Minggu, 31 Juli 2016

7 Tips Menggapai Mimpi Pengusaha

Artikel Bisnis Mimpi Pengusaha 



Apapun mungkin terjadi, jika kamu tetap mendorong diri mu jauh, menjauhi zona nyaman kamu sekarang ini. Inilah saran dari seorang atlit beralih profesi pengusaha. Dia adalah Lewis Howes memberikan saran juga pelajaran hidup bagaimana mencapai kesuksesan.

Beginilah bagaimana Lewis menemukan kesuksesan dalam dirinya.

1. Kamu tidak bisa bermain aman.

Ketika dia mencoba berbisnis baru. Dia harus mengorbankan bisnis sebelumnya. Menjual perusahaan yang sudah lama dia dirikan bukanlah mudah. Sebuah pengorbanan besar dilakukan Lewis. 

"Itu mampu membawa ku ke arah berbeda dengan brand pribadiku. Saya mampu merubah itu menjadi sesuatu yang saya minati. Saya tidak pernah melihat ke belakang," paparnya.

2. Menjadi entrepreneur memiliki fokus atlit

Dia sukses menjadi atlet. Bahkan ketika dia jatuh bangkit menjadi atlit kembali. Meskipun menjadi atlit sudah lagi bukan fokusnya, siapa sangka Lewis masih "berolahraga". Ya melalui entrepreneurship dia mampu jadi sosok pengusaha tangguh. Fokus Lewis sangatlah baik apalagi soal mengolah tangan.

Hal lainnya adalah fokus ke tujuan, menghempaskan gangguan, dan bertahan dengan rasa sakit. Melalu ini ia memiliki perbedaan ketika menjalankan bisnisnya.

Fokus saja tidaklah cukup loh. Menurutnya fokus membutuhkan kejelasan. Butuh tekat agar mencapai satu hal. Contohnya ketika kamu fokus menghasilkan untung lebih maka untung lah. "Tetapi jika kamu fokus ke kesendirian, maka sendirilah kamu."

3. Jagalah pikiran dan tubuh

Mencapai tujuan berarti tekun bekerja. Tetapi kamu tidak boleh lupa tubuh mu. Tetaplah kamu menjaga apa tubuh kamu. Lakukan lah seperti olah raga dan tidur baik, "itu sangat penting untuk menjaga pikiran kamu tetap tajam dan fokus."

Pikiran dan tubuh memiliki koneksi kuat. Jika kamu tidak sempat merawat tubuh maka sekarang perlakukan dia penuh hormat. Kamu tidak akan mencapai potensi tertinggi. Jika tidak menjaga tubuh walaupun kamu memiliki mental kuat tidak akan berhasil. Lewis belajar banyak tentang hal bisnis, hubungan, disalurkan lewat fitnes.

Lewis bermain handball dan basket. Dia melakukan olahraga teratur. Lewis mengatakan menjaga tubuhnya tetap fit apapun dia tengah kerjakan.

4. Percayalah akan kehebatan

Tidak jarang orang merasa depresi kemudian berhenti mengejar mimpi. Jika kamu ingat bagaimana proses sampai kamu punya mimpi. Ketika itu kamu melihat tumbuh kembang mu. Dan disanalah keberanian untuk bermimpi sudah merupakan kehebatan.

"Setiap orang memilik kehebatan dalam diri, sebuah tujuan hidup, dan satu cara unik talenta untuk disalurkan nanti," ujarnya.

Dunia dipercayanya akan berubah lebih baik. Jika saja, orang mau mengembangkan kemampuannya, dan mau mencari tema untuk pengabdian.

5. Dapatkan pencerahan

Mungkin akan mudah masuk kedalam perasaan bersaing. Menjadi begitu terkungkung dalam kehidupan yang menutupi siapa kamu. Kamu harus benar memiliki kerjenihan melihat apa kamu sebenarnya inginkan. Jika kamu tidak mengetahui tujuan akhir, maka tidak akan ada jalan kemana kamu pergi.

Itulah kenapa dari 40% sampai 90% pengusaha akan gagal.

"Mungkin ini akan butuh beberapa waktu, tetapi itu esensial untuk mendapatkan kejelasan apa visi kamu ke depan," ujar Lewis lagi. Jika kamu tidak tau kenapa kamu bersemangat mendorong diri. Kamu hanya akan energi terbakar habis atau keluar dari kesempatan.

6. Mulailah dari tempat sebuah keaslian

Mempromosikan sendiri merupakan apa pengusaha butuhkan untuk keluar dari zona dan mencapai tujuan. Ia menambahkan namun harus jujur. Orang akan menyadari siapa berpura- pura. Siapa yang tidak datang dari satu tempat kejujuran.

Mungkin beberapa orang berbeda dengan cara Lewis. Namun inilah tempatnya, sebuah identitas keaslian, dimana dia mempromosikan dirinya sendiri. "...dari sebuah hasrat untuk melayani banyak orang," ia tambah lagi. Niat inilah yang merambat sampai ke tindakan dan ucapan.

7. Biarkan mimpi mengarahkan mu

Dia mengakui banyak meninggalkan mimpinya. Diantaranya terlihat sudah tidak mungkin dapat. Tetapi dia tetap mengejarnya. Dia belajar untuk mengikhlaskan satu mimpi pergi. Bedanya Lewis selalu mengejarnya dan biarkan mimpi menentukan dirinya. Tidak mengejar sama sekali hanya akan menimbulkan penyesalan.

Justru tidak mengejar mimpi akan meninggalkan kebodohan, dan menyadarkan satu kesakitan terbesar ia tidak berkembang. Dia terus mengejar tujuan. Memupuk lebih banyak mimpi lagi. Dan akhirnya dia sudah menemukan mimpi besarnya yaitu membantu banyak orang menemukan mimpinya juga.

Artikel ini ditulis oleh Deep Patel, contributor Entrepreneur.com, penulis buku A Paperboy's Fable: The 11 Principle of Success.

Artikel Terbaru Kami