Sabtu, 22 Oktober 2016

Nama Christian Indra Dibalik Dong Alo

Profil Pengusaha Cakalang Menado


 
Usaha tidak keluar uang banyak. Kira- kira begitu kita orang mencari di Google. Nah, berikut kisah yang cocok buat kamu, dikutip dari Detik.com: Kisah pengusaha muda bernama Christian Indra. Pengusaha mantan pegawai ini merubah uang seratus ribu menjadi puluhan juta.

Caranya dia memanfaatkan momen. Dimana banyak makanan siap makan, disanalah ada produk miliknya yang bernama cakalang asap. Siap saji, dimana bermula tahun 2015 lalu, mantan pegawai data analisa ini menganalisa kebutuhan makanan siap makan tinggi.

Ide simple


Suatu ketika Christian habis saja gajian. Tergelitik dia berpikir, "...enak kali ya kalau kita ngeluarin uang, tapi punya pemasukan lain." Ketika itu Christian langsung mengutarakan niat. Sedikit ngobrol barang istri kemudian dengan mertua. Kan mertuanya asal Manado, lalu muncul ide membuat usaha cakalang.

Ikan cakalang diasap lantas disuir. Uang Rp.100.000 digelontorkan. Uang tersebut menjadi beberapa buah ikan cakalang asap. Kemudian Christian mulai memasarkan itu ke teman sekantor. Dia mulai pasarkan ke sana dan sini. Bukusnya pakai botol plastik, masih sangat sederhana pada 2015 itu.

Uang Rp.100 ribu dapat cakalang asap 5 botol. Dan kesemuanya laku tidak tersisa. Kemudian Indra lalu meyakinkan agar memperbanyak produknya. Pengembangan termasuk juga yakni kualitas produk dan juga cara memasarkannya.

Cita rasa dirasakan memang paling berpengaruh. Mau sebagus apapun kemasan, kalau rasanya tidak bikin ketagihan percuma. Tambahan lain adalah menyadarkan nilai gizi dalam kemasan. Inilah cara marketing jitu ala Christian Indra. Bagaimana sih caranya agar produk tetap bertahan lama, tapi tanpa bahan pengawet.

Cara lain ditemukan ialah lewat cara vakum. Sterilisasi bakteri agar tidak mudah basi. Kemudian tambahan lain yakni proses pengasapan. Pria kelahiran 1985 ini memang membuat ikan sekering mungkin. "Saya asapi, menggunakan arang, dan dibakar manual."

Bahan baku dia cari ke Pasar Kramat Jati. Proses mencari bahan bumbu dan ikan fresh dirasakan paling susah. Trik buat kamu pengusha tetapi masih bekerja: Dia datang pada hari Sabtu- Minggu. Proses mencari dilakukan sendiri. Proses nego dilakukan di tempat. Lalu proses memasak juga dilakukan sendiri ya.

Ia lantas memberi nama Dong Alo, Cakalang Khas Manado. Proses marketing cuma mulut ke mulut. Lalu ketika mulai banyak pembeli. Christian masuk ke ranah sosial media, mulai Facebook, sampai Instagram. Penjualan naik sampai 800 kemasan per- bulan. Harga jualnya dibandrol Rp.17.000 sampai Rp.20.000.

Ia mengatakan akan lebih fokus. Pengembangan produk Dong Alo harus lebih. Kalau rencana sih dia ingin membuka usaha lain. Sementara fokus mengerjakan usaha Dong Alo. Ia ingin fokus penuh setiap waktu dulu ke bisnis cakalang. Titik triggernya ketika sudah sampai penjualan 1000 kemasan per- bulan.

Artikel Terbaru Kami