Jumat, 02 September 2016

Dihina Juri Pengusaha ini Malah Jadi Lebih Kaya

Profil Pengusaha Shaun Pulfrey 



Di tahun 2007, juri- juri acara reality show pengusaha, Dragon's Den menyebut produknya aneh. Tidak akan laku dijual. Peter Jones menyebutnya "otak rambut". James Caan menyebutnya membuang waktu. Duncan Bannantyne menyebut itu mau membuatnya melepas rambut. Dan lagi, Deborah Meaden menyebutnya "sisir kuda".

Sebuah produk bernama Tangle Teezer. Produk sisir rambut mutakhir untuk rambut kusut mu. Bagaimana sih kita bisa menata rambut kita cepat. Tanpa lagi takut membuat rasa sakit layaknya dijambak. Apalagi jika kita akan menyisir rambut anak kita, tentu tidak mau ada rambut yang rontok tertarik.

Diawal mempresentasikan produk sudah ditolak. Bahkan oleh Deborah Meaden, seorang wanita yang tentu membutuhkan produk kecantikan ini. Cuma menunjukan didepan juri langsung dikomentari buruk. Pria yang bernama Shaun Pulfrey ini dikatai bahwa produk kecantikannya tidak akan menjual.

Tidak mau menyerah oleh hinaan tersebut. Coba bayangkan diri kamu dihina di depan acara televisi live. Ia segera membenahi diri dan semakin ambisius. Dia memperbaiki produknya. Dan hasilnya, nilai produknya kini sudah bernilai 200 juta Pound, nilainya lebih tinggi dibanding kekayaan Deborah Meaden yang 40 juta.

Bisnis masa depan


Mungkin jika melihat produknya kasat mata. Di tahun 2007 maka pantas jika Shaun mendapatkan hinaan. Tapi ide dibalik produk Tangle Teezer bernilai masa depan. Orang yang dulu haruslah berhati- hati menyisir anak, agar tidak menjambak, membuat sakit, membuat rambut bercabang, dan sebagainya.

Kini, berkat Tangle Teezer semuanya akan aman terkendali. Meski memiliki nilai masa depan, tidak pernah terpikir oleh juri Dragon's Den. Karena sejujurnya apa dipikirkan Shaun bukanlah hal baru. Juga bukan salah juri karena ketika memprentasikan produknya, Shaun gagal membuat mereka tertarik.

Tetapi masa lalu tinggal lah masa lalu. Shaun telah meninggalkan presentasi kacaunnya. Bayangkan ketika juri bertanya dari 350 orang mencoba, Shaun mengaku 20 orang memberikan timbal balik jujur. Ditambah ketika memberikan demo -kepala patung terlihat rusak rambutnya lengket- ditambah produknya rusak ditengah jalan.

"Saya tidak kecewa tidak mendapatkan uang (modal). Karena saya bisa mendapatkannya dari bank," ia menjawab.

Bagi Shaun, dia hanya ingin mengatakan bahwa produknya benar, merupakan produk masa depan apapun bentuk prototipenya. Dan dia kecewa karena juri tidak melihat apa dibalik Tangle Teezer. Hingga sebuah perusahaan menjualkan produknya sampai beraset 200 juta Pound.

Bisnis dari hinaan


Mungkin karena Shaun mengomentari rambut Deborah. Kala itu, Shaun mengomentari rambutnya diwarnai -padahal itu tidak, tetapi natural. Alhasil dia mungkin kesal dan mengatakan produknya "sampah". Padahal mungkin saja wanita pengusaha satu ini tertarik berinvestasi ke bisnis Shaun.

Shaun awalnya adalah bekerja sebagai hair- stylist. Lebih tepatnya dia jago dalam hal mewarnai rambut pada 1978. Berjalanannya waktu dia bekerja untuk Pierre Alexandre,  Tony&Guy, Nicky Clarke, dan Richard Ward salons. Tahun 2002, dia meluncurkan buku, berjudul Saya Mau Menjadi Pirang.

Opsesinya tentang rambut dimulai sejak 2003. Dia melakukan serangkaian penelitian tentang sisir. Tujuannya adalah menciptakan alat penata rambut profesional. Bertahap dia membiyai untuk pengembangan produk sederhananya dulu.

Dia lalu masuk acara berani menjadi pengusaha Dragon's Den. Dia menawarkan saham 15% atau senilai uang 80.000 Pound. Ketika banyak juri menghina justru keajaiban terjadi. Banyak orang penasaran dan masuk ke website Tangle Teezer. Alhasil situs tersebut crash karena terlalu banyak pengunjung datang.

Sebuah viral tersendiri, pembelian naik jadi 1.500 buah seketika itu. Masuk tahun 2008, perusahaan yang bernama Boots, yang mulai menyetok produk tersebut. Tahun 2009 keuangan perusahaan kecilnya mulai menunjukan kemajuan. Brand Tangle Teezer mulai menghasilkan keuntungan dan memasuki pasar global.

Bisnis Tangle Teezer dalam setahun menghasilkan nilai balik 23,4 juta Pound. Banyak selebriti menjadi fans produknya mulai Victoria Beckham dan Cara Delevinge.

Sembilan tahun kemudian sejak acara Dragon's Den 2007. Dia telah mengekspor sampai 60 negara. Dibantu perusahaan retail Boots nama produknya naik pamor. Kemudian, nama perusahaan besar seperti Exponent, Inflexion, dan Bridgepoint membantu penjualan lebih banyak, dimana nilai asetnya jadi 200 juta Pound.

Uniknya dia merupakan pemegang saham tunggal, atau bisa dibilang, dia mendapatkan untung 100% dari kerja kerasnya.

Artikel Terbaru Kami