Kamis, 29 September 2016

Untungnya Jualan Ikan Hias Seharian

Profil Pengusaha Beni dan Mardiah 


 
Kisah pengusaha ikan hias kali ini datang dari dua generasi berbeda. Mereka lah, Beni (25) dan Mardiah (55), eksis berkat berbisnis ikan hias. Mereka bersaudara merupakan penjual ikan di kawasan kios penjual ikan hias daerah Jalan Muhammad Kafi I, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Mereka berada di komplek Balai Budidaya Perikanan, Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Pemprov DKI Jakarta. Yang mana terdapat sebelas kios berjualan disana. Sebelum berbisnis ikan hias, Beni sang adik, pengusaha muda satu ini pernah berbisnis lobster air tawar.

Berbisnis hias


Beni lantas pindah ke ikan hias. Beda Mardiah, mulai ikutan usaha ikan hias lantaran tidak ada pemasukan kuat. Semenjak sang suami Didi memilih pensiun dini pada 2003. Sejak pertama kali berwirausaha ya langsung menjadi penjual ikan hias.

Ibu tiga anak ini mengenang pertama usaha mereka dibuka. Mereka sama- sama menggelontorkan uang tidak sedikit. Beni yang Sarjana Ilmu Teknologi Kelautan, lulusan 2009, mengeluarkan uang sampai Rp.23 juta modal tabungan. Sementara ibu Mardia mengeluarkan uang sekitar Rp.20 juta.

Dalam kurang dari satu tahun, uang yang dikeluarkan keduanya kembali. Melihat prospek ikan hias bagus keduanya jadi lebih bersemangat. Mereka menjual ikan mas koki, manvis, komet, neo tetra, cupang, juga aligator, yuppy, kura- kura, lalu ada jenis arwana. Mereka juga menjual aneka kebutuhan ikan lengkap.

Dari menjual makanan, aksesoris, dan obat- obata, seperti blitz- icht, itu loh obat buat penyakit jamuran pada ikan. Aneka pakan tambahan juga tersedia seperti cacing beku, pelet, kemudian juga menjual aneka ukuran akuarium, dan batu karang hias.

Untung bersih dicapai Beni setiap bulan Rp.5 juta. Lalu Mardiah mampu mengantungi uang Rp.9 juta dan Rp.10 juta kotor. Keuntungan segitu tidak serta- merta. Mereka mengatakan bahwa butuh waktu 3 tahunan sampai mencapai angka itu stabil.

"Dulu pertama kali dagang sehari saya cuma dapat Rp.30.000 dan itu kotor," kenang Beni. Kalau sebulan ya untung paling Rp.300 ribu, kadang cuma malah balik modal belanja.

Faktor utama ialah letak jualan mereka. Jumlah pengunjung ke tempat itu hari biasa mencapai 100 -an. Dan kalau begitu pendapatan kotor mereka ya Rp.500 ribua per- hari. Nah memasuki akhir minggu atau hari libur pengunjung mencapai 1.000. Dalam sehari Beni pernah mendapatkan untung seharinya Rp.20 jutaan.

Tidak dipungkiri keadaan ekonomi global mengganggu. Pendapatan mereka cenderung menyusut hingga ia dan Mardiah cuma mengantungi Rp.300 sampai Rp.400 juta. Sabtu- Minggu cuma dapat Rp.3 jutaan saja. Ia mengatakan sebelum krisis per- hari mencapai Rp.500 ribu, Sabtu- Minggu mendapat Rp.5- Rp10 juta.

Keduanya mantap menjalankan bisnis sekarang. Kesulitan berjualan ikan menurut mereka tidak besar. Dan yang paling menggiurkan adalah untungnya besar. Prospek jualan ikan hias masih cerah. "Terus jualan ikan hias dong," seloroh Beni. Keduanya mengaku memang jadi hobi memelihara ikan jadi tidak ada paksaan.

Artikel Terbaru Kami