Senin, 31 Oktober 2016

Dulu Dibully Sekarang Sudah Kaya Dicari- Cari

Profil Pengusaha Ollie Forsyth 


 
Sering dibully tapi sekarang pengusaha muda. Inilah kisah Ollie Forsyth. Bahkan Ollie sempat mau bunuh diri. Dia menderita disleksi. Susahnya belajar di sekolah biasa membuatnya tangguh. Kelahiran Pury End, dekat Towcester, Northamptonshire, pernah belajar di sekolah kebutuhan khusus.

Ia mendeskripsikan sekolah kebutuhan khusus hebat. Dimana dia benar disuport oleh guru. Namun ketika ia masuk ke sekolah biasa. "Saya memiliki tiga tahun terburuk hidup saya, dibully setiap kali dan termasuk bullying cyber," kenangnya.

Dia waktu itu pindah ke Dorset. Disanalah dia bersumpah akan merubah nasib diumur 20 tahun. Salah satu pemberi doronganya adalah, siapa lagi, kalau bukan miliarder disleksia Richard Branson. Secara pribadi Richard memberi dorongan kuat. Baginya entrepreneurship sudah merupakan jalan hidupnya.

Meski tidak pernah bertemu pribadi. Ollie pernah melihat program televisi pernah dia bintangi. "Branson sangat memberi inspirasi," Ollie menjelaskan. Perasaan tersebut tertanam, dimana dia bertekat memberi "balas dendam" kepada mereka.

Balas dendam pengusaha


Ketika lulusa sekolah menengah, yah akhirnya masa dibully sudah selesai, Ollie dengan penuh semangat menjalani hidup sebagai entrepreneur. Teman tukang bully sudah melanjutkan hidupnya. Sementara Ollie berjuang keras membuktikan bahwa mereka salah.

Tidak mudah, butuh banyak belajar mengendalikan kekurangan -menjadi kelebihan. Belajar dari Richard Branson menjadi satu- satunya jalan. Akhirnya dia meluncurkan bisnis pertamanya di umur 13 tahun. Ia lebih muda setahun dibanding ketika Richard Branson mulai.

Ollie tidak pernah membagi kisahnya. Dia memilih diam dibully. Sampai keinginan menjadi entrepreneur mendorongnya bicara. Dan seorang konselor di sekolah berkata: "Kamu harus membiarkannya begitu saja dan kamu akan menjadi miliarder kelak."

Ini semangat lain, ketika selesai sekolah dia semakin bersemangat berwirausaha. Beruntung dia bukanlah sosok penggerutu tanpa tindakan. Meski sempat mau bunuh diri. Dia sempat mencari jawaban atas ketidak beruntungannya. Jalannya ketika dia menemukan Richard Branson -sesama penderita disleksi akut.

Entrepreneurship mendorongnya ingin hidup. Ketika dia ingin mengakhiri hidupnya. Dia menemukan satu cara menjadi berarti buat orang lain. Dia bersumpah bahwa dia akan menjadi jutawan. Dan suatu saat para tukang bully akan datang menjadi pegawainya dan terbukti empat orang temanya minta pekerjaan.

Awal dia mulai dengan bisnis sangat sederhana. Dia jualan teh dan kopi. Ia menjualnya 20 sen per- cupnya dan 20 sen lagi buat nambah. Ollie dibantu orang tuanya, mereka meracikan kopi buat Ollie. Dia juga mulai berbisnis sederhana seperti memotongkan rumput, membawa jalan- jalan anjing, buat 20 sen lagi.

Kewirausahaan disleksia


Bisnis besarnya yakni Ollie's Shop. Yang mana toko online buat aneka hadiah, termasuk aneka perhiasan -kalung, gelang, dan cinci- , kemudian hiasan dinding, sabuk kulit, dan juga dompet. Dia menyebutnya satu hadiah terbaik buat remaja dan orang tuanya.

Dengan bantuan orang tua dan teman setia, dia mulai berbisnis lebih serius. Dimana dia menyetok dari China buat dijual kembali. Berhasil, dia menghasilkan uang, dimana dia mengaku menghasilkan untung sampai 2.500 pounds, selama enam bulan berjalan dari awal sampai sekarang terus menghasilkan uang.

Dalam enam bulan dia sudah menghasilkan. Semangatnya semakin berapi, percaya bahwa ini merupakan jalannya, "Saya sedang beruntung." Dia tidak pernah kehilangan uang atau merugi uang. Tetapi perjalanan bully tidak berhenti ketika dia masuk ke sekolah Bruern Abbey, sekolah asrama di Oxfordshire.

Dia menduga kali ini soal kecemburuan atas passionnya. Mereka cemburu melihat Ollie bersemangat buat berwirausaha. Disisi lain mereka menyerang satu- satunya kelemahan: Pendidikan! Yah mereka menghina cara dia belajar. Bagaimana kemampuan Ollie beradaptasi dengan pelajaran di sekolah biasa.

"Saya tidak pernah tau apa mereka inginkan dari saya," ujar Ollie. Dia merasa anak cowok tidak pernah bisa cocok dengannya. Memalukan sih sebagai anak cowok Ollie dibegitukan. Dia cuma bisa mengingatkan bahwa setiap orang memiliki perbedaan termasuk cara belajar, tidak cuma penderita disleksia.

Ia juga menyarankan bagi korban bullying. Tetaplah kamu terus maju jangan melihat ke belakang. Alirkan rasa marah mu ke mimpi dan membantu orang lain, membantu mereka yang juga merasakan apa yang dia rasakan.

Dia menjadi volunter diberbagai badan amal, dari Anglia's Children's Hospice, Army Benevolent Fund's The Soldier's Charity, dan menjadi ambasador Winners Win, dimana merupakan badan amal online buat mereka pengusaha bersosial. Dia juga menggunakan uangnya sendiri, membantu pengusaha muda lainnya.

Bisnis tidak pernah mati


Dia menyarankan setiap anak buat berwirausaha. Baginya jalan entrepreneurship merupakan cara menjadi dewasa, mengambangkan mimpi, dan harapan bagi setiap orang -bagaimana pun keadaanya. Baginya adanya mentor merupakan hal penting. Ollie mengawali dengan mencari orang sukses di lokal kalian.

Atau, kamu bisa mencari anake cerita sukses, atau melihatnya lewat video YouTube. Diumur 16 tahunan, ia mendirikan perusahaan bernama Charmou, dimana fokusnya buat bisnis ecommerce fasion. Dia memiliki 23 brand aparel, 250 produk, dimana fokusnya adalah seluruh dunia.

Mimpinya Charmou mampu menarik 365 brand baru. Untuk pendidikan selanjutnya adalah entrepreneur lagi. Dia mau masuk sekolah Peter Jones Enterprise Academy, yakni sekolah bisnis yang didirikan oleh Peter Jones, seorang serial entrepreneur dan salah satunya panelis acara wirausaha Dragon's Den.

Dia ingin menjadi miliarder sebelum 20 tahun. Atau diumur ke 20 -an, dan dia akan sangat bahagia jika ia mencapainya. Uang bukanlah masalah. Baginya dia menikmati menjadi pengusaha. Dia lebih memilih cara menjadi pegawai sekaligus bos diri sendiri.

Dia juga memiliki agensi digital bernama UNBXD. Dimana dia bekerja sama dengan kawan sekolah, yang mana memiliki lebih dari 40 klien, termasuk selebriti, juga berminat pada bisnisnya. Hari ini, diumur yang baru 17 tahun, dia sudah memiliki delapan perusahaan mengglobal loh.

Ollie belum bisa membaca. Sampai umurnya 15 tahun dia tidak bisa membaca. Dimana umurnya 16 tahun tidak punya kualifikasi melanjutkan pendidikan. Tetapi jalur pendidikan tidak menghalangi ambisinya. Ia ingin menjadi miliarder sebelum umur 20 tahun. "Saya menggunakan imajinasi membangun bisnis dari nol"

Percaya diri, dia menghubungi 10 suplier berbeda seluruh dunia, dan bekerja sama membangun bisnis yang berbasis persaudaraan. Ia mampu mengajak mereka memberi 10 sample gratis. Lalu dia memiliki 100 sample menjualnya semua. Semuanya terjual menghasilkan banyak uang!

Tidak berhenti disana karena dia menemukan UniBell sebuah aplikasi. Disana anak kuliahan bisa menjual dan membeli di universitas. Dia menyebutnya eBay nya sendiri. Memang sudah pernah ada, tetapi Ollie pengen lebih besar menyebar ke penjuru universitas seluruh Inggris dan menyebar sangat cepat.

Dia juga pengen membuat proyek pipa minyak, termasuk inkubator dan sekolah entrepreneur di India. Ia ingin membantu mereka yang merasakan kata "gagal". Tidak ada orang gagal dikehidupan kita. Dia ingin rasa salah buat mereka. Menyuport mereka banyak orang menjadi entrepreneur seperti dirinya kini.

"Kata itu, kegagalan, selalu datang ke saya sehari-hari -nyatanya saya salah satunya di sekolah. Tetapi, saya akan bertanya, kualifikasi yang paling penting dalam hidup kita aoa? Tidak ada, apa yang benar-benar penting adalah hal yang suka lakukan. Saya selalu tahu saya ingin menjadi pengusaha tapi ditindas tentu mendorong dan memotivasi saya bahkan lebih."

Hal tersulit baginya ialah bagaimana mengeluarkan nama itu. Kegagalan, dimana orang melihat kamu hanya siswa sekolah, namun ketika kamu mampu menciptakan koneksi baik; semuanya akan berubah. Tidak cuma berbisnis, dia juga aktif menjadi pembicara di Universitas membantu orang menjadi pengusaha.

Artikel Terbaru Kami