Kamis, 06 Oktober 2016

YouTuber Teknologi Terbaik Terprofesional

Biografi Pengusaha Marques Brownlee



Dia tidak langsung sukses semalam. Marques Brownlee bekerja keras selama lima tahun. Melalui channel You Tube, dia mulai berbagi kegemarannya akan dunia gadget, atau teknologi pada umumnya. Dia secara konstan terus memposting kritik tentang teknologi baru. 

Tujuannya adalah membantu banyak orang umum di luaran sana. "Ketika saya membuat video pertama kali, saya tidak mengatakannya kepada siapapun," dia mengawali. Bahkan tidak seorang keluarga tau apa yang dilakukan pemuda 20 tahun ini di kamarnya.

"Saya membuat banyak sekali video.... saya hanya merasa tidak penting menceritakan itu tentang penelitian saya tengah lakukan," paparnya. Review produk dihasilkan oleh Marques memang tidak mau tanggung. Dia bahkan pernah membuat review tentang iPhone 6 Sapphire: Membuktikan layar anti goresnya denga pisau.

Butuh waktu hingga terlihat mempesona. Sisanya kebelakang, Marques menggunakan metode yang sangat sederhana untuk memembuat video. Hingga dia sudah memiliki studio sendiri dibalik kamar ukuran 12x 12 di apartemen kawasan Hoboken. Gedung lama yang kemudian disulap menjadi apartemen asik.

Mungkin tidak nyama, ia ditemani pemutar video, suara konstuksi di luar jendela, dan kebisingan jalanan yang bahkan ketika jendela ditutup tetap ada. Rasa suka akan teknologi sudah dirasakan ketika dia masuk tahun baru di Steven Collage, Hoboke, New Jersey.

Dengan kamera laptop biasa. Video pertama dihasilkan Marques benar- benar amateur banget. Namun seiring waktu dia memiliki kamera studio sendiri.

Bisnis review


Ayahnya bekerja dibidang teknologi. Seorang ahli pemrograman dan sistem informasi. Ketertarikan dia lebih ke teknologi konsumen. Atau apa- apa produk elektronik kegemaran masyarakat sekarang. Bukan hal mendalam tentang software atau hardware. Ia mulai dari komputer kuno dimulai dari rekorder di rumah.

Alat review pertama digunakan: Dia menggunakan kamera laptop Dell. Dengan layar 15 inchi yang mana tampak jadul. Ini lebih ke hobi awalnya. Jadi ya dia tidak menceritakan apa yang dilakukan. Masuki ke sekolah atas dia sangat ingin membeli laptop.

Lalu dia mulai mencari banyak reverensi. Ia mencari komputer apa. Marques juga mencari tutorial ringan tentang laptop. Bagaimana melalukan trik keren dengan layar komputer. Atau bagaimana caranya buat sekedar mengkustom isinya.

Dari melihat orang lain membuat tutorial, dia lantas ingin membuat tutorialnya sendiri. Tutorial sederhana yang cuma berbekal aplikasi biasa. Hasilnya tidak cukup membangun penonton. Tidak mudah memang. Ia mengatakan video pertamanya sangat- sangatlah lambat.

"Tidak ada penonton dan tidak ada komentar," kenangnya, dia mengatakan sejarahnya kepada pewarta dari Business Insider.

Kemudian tiba- tiba, ada seseorang komen dan bertanya beberapa hal, secara berkala dia mulai menjawab pertanyaan tentang videonya. Kemudian pengunjung semakin banyak. Dan tanpa dirasa dia sudah memiliki 100 -an video.

Tapi dia cuma punya 78 follower. Tetapi dia tetap bekerja. Apa yang dimasa depan merupakan bentuk kerja keras dan konsistensi. Diantara kesibukan universitas, juga membuat video, Marques merupakan seorang atlit profesional Ultimate Frisbee. Dalam benak pemuda ini belum tau mau kerja apa ketika lulus.

Yang pasti dia sudah punya cukup uang. Channel You Tube nya cukup menghasilkan banyak uang. Hari ini, channel nya menghasilkan cukup uang dari iklan. "Untuk memodali usaha (membeli perlengkapan studio kecilnya) dan membuat waktu ku berharga."

Profesional muda


Ia mengingatkan awal mula. Semuanya gampang, tinggal membuka laptop, membuka software video dan ia akan segera mereview. Hanya butuh waktu dua sampai tiga menit sejak merekam. Ketika sudah selesai dia mereview, ya tinggal di upload ke You Tube. Dan selesai sudah.

Marques bisa membuat video sebanyak mungkin. Tapi kini, dia berbeda, pekerjaanya lebih kolaboratif dengan aneka pendukung. Ini layaknya sebuah film bukan lagi video recorder. Dia kini memproduksi aneka jenis video. Mulai review, penjelasan, dan membayangkan, bagaimana dia menghadapai sebuah teknologi.

Tidak cuma berhenti disana. Ia masih banyak proyek lainnya. Dalam pembuatan video, akan butuh waktu lama karena butuh review. Beda lah dari video sebelumnya. Layaknya pembeli umumnya, ketika produk dia beli dibuka dari bungkus, maka dia akan segera memberikan reaksi.

Semuanya berjalan sangat natural, meski dengan gambar lebih komplek. Untuk memulai sebuah rekording dia butuh beberapa waktu persiapan. Semuanya akan segera berjalan ketika ia menyentuh tombol "rekam". Dia memiliki microfon sendiri, lensa Canon, dan menggunakan Adobe buat mengedit videonya nanti.

Dia cukup perfeksionis soal kualitas gambar. Alhasil perlengkapan digunakan tidak jarang berganti. Dia akan asik menganalisa perlengakapan apa lebih baik. Mungkin perbedaan dibelakang layar tidak orang luar lihat. Tetapi mereka akan menikmati hasilnya nanti ketika videonya sudah jadi.

Meski beberapa reviewnya dulu tidak begitu akurat. Tetapi tidak masalah. Karena Margues memilik satu karisma sebagai ahli teknologi. Komentarnya tentang sesuatu jujur adanya. Videonya sejumlah 686 video sudah disaksikan 158 juta kali. Dia tidak segan membuka percakapan dari komentar yang datang.

Meski tidak mau menyebutkan angka. Ia mengatakan dia jarang tidur. Bahkan dia mengenakan gelang karet berhastag #NoSleepTeam. "Saya tidak mendapatkan banyak tidur," ujarnya. Prioritas baginya untuk siap memposting satu video per- hari. Kemudian nama channelnya yaitu MKBHD -atau plus high definition. 

Bisnis Adsense


Apa yang membuatnya berbeda menurut penulis: Spontanitas. Ketika pertama kali membuka laptop. Pertama kali menyalakan video, Marques, 15 tahun spontan berteriak ke arah kamera penuh kegirangan. Review pertamanya juga termasuk bagaimana dia mengomentari tangannya sendiri.

Tahun 2008, dia sangat ingin laptop, lewat You Tube dia mencurahkan keingannya. Dia memang tidak lah langsung terlihat. Sang ibu, Jeaniene Brownlee, tidak melihatnya aktif berteknologi. Memang sejak kecil dia memiliki rasa ingin tau tinggi, tetapi tidak tenggelam bermain teknologi sepanjang hari.

Marlon Brownlee, sang ayah, justru menekankan pentingnya sekolah. Dia menggunakan metoda bernama Academic, Athletic, dan Artistic. Inilah menjadi semangatnya tetap berkarya dibidang atletik. Meski dia disibukkan membuat video di kamar asramanya.

Soal nilai akademis dia juga mampu mengendalikannya baik. Dia bahkan mendapatkan gelar honor student. Marques memiliki talenta selain video. Marques diakui ibunya memang jago soal mengatur waktu. Wanita yang dulunya bekerja sebagai akuntan -dan memutuskan keluar demi anak-, benar- benar kagum akan itu.

Dia membuatnya bangga. Bagaimana Marques mengatur waktu merupakan menakjubkan. Dia sendiri tak melihat prosesnya. Namun dia pernah melihatnya ketika dia tidak di rumah. Justru perasaan khawatir yang muncul tentang anak. Di kampus sendiri, Marques dikenal pendiam atau introvet tidak seperti di video.

Berawal dari kamera laptop, yang mana susah, dia tidak mudah menggunakannya -karena tidak biasa. Dia menyalakan software dan butuh beberapa jam hingga ia siap. Nampak lebih seperti siswa yang tengah belajar mengerjakan proyek sekolah. Benar- benar jadul ketika ia memulai membuat channel You Tube.

Ketika merekam, tanpa sadar dia meminta maaf, reaksinya suara bising diluar masuk ke videonya. Tidak ada perencanaan atau skrip. Di video ke 100 -nya, dia berteriak keras senang, padahal waktu itu dia cuma memiliki 78 pelanggan, lihat bagaimana remaja 15 tahun tersebut begitu senang.

Dia menarik perhatian petinggi teknologi. Termasuk CEO Motorola, Dennis Woodside, yang mengajak wawancara ekslusip. Uniknya Marques tidak langsung ke teknologi. Dia membangun suasana yang seakrab mungkin. Dia sempat menanyakan tentang keluarga, berapa anaknya, dan lain- lain.

Dia memiliki gaya menghindari script. Tidak pula memanfaatkan poin- poin seperti You Tuber lainnya. Ia sangat rilek tanpa ada "umhh" atau "ahhh" disetiap video. Gabungan antara gaya broadcast dengan mengajak teman ngomong di telephon. Dengan iklan Google Adsense, keuangan Marques mulai mendukung dia.

Uang iklan digunakan membeli perlengkapan. Investasi berupa kamera buat studio HD, yang mana dulu butuh beberapa menit video dibuat, kini dia butuh waktu berjam buat sekedar diupload ke You Tube.  Nilai iklannya diperkirakan $117.000- $934.000. Kini industri teknologi terbuka mengendorse dia berbicara.

Artikel Terbaru Kami