Senin, 10 Oktober 2016

Kain Khas Gorontalo Namanya Kain Karawo Mewah

Profil Pengusaha Karsumbunda 


 
Nampaknya kesadaran masyarakat akan tekstil lokal meningkat tajam. Dulu tekstil lokal tradisional yang keliatan kuno berubah keren. Inilah pengalaman seorang ibu asal Gorontalo. Namanya Ibu Karsumbunda, yang sukses mempromosikan kain sulam Karawo, khas Gorontalo.

Dimulai sejak 2004 silam, dimana cara pembuatannya terbilang sulit. Untuk awalan bisnis Karsumbunda menggelontorkan dana Rp.15 juta. Sekarang dia mampu mengantungi omzetnya  mencapai angka Rp.30 juta/bulannya atau minimal Rp.360 juta per- tahun.

Cara membuat kain Karawo memang sulit. Pertama kain katun dibentuk motif Gorontalo. Lalu diiris agar membentuk lubang. Dari lubang lah, lubang tersebut dihitung lalu dicabuti benangnya, kemudian terakhir diikat dimasukan benang baru.

Dia mampu mempekerjakan 50 karyawan tetap. Dimana mereka mengerjakan 600 potong stok dan dapat mencapai 1.000 -an bila ada pesanan khusus. Semenjak tahun 2011 silam, ia mendapatkan binaan dari BI (Bank Indonesia) Cabang Gorontalo, kemudian juga tergabung dalam Kelompok Gabungan Cinta Karawo.

Dia mendapatkan suport mengembangkan motif. Disisi lain juga bagaimana memasarkan produk itu. Ia mengaku kepada Detik bahwa BI banyak membantu promosi. Contohnya ya pegawai BI sendiri memakai kain Karawo setiap hari kamis.

Harga dipatok antara Rp.700.000 sampai Rp.1,2 juta, yang mana bahannya sifon, dobi, hingga sutra. Juga ada kain SBY, diambil dari nama mantan President kita loh, waktu itu ceritanya President Susilo Bambang Yudhoyono membeli kain dengan motif tersebut. Saat ia memakainya, maka nge- hit dicari banyak orang disana.

Pembeli mayoritas orang Gorontalo, karena memang pada hari kamis diwajibkan memakai kain Karawo. Gerainya ada empat tersebar di sekitaran Gorontalo. Kemudian penjualan online bisa lewat situs toko online www.tokokarowo.com.

Artikel Terbaru Kami