Rabu, 10 Agustus 2016

Blog Fasion Dunia We Wore What Dari Hobi

Profil Pengusaha Daneille Bernstein 


 
Berawal sebuah blog bernama We Wore What. Yang mana dia harapkan, awalnya, menjadi sebuah tempat buat foto- foto fasion miliknya. Dia menyukai foto. Dan bermaksudkan menangkap gaya anak muda aslinya New York seperti dirinya. Talenta Danielle Bernstein ternyata lebih dari sekedar memfoto saja.

Selera berpakaian miliknya membawa dia ke depan kamera. Wanita kelahiran 28 Mei 1992 ini memutuskan untuk memperdalam hobinya. Dia adalah mahasiswi Fashion Institute of Technology -jurusan periklanan dan marketing-, yang hobinya memfoto teman satu kampus fasion nya.

Mahasiswi rajin


Ketika dia pindah ke kampus FIT. Dia menemukan dunia berbeda. Bayangkan sebagai kampusnya para desainer atau ahli fasion. Banyak hal menarik perhatian Danielle dimata kamera. "Saya membawa kamera saya dan segera memfoto para mahasiswa fasion," ujarnya kepada Barneys.com

We Wore What mengambil nama unik dari www (internet) itu sendiri. Blog tersebut menangkap fasion para anak muda New York. Dalam perjalanannya dia kemudian diundang memfoto gaya urban buat acara New York Fashion Week. Dia malah tertangkap difoto oleh banyak fotografer karena gayanya.

Dalam perjalannya blogging, Danielle menyadari bahwa fasion tentang personal style lebih menarik. Banyak pembaca lebih tertarik apa yang dia pakai sendiri. Pakaian apa, make- up apa, sepatu apa, dari ujungnya kepala sampai kaki Danielle.

Akhirnya dia merubah gaya blognya. Dia lebih fokus ke gaya fasion dia sendiri. Berkeliling Kota New York, Danielle berpetualang mengenakan fasionnya sendiri.

"Hubungan paling penting dalam hidup kamu ialah hubungan kamu dengan diri mu sendiri. Karena apapun yang terjadi, kamu akan selalu menjadi diri kamu sendiri," singkatnya.

Dimulai sejak enam tahun lalu semuanya bermula. Dari hobi berubah menjadi full- time blogger dan menjadi bisnis. Membangun brand diri sendiri sebagai sosok fasion stylist. Dia selalu mencoba jujur dengan gayanya berpakaian sendiri.

Selain melalui blog, Danielle lantas masuk ke ranah sosial media. Ia merambah Instagram langsung melejit dengan 1,4 juta pengikut. Dia juga aktif posting di Snapchat. Tugasnya hanyalah menunjukan apa yang dia lakukan keseharian. Inilah penggabungan antara blog dengan segala artikel dan di kehidupan pribadi sosial media.

Tahun 2012, Refinery29 menamakan dia salah satu blogger stylist masa depan, dan menjadi awal membuka mata dunia. Maka tidak salah jika Macy's -sebuah brand- mengajak Danielle bekerja sama. Dia kemudian mempromosikan dirinya dalam lebel mereka. Gaya Danielle pribadi tercetak melalui kerja sama tersebut.

Memasuki Desember 2016 Danielle berubah. Dia mulai mengerjakan tentang topik interior design dan juga pakaian pria. "We Wore What menjadi brand gaya hidup," tuturnya. Danielle juga mulai mengerjakan brand sepatu sendiri. Juga membuka bagian lain blog seperti We Traveled Where dan We Ate What.

"Saya ingin bisa membagi bagian lain saya tidak hanya soal fasion," ungkap Danielle. Juga termasuk menulis buku dibalik kisah sukses blognya.

Meski sosial medianya besar. Faktanya dia memiliki tim kerja masih kecil. Seorang fotografer profesional akan mengambil gambar buat blognya satu kali seminggu. Dan tim inti kerjanya hanya ada dia, manajer proyek, dan intern. Dia sih berharap dapat mempekerjakan lebih banyak orang lagi.

Barapa dia dapat dari blog fasionnya. Antara $5.000 sampai $15.000 buat postingan bersponsor. Nilanya bisa naik atau turun tergantung jeda waktu kontrak dan fokus produknya.

Artikel Terbaru Kami