Jumat, 09 September 2016

Pengusaha Yogurt yang Pernah Bangkrut Bangkit Lagi

Profil Pengusaha Sukses Pepew 


 
Alkisah pengusaha muda bernama Pepew atau Febrianti, cuma tau wirausaha lewat buku teori. Berawal perkenalnnya dengan Rendy Saputra, pemilik KeKe Busana, timbul niat usaha. Lantas mahasiswi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Bandung (UPI), ini mulai langsung praktik.

Katanya nekat merupakan jalan baginya. Pepew nekat meminjam uang. Sebagai mahasiswa biasa, dia nekat pinjam uang, yang baginya tidak sedikit yakni Rp.24 juta. Sebenarnya malu sih tetapi hati ingin buktikan apa ucapan kang Rendy.

Diusia muda baru 19 tahun waktu itu tidak cuma pengangguran. Tidak punya penghasilan ditambah punya hutang puluhan juta. "Saya juga bingung waktu itu tidak malu sama sekali untuk utang (modal)," selorohn Pepew.

Bisnis yogurt


Kalau dibayangin pastilah malu. Tetapi memang malu tidak bisa membeli apapun. Kesuksesan tidak bisa ia capai kalau malu. Tidak punya pengalaman dia nekat buka usaha. Usaha berprinsip kalau belajar renang ya harus masuk kolam renang nyelem. Belajar wirausaha tidak bisa cuma baca buku atau internet.

"Harus nyemplung ke kolam," imbuhnya.

Berawal dari pelatihan kewirausahaan oleh Randy Saputra. Pelatihan tersebut menantang dia berwirausaha langsung.

Dua bulan membuka usaha -yang entah apa usahanya- finalis Womenpreneur ini malahan jadi bangkrut seketika. Hasilnya dia dicari- cari kreditor menagih hutang. Mereka meminta uang mereka dibayar dan ia tidak menghasilkan apapun. Uang modal tersisa tinggal Rp.1 jutaan dikantung Pepew.

Rasa malu barulah berasa ketika dia gagal. Rasanya ketika mau menutup usaha tersebut sudah tidak ada muka. Optimisme dulu tersisa rasa malu kepada teman sekuliahan. Terpaksa dia harus menutup toko dia banggakan dulu. Pepew jatuh sakit dan frustasi karena omongan Randy "salah".

Ia segera menemui Randy. Seolah ingin mengatakan semua dia katakan salah. Dengan entengnya nih sang motibator menjawab,"terjunlah kamu tanpa berbekal parasut". Randy mencoba menyemangatinya. Tetapi sakit hati tidak dipungkiri karena kini dia berhutang puluhan juta.

Ucapan Randy belum mengena langsung. Ia cuma tau Randy "menjerumuskan" dia menjadi pengusaha. Dia cuma mikir bagaimana membayar hutang titik. Dia kembali membuka usaha yogurt tetapi bermodal uang sejuta. Usaha dijalankan lebih bekerja keras dan ngotot karena hutang menumpuk- numpuk.

Dia merasa diterjunkan tanpa parasut. Ketika sudah jatuh tidak ada sama sekali penolong. Pepew cuma bisa merenungi nasib. Dia merasa dibodoh- bodohkan. Ke kampus terasa berat bagi Pepew melanjutkan. Tagihan tetap mengalir butuh mental superman menghadapi.

Kesimpulannya: Hutang adalah tanggung jawab harus dibayar. Ia membuka usaha yogurt bermodal meja kecil di depan rumah pinggir jalan. Tidak ada karyawan seperti ketika ia membuka toko di Jl. Trunojoyo. Ia membuka toko tersebut mulai Agustus 2010 tapi dua bulan bangkrut.

Niat membayar utang berbuah manis. Niat baiknya terbayar dengan usaha makin laris. Berjualan nekat ia mendapatkan untung lumayan. Omzet Rp.10 juta bermodal meja ukuran 1x1 meter. Semangat Pepew naik lagi dan tidak malu. Dia menjalankan usaha kembali dan mencicil utangnya sedikit- demi sedikit.

Usaha yogurt pinggir jalannya sukses. Langsung dia membuka toko di kampusnya sendiri. Kemudian dia sudah membuka warung bukan cuma meja kecil. Dia bisa bernafas lega serta ringan pergi ke kampus. Dia sukses membayar hutang semuanya dalam enam bulan.

Jadilah toko tersebut sebuah kedai Jalan Cihaurgeulis no.4 Bandung. Dua gerai masing- masing Jakarta dan Bandung. Untuk kedepan dia berharap mampu membuka bisnis bar yogurt. Brand Amleera mulai naik daun berkat kerja keras Pepew. Dia sadar kita lah sendiri bukan orang lain yang menaikan semangat.

Artikel Terbaru Kami