Minggu, 16 Oktober 2016

Usaha Membuat Kardus Mahal Hotel Bintang Lima

Profil Pengusaha Gayayanto Sutedjo 



Sukses Gayayanto Sutedjo tidak mudah. Jatuh bangun sudah dirasakan veteran pengusaha ini. Mulai bisnis rotan, garmen, dan terakhir bisnis kemasan. Tahun 1989, ia tengah membangun bisnis rotan, pada masa itu ia sempat merasakan rasanya sukses jadi pengusaha.

Bayangkan rotan bikinannya sudah diekspor ke tujuh pembeli tetap Jepang. Masuki tahun 2003, pembeli tetapnya turun, hingga tersisa tiga alhasil dia mulai getir. Pengiriman ke Jepang semaking turun kala itu. Ia mengisahkan dari delapan kontainer sisa satu kontainer; itu juga tidak serutin dulu.

Karena bisnis rotan meredup. Ia mengambil ancang- ancang. Gayayanto lantas berbisnis garmen di tahun 2000 sampai 2003. Kalau bisnis garmen sama sekali tidak cocok. Gagal berbisnis total barulah dirasakan pengusaha satu ini.

Bisnis berusaha


Ketika bisnis rotan tengah redup. Justru berbisnis garmen tidak untung. Bahkan rugi karena barang tidak terserap pasar. Dia rugi sampai miliaran rupiah loh. Tidak patah semangat, akhir tahun 2003 -an, mulailah ia menekuni hobi lama yakni membuat aneka kemasan.

Ia mengenang sejak kecil suka prakarya. Kegiatan membuat aneka kerajinan sederhana tetap berlanjut. "Sampai kamar saya penuh hasil buatan saya," seloroh Gayayanto.

Tentu tidak terpikir prakarya sederhana menjadi bisnis. Ia sama sekali tidak terbayang. Bahkan bisnisnya kali ini terbilang besar -banyak klien ternama. Tujuan awal membuat sesuatu agar penghasilan tetap bisa tetap mengalir. Eh, permintaan malah semakin banyak mendatangi Gayayanto, jadilah bisnis serius.

Ia mulai serius mengerjakan bisnis ini. Bisnis kemasan buatan tangan sendiri mulai dipasarkan. Walaupun dulu pernah menjadi pengusaha besar, ia nyatanya tidak malu memulai bisnis dari nol. Bisnis sederhana yang terlihat sepele inih. Pemasaran juga tidak tanggung sampai ke kawasan Kemang.

"Sampai nenteng- nenteng (jualan) setiap hari," kenangnya.

Momentum datang memasuki tahun 2004 silam. Tahun 2004 itu, ia bertemu seorang saudara yang bekerja di Departemen Perindustrian, ia menyarankan Gayayanto mengikuti pameran di Malaysia. Saran cerdas itu dijalankannya dan terbukti: Brand miliknya mulai dikenal hingga diperhitungkan masyarakat.

Dari sanalah produk kemasan Gayayanto laris manis. Semakin dikenal banyak orang, tahun 2005, datang pesanan dari hotel sampai perusahaan. Waktu itu ia belum menyeriusi bisnis kemasan premium. Hanya mengerjakan kemasan kado, atau souvenir wanita.

Bisnis tersebut lantas diberinya nama Garilanoncraft -diambil dari nama depan sendiri, istri, dan kedua anaknya-, yang mana semakin bersinar. Tahun 2006 bisnis kemasan premium Garilanoncraft dimulai. Dia mengajak keponakan yang kebetulan sekolahnya jurusan desain.

Pada 2008, dia sukses mendapatkan tawaran memasok kemasan PT. Doulton Indonesia. Setahun penuh dia coba mengirimkan contoh ke kantor pusatnya, di London, Inggris, dan akhirnya berhasil menyaingi produk sejenis asal China.

Mengalahkan produk China


Semakin kedepannya Gayayanto malah semakin sukses. Bisnis kemasan, akhir 2009, terpilih menjadi bungkus produk keramik. Ia membantu pemasok bisnis keramik. Meski senang, tetapi pusing, kerana apa ya karena ia kaget setengah mati sekali pemesanan langsung 13.000 kemasan.

Dia kebingungan menyiapkan segalanya. Bayangkan usaha kecil Gayayanto harus mengerjakan semua. Ia pontang- panting mencoba memenuhi permintaan. Pria penggemar sepeda ini memang tidak mau buat menyia- nyiakan. Melalui pengalaman diambil hikmah bahwa dia harus lebih serius.

Untuk itulah ia mulai merekrut lebih banyak pegawai. Pengalaman berharga tersebut yang kemudian melahirkan perusahaan bernama PT. Ratindo Artistik.

Dia kini berhasil memenuhi pesanan PT. Doulton Indonesia. Dia sudah mampu memenuhi pesanan 13.500 per- bulan. Beberapa perusahaan juga memesan setiap bulan. Tuntutan pasar membawa Gayayanto makin mengembangkan kualitas.

Diantaranya dengan dua meskin buat mengelem dan membuat lingkaran. Dimana tahap penyelesaian akan dilakukan manual. Desain baru juga dikembangkan. Ratindo Artistik memproduksi kemasan premium yang terbuat dari bahan vinil setebal 3mm dilapisi kain dan berbentuk indah.

Produknya tidak cuma buat umum. Kelas premium sudah menjadi langganan hotel, bank, dan perusahaan keramik. Produknya mengemas mulai pulpen mewah, jam tangan mahal, dan kartu kredit. Sebulan sudah memproduksi 15.000 kemasan. Harga jualnya Rp.12- 60 ribu dengan omzetnya mencapai Rp.400 jutaan.

Ketika memasuki musim lebaran menjadi keberuntungan. Dimana banyak toko menggunakan kemasan buatan dia. "...biasanya toko kue ikutan memesan," tuturnya.

Artikel Terbaru Kami