Minggu, 11 September 2016

Buka Usaha Tali Temali Untung Kalau Digali

Profil Pengusaha Bernama Joko 



Iseng main simpul Pramuka jadi usaha. Inilah kisah Joko, pengusaha sekaligus seniman tali makrame dan kur. Ini karejinan memang lebih dikenal kerajinan tali Pramuka. Tetapi sejarahnya ternyata jauh. Seni ini dikembangkan oleh sosok Alm. Bambang Sumitro. 

Joko sendiri hanyalah seorang pegawai SPBU. Sementara Bapak Sumitro merupakan seniman sejati. Dia yang belajar dari tempatnya bekerja dulu. Sumitro lantas mengajarkan ke semua orang, mulai dari ibu- ibu sampai anak putus sekolah. Sedangkan Joko mengambil ilmunya sebagai dasar membuka usaha.

Kerajinan anak SD ini memang sudah dikenal langka. Jarang sudah peminatnya jaman sekarang. Justru ide muncul dibenak mantan pegawai SPBU ini, yang juga pernah menjadi karyawan hotel. Joko memang orang biasa tetapi dibalik usahanya sekarang terselip harapan lain.

Bisnis lestari


Ia ingin melestarikan seni makrame. Memang simpul- menyimpul membutuhkan waktu lama. Mungkin juga inilah alasan banyak orang "malas" melanjutkan. Joko berusaha menjalankan misinya, membuat aneka kerajinan, dari meja gantung, akuarium gantung, gantungan pot, tirai, sampai tempat tidur gantung.

Jiwa seni Joko memang kuat meski bukan seniman. Dia tau akan cantik jadinya jika seni talinya dipadu padankan dengan desain interior. Contoh lampu gantung eksotis buatan Joko. Atau coba beli akuarium gantung miliknya. Yang mana dipadukan lampu, menjadi penerang manis dan unik dikala malam hari.

Atau tirai tali buatan Joko yang berukuran 1x2 meter. Yang mana menghabiskan waktu 8 hari pengerjaan. Disini letak keindahan dan nilai usaha dijalankan Joko. Jika Bapak Sumitro membuat tas tali buat satu perusahaan. Maka Joko memilih membangun mimpi perusahaan sendiri.

Ia sangat menyangkan tidak ada penerus. "Semenjak tokohnya meninggal, daripada seninya mati disini, saya mencoba hidupkan kembali," pungkasnya. Harga produk mulai termurah Rp.5000 sampai yang paling mahal Rp.2,5 juta untuk meja gantung. Semakin mahal maka pengerjaan dan detail semakin sulit.

Pelanggan tetap dari luar negeri, adalah negara- negara pecinta produk handmade, seperti Swiss, Jepang, Belanda, Jerman.

Artikel Terbaru Kami