Sabtu, 10 September 2016

Membuat Album Foto Menjadi Usaha Menjanjikan

Profil Pengusaha Freddy Sinatra  dan Lio Andrian


 
Usaha berawal dari iseng sudah banyak. Berawal keinginan menambah uang jajan. Alkisah ada seorang mahasiswa bernama Freddy Sinatra menjajaki wirausaha. Usaha foto album kecil- kecilan berubah jadi satu perusahaan besar. Lumayan lama dari berjualan keliling hingga menembus pasar internasional.

Jiwa seninya memang menjadi andalan. Ditambah keuletan ingin mencari penghasilan sendiri. Usaha yang dirintis sejak 1964 kemudian berkembang. Freddy sempat loh berjualan keliling. Menenteng album foto ditangan, menjualnya dari pintu ke pintu. Tangan dinginnya lalu memasukan karya ke toko- toko sekitaran Semarang.

Tidak disangka usaha album foto ternyata menjanjikan. Usaha bernama Susan Photo Album mulai tampak untung didepan mata. Produk foto album miliknya bahkan masuk ke pasar Australia.

"Saya tidak menyangka bila bisnis ini bisa berkembang pesat," kenangnya. "Saya memulai usaha album foto ini hanya iseng."

Usaha yang awalnya cuma menghasilkan uang jajan. Kemudian merambah uang tabungan buat kuliah. Inilah hidup kini Freddy telah berbalik 180 derajat. Pria kelahiran Blitar 1946 ini memang sudah berniat untuk membuka usaha sendiri. Ide membuat usaha apa berbekal kreatifitas tangan sendiri.

Bisnis tidak disangka


Dia mencari bahan, membuat, dan memasarkan sendiri. Awalnya dia berjalan berkeliling menawarkan satu per- satu. Suami Lanny Riana Dewi ini, memang sudah menyukai dunia seni. Dibantu dua orang karyawan agar bisnis Renddy tetap berjalan. 

Tugas utama Freddy adalah memotong dan pengepakan. Dalam sebulan menghasilan 20 buah album foto. Ia menyebutkan kualitas utama merupakan kunci. Tidak cuma sekedar desain bagus saja. Pelayanan baik mampu membawa perusahaan, kini, memiliki 200 orang karyawan tersebar.

Soal menjalankan bisnis tidak perlu neko. Usaha kecil- kecilan dikerjakan mengikuti arus. Namun dia ingat bahwa bisnis berubah mengikuti jaman. Dia tidak bisa menjaga loyalitas pelanggan terus. Jika ada perubahan sedikit saja usahanya akan hangus. Inilah Freddy fokus mengembangkan inovasi produk lebih baik.

Ia rajin menungunjungi pameran. Aktif menjual tidak cuma offline, juga online melalui sosial media atau website perusahaan sendiri. Barapa pun permintaan pasar diusahakan dipenuhi. Dulu mungkin Freddy akan keteteran tetapi sekarang tidak.

Ayah dua anak, Lio Andrian dan Olivia Susanti, hanya ingin melayani saja. Kualitas produk sekali lagi, lalu inovasi, ditambah melayani pembeli. Tidak salah usahanya lambat laun berkembang makin pesat. Pesanan album foto meningkat cepat. Pria bermoto "maju terus" merasakan Susan Album Photo sudah terkenal.

Tahun 2016 saja, Susan Album Photo memiliki 200 orang karyawan, sudah termasuk tenaga produksi dan staf. Niatnya sungguh- sungguh membuka usaha. Membantu lebih banyak lewat jiwa seninya. Dia bekerja keras tanpa dipengaruhi omongan orang sekitar. Tidak terpengaruh dan fokus mengembangkan usahanya.

Nama Susan sendiri ternyata bukan nama orang terkenal. Bukan pula nama istri Freddy sendiri. Pemilihan brand Susan hanya nyeletuk saja. Alasan utama karena mudah diingat dan diucapkan. Orang luar negeri juga mudah mengucapkan Susan.

Bisnis Freddy tidak berhenti di penjualan langsung. Dunia digital eCommerce sudah dijajaki pria paruh baya tersebut. Namun demikian pendekatan personal lebih kental. Sukses Freddy kini diambil alih oleh sang putra. Lio Andrian memiliki masalahnya sendiri dimana orang menyebut album foto sudah kuno.

Bisnis tak lekang


Meski banyak orang bilang jualan album foto sudah ketinggalan jaman. Lio masih meyakini bahwa ini hanya soal peralihan. Oleh karena itulah, ia bertekat merubah konsep album foto agar dapat mengikuti laju perubahan jaman. Lio sendiri tampak siap menghadapai tantangan global bisnis album foto.

Tidak cuma menjual album foto. Perusahaan mereka mantap memberikan jasa konsultasi. Bagaimana agar membantu rekanan bersama memajukan bisnis mereka. Lio menyasar konsep album art work, corporate package, hingga mengambangkan bisnis lain di dalam maupun luar negeri.

Freddy sendiri sudah membekali Lio. Selain ekspansi bisnis lain, seperti bisnis bridal, salon kecantikan, dan spa. Itu semua diberi nama Susan.

Devirsifikasi bisnis memang giat dilakukan Freddy. Bisnis selain album foto dikerjakan sang istri dan juga putrinya. Dua wanita Freddy memang menyukai bisnis kecantikan. Freddy mengaku bisnis dijalankan tidak ada perencanaan khusus. Freddy sendiri sejak awal sudah dibantu permodalan oleh Bank BCA.

Lio sendiri menjalankan bisnis senang hati. Memang berwirausaha sudah menjadi passion -nya. Selain itu, dirinya mewarisi bakat seni sang ayah. Dia tertarik karena melihat ayah bekerja sejak kecil. Freddy bilang Lio tidak melihat uang dibalik bisnis ayahnya. Cuma dia melihat bagaimana bisnis mempengaruhi industri fotografi.

Inilah kenapa Lio lebih mencintai berwirausaha. Dibanding sibuk memikirkan berapa uang didapat. Freddy sendiri membebaskan Lio berekspresi. Lio sendiri mengerjakan business development. Bagaimana agar membuat brand awareness tentang produk- produk milik Susan.

"Banyak orang menyebut pasar album foto sudah "senja"," ujar Lio. Penulis melihat bisnis mereka bukan cuma soal album foto tetapi brand Susan itu sendiri.

Artikel Terbaru Kami