikenal buat mengobatai AIDS. Karena obatnya kuno, itu tidak memiliki perlindungan paten, namun karena kebutuhan sedikit, perusahaan tidak mau memproduksi.

Turing membayar $55 juta untuk mendapatkan paten dari Impax Laboratories, sebuah perjanjian jual- beli yang tentu akan menaikan harga obat. Sebagai catatan obat ini bersifat generik. Tujuannya ambil alih ialah agar Impax tidak menjual di toko biasa. Maka dari generik, obat tersebut menjadi susah buat dikopi dari aslinya.

Alhasil, obat Daraprim, menjadi obat khusus tanpa pembanding. Bulan Juli, Impax kemudian melepaskan diri sebagai disributor, ujungnya begitu Turing mendapat paten, mereka langsung menaikan harganya jadi sangat tinggi. Dari $13,5 per- tablet menjadi $750 per- tablet, hingga membuat semua orang marah besar.

Perusahaan memiliki dua obat utama: Deraprim dan Vecamyl, yang mana merupakan obat hipertensi. Dia sendiri mengakui menaikan obat Deraprim tinggi. Alasanya karena obat tersebut sangatlah terspesifikasi -dibanding sebelumnya begitu umum. Ia mengistilahkan sebagai Aston Martin yang dijual seharga sepeda.

Shkreli menerima kritikan semua orang. Meski begitu caranya begitu "nakal". Dengan keras dia menyebut media menghakimi dia. Shkreli tidak akan menanggapi mereka dengan jari telunjuk atau jari kelingking. Dia akan menunjukan jari tengahnya (secara tersirat.red) kepada semua media diluar lewat video langsung.

Namun begitu masuk wawancara langsung. Dia malahan berbicara lebih sopan. Dia setujua menurunkan harga sesuai kesanggupan umum. Dia akan mendapatkan untung sedikit. Sayangnya, sebelum sesuatu jadi normal kembali, anak muda kecintaan Wall Streets ini ditangkap oleh FBI atas serangkaian penipuan.

Apakah pemerintah dan para politisi sudah bosan dengan Sang Anak Farmasi ini. Apakah dia tidak lagi asik menghasilkan keuntungan bagi investor. Tidak tahu.

Artikel Terbaru Kami