Kamis, 21 Juli 2016

Menjahitkan Rok di Instagram Chandra Annisa

Profil Pengusaha Chandra Annisa 


 
Sukses jualan rok Chandra Annisa bukan biasa. Karena pengusaha muda satu ini menciptakan rok custom. Usaha ber- brand HDCK ini mampu merebut perhatian masyarakat. Padahal tuturnya bahwa usaha ini mulai dengan bermodal minimalis. Yaknilah apapun selama kamu bekerja keras meski modal minim tidak masalah.

Dia berkisah bermodal Rp.35 ribu. Awal Annisa merasa berjualan rok punya prospektif. Lebih- lebih bisa membuat rok sendiri. Kelihatan mudah dan bahannya sederhana. Sejak 2014, dia lantas menawarkan bisnis berkonsep rok custom, yang mana rok dipesan sesuai keinginan, dari ukuran, bahan, dan modelnya.

Bukankah strategi tersebut bukan hal baru. Kebanyakan wanita pasti sudah terbiasa menjahitkan sendiri ke tukang jahit. Strategi Annisa ditambah memanfaatkan internet mempermudah transaksi.

Bisnis internet


Uang Rp.35 ribu dibelikan bahan sifon. Kemudian kain dijahitnya dan itulah rok contoh buat dipamerkan ke sosial media. Contoh rok dipamerkan ke teman- teman. Mereka tertarik lantas memesan. Lantaran awalnya tidak ada modal, Annisa mengakali dengan mengisyaratkan uang muka 50%, dari harga satuannya itu Rp.55 ribu.

Rok ber brand HDCK memiliki kepanjangan hope, do, create, dan keep alive. Inilah visi dari bisnis yang ia jalankan sampai sekarang. Konsep open order diberikan beserta periode waktu tertentu. Rok dibuat sekitar 2 hari sampai 5 harian. Pemesanan pun meningkat drastis ketika memasuki masa Ramadhan.


Sukses Annisa bukan tanpa sebab. Dia mencoba mempermudah jasa menjahitkan. Model contoh kemudian ia kembangkan menjadi 15 model. Bahan digunakan mulai kain sifon Jepang, kain satin valvet, satin Jepang, atupun kain jersey, katun, tutu, sandwash dan wedges.

Harga rok sudah jadi berkisar Rp.45 ribu sampai Rp.120 ribu. Untung diperoleh Annisa lumayan mencapai 40% -nya. Pemasaran paling utama melalui Instagram @hdckhardware, juga melalui aneka bazar seperti hal di car free day Malang. Atau kegiatan lainnya, yang bertujuan menonjolkan brand miliknya itu.

Dalam event tertentu ia memberikan potongan khusus. Diskon termasuk buat pemesanan 3 potong rok yang khusus dijahitkan ini. Meski permintaan membludak, Annisa mengaku masih terbatas memproduksi. Patut disayangkan, namun dia optimis mampu mengembangkan bisnisnya.

Ia pun bertekat memperbanyak produksi lewat mesin baru. Annisa tengah mengumpulkan modal. Dia kelak berharap mampu memproduksi rok satu stok aneka ukuran. Jadilah pelanggan tidak butuh waktu lama buat menunggu jahitan. Dalam sebulan dia bisa membuat beberapa kemudian diupload ke sosial media internet.

Persaingan terbilang super ketat buat bisnis rok. Itulah kenapa dia menghadirkan rok custom. Memiliki satu dimensi berbeda soal desain. Pelayanan konsumen juga diperhatikan Annisa. Peluang masih terbuka karena orang butuh pakaian terutama wanita. Produk fasion memang tidak pernah akan mati jika ke depan.

"Kuncinya harus mengikuti perkembangan fasion," ujarnya. Carilah celah diantara keinginan konsumen ke depannya.

Artikel Terbaru Kami