Kamis, 15 September 2016

Menakar Untung Bisnis Zaza Salon Muslimah

Profil Pengusaha Sukses Laili S



Menjadi pengusaha salon memang gampang- gampang susah. Munculnya salon khusus muslimah seolah menjawab keraguan. Benar- benar salon, memberikan pelayanan prima buat kecantikan wanita. Pengusaha asal Kudus ini berawal dari salon kecil menjelma menjadi besar.

Pelayanan ujung rambut sampai ujung kaki. Wanita bernama Laili S, mencoba menjabarkan tentang usaha dijalankan sekarang. Usaha yang memiliki pelayanan setara salon biasa. Baik pelayanan creambath, hair spa, hairmask, coloring, dll, sudah ada. Kemudian dikombain spa miss V dan totok aura membuatnya beda.

Laili meyakini pelayanan diberikan beda. Sangat berbeda dengan salon pada umumnya. Apalagi sebagai seorang muslim berjilbab Zaza Salon memang buat kaum hawa nyaman.

Bisnis muslim


Meski mengkonsep bisnis salon muslimah. Laili meyakinkan pelayanan mereka tidak kaku. Wanita dari kalangan manapun dapat merapat. Ia meyakinkan kaum Adam cuma menunggu. Area perawatan dibuat oleh Zaza sangat steril. Hairstylist dan Kapster memakai pakaian muslimah yang membuat nyaman.

Karena pakaian tertutup bukan berarti mereka tidak terampil. Ia meyakinkan bahwa mereka telah lulus tes. Pengusaha mantan pegawai BUMN, sebuah Bank, ini telah mendapatkan testimoni memuaskan dari para wanita muslimah.

Sukses membuat Zaza makin berjaya di Kudus. Bahkan nih ada salon mengaku- ngaku cabangnya. Padahal Laili belum membuka cabang kala itu di Kudus. Melihat potenis dia mengisaratkan melalukan ekspansi membuka cabang. Sejak 2010, Laili resmi membuka cabang lewat usaha berbasis waralaba salon.

Cabangnya sampai ke Cirebon, Malang, Probolinggo, Cilegon, Pangkal Pinang, Medan, dan Yogyakarta. Ia mengisaratkan akan terus mengembangkan sayap bisnisnya.

Berawal dari merasa kesulitan menemukan salon muslimah. Dia merasakan susah mencari salon yang pegawainya muslimah satu muhrim. Bermodal Rp.100 juta dirinya mantap membuak salon di Kudus. Ia menambahkan kelebihan usahanya pria tidak boleh jadi pegawai dan pria tidak boleh masuk area.

Omzet per- outlet Rp.45- 50 juta per- bulan. Dimana kontrak waralaba selama tiga tahun. Selama itu para mitra akan mendapatkan penghasilan 100% masuk kantung. Semua kebutuhan sudah disediakan pihaknya dan siap jalan.

Artikel Terbaru Kami