Minggu, 12 Juni 2016

Nama Besar Es Krim Sweet Sundae Yogyakarta

Profil Pengusaha Mika Akbar Andromeda 



Kepekaan akan lingkungan sekitar bisa menjadi senjata. Bagi kamu, pengusaha muda mampu melihat satu masalah di lingkungan sekitar. Contoh suksesnya Mika Akbar Andromeda. Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM) yang gemas melihat harga susu segar rendah karena salah mengelola.

Ia berkenalan dengan peternak sapi perah bukan tanpa sengaja. Waktu itu dia tengah menjalankan program dari kampusnya di Kaliurang, Yogyakarta. Andro yang sudah semester akhir mencoba menjadi penyuluh. Ia memberikan penyuluhan bagaimana memperbaiki mutu susu sapi mereka.

Dia menjelaskan rendahnya kualitas susu sapi karena kebiasaan. Bahwa petani mencampur susu sapi mereka dengan air. Memang mereka mendapatkan untung. Namun ternyata menjadi balik ke diri mereka sendiri. Dia menjelaskan justru karena ulah mereka harga susu sapi jatuh. Air merusak kualitas susu sapi meski untung buntung.

Para mahasiswa ditugasi menghilangkan kebiasaan mengoplos ini. Sayang, meski mahasiswa berhasil buat membimbing mereka, susu sapi mereka tidak segera dihargai. Terlanjut melekat dipandangan orang bahwa susu mereka tidak berkualitas. Kredibilitas petani Kaliurang dipertanyakan, harga susu ya masih murah lagi.

Andro tetap meyakinkan petani bahwa kualitas harus terus begitu. Tidak boleh kembali mereka mencampur air. Untuk itu dia berpikir bagaimana mengangkan susu sapi segar Kaliurang menonjol. Disinilah es krim jadi solusi ketika ia mendapatkan pengetahuan itu di kampus.

Bisnis manis


Kebetulah ya, pelajaran merubah susu sapi menjadi es krim merupakan pelajaran di fakultas Andro. Ingin sekali dia mengangkat harkat susu sapi petani lebih lagi. Melalui dijadikan es krim berharap nama susu sapi di daerah ini membaik. Ia lantas mengajak lima rekan, termasuk Yuki Rahmayanti, yang kini menjadi istrinya.

Awal bisnis mereka memberi nama Yogya Ice Cream. Merintis usaha memang membutuhkan modal mental kuat, sekuat baja. Apalagi mereka masihlah mahasiswa cuma punya uang jajan. Hal lain ialah adanya ejekan datang kepada mereka. Dia ingat betul ketika pertama kali mencoba.

"Mereka bilang, ini es krim atau air," kenang dia. Saking cairnya mungkin menjadi tidak ada rasanya.

Justru ucapan mereka menjadi dorong memperbaiki diri. Dia mengakui memang tidak jago. Tetapi sesuatu akan bisa karena biasa. Maka ia semakin bersemangat memperbaiki kualitas es krim mereka. Dari rasa, lalu tingkat kepadatan serta ketahanan.

Ia ingat betul es krim mereka meleleh dalam lima menit. Padahal baiknya butuh waktu sampai 20- 30 menit. Andro menggali ilmu tentang membuat es krim dari internet. Dia juga meminta konsultasi dosen bagaimana baiknya.

Awal berbisnis mereka bermodal uang jajan. Mereka membuka kedai kecil di pojokan kantin UGM. Yang mana ternyata bekas kandang. Seiring waktu usaha mereka berkembang namun lambat. Alhasil dua orang kawan Andro memilih keluar. "Mereka punya pandangan sendiri," ujar dia.

"...ada pula yang memilih menjadi karyawan," tutur dia. Dua pasang pria dan wanita ini sepakat tetap memilih melanjutkan usaha mereka.

Uang modal tambahan merembet sampai tabungan pribadi. Andro mengakali modal lewat mengikuti aneka ajang kompetisi wirausaha. Hasil memenangkan ajang dijadikan modal. Hasil terbaik datang dari ajang yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

Dia mendapatkan hadiah sampai Rp.35 juta. Melalui uang tersebut dia memberdayakan para peternak. Uang Rp.30 juta lagi menyusul karena menang lomba yang diadakan UGM. Uang tersebut lantas ia belikan mesin. Tambahan modal Yogya Ice Cream bisa membuka gerai di beberapa sekolah. Andro mengadopsi sistem kemitraan.

Bisnis memiliki visi


Berkat mengikuti aneka ajang nama Andro makin dikenal. Puncak ketika ia mengikuti Shell Livewire bulan September 2010. Mulai banyak orang menghubungi Andro. Entah mereka mengajak kerja sama atau mau membangun relasi. Selepas Yuki selesai kuliah tahun 2011, mereka kemudian melanjutkan menata bisnis.

Mereka mulai menawarkan es krim ke restoran, kafe, hotel, atau katering Kota Yogya. Andro bersemangat membuka pasar baru sampai Solo, Semarang, Magelang, dan Ambarawa. Kemudian nama bisnis Yogya Ice Cream berubah menjadi Sweet Sundae Ice Cream.

Ia menjelaskan hal tersebut lantaran tidak bisa dipatenkan. Nama Yogya terlalu general buat dijadikan nama merek pribadi. Meski berubah nama Andro dan Yuki tetap percaya diri. Pasalnya es krim mereka sudah tak kalah dengan es krim lain, bahkan yang ternama. Pelanggan puas karena es krim Andro sudah bertekstur padat.

Jadi kalau es krim mereka dijadikan campuran milk shake lebih untung. Andro lantas melamar Yuki pada 2013 lalu.

Sweet Sundae menghadirkan delapan rasa. Beberapa varian memberikan pembeda dengan es krim lain yang dijual ritel atau kafe. Sebut saja ada es krim rasa green tea. Dimana dijual Andro per- cup seharga Rp.2000. Selain itu Sweet Sundae juga melayani kemasan 1 liter, 5 liter, dan 10 liter, untuk pasar hotel, kafe, resto, dan katering.

Pria kelahiran Jakarta makin mantap berbisnis es krim. Pengusaha muda ini memang memiliki visi menjadikan bisnisnya besar. Bahkan dia bercita- cita mampu menjadikan brand internasional. Produk dan kemasan dia sudah buat sedemikian lupa agar bersaing.

Andro sangat memperhatikan soal perang harga mungkin terjadi. Melalui strategi kemasan besar membuat Andro mampu masuk duluan ke pasar ritel. Ia sendiri sudah membuka pabrik sendiri di daerah Lempongsari, Sleman, Yogyakarta.

Jurus andalan lain digunakan Andro ialah pameran. Tidak cuma lokal, Sweet Sundae sudah berpameran ke Malaysia. Melalui ajang tersebut permintaan datang dari Arab Saudi dan Kamerun. Bahkan di Jeddah, dia diharapkan mendirikan pabrik es krim. Lalu ada Kamerun yang memiliki stok susu sapi siap olah.

Bisnis waralaba


Ide bisnis berawal dari kepekaan melihat kegelisahan. Mereka para petani sudah lama mengeluhkan harga susu mereka rendah. Kendati kualitas susu sudah membaik dibutuhkan waktu. Awal merintis usaha dia butuh 27 liter- 35 liter susu. Kemudian hari Sweet Sundae memproduksi 490 liter- 540 liter susu sapi segar.

Untuk memenuhi kebutuhan susu dibutuhkan dua koperasi susu dan 9 peternak sapi perah Kaliurang, Yogya. Andro pun menantang peternak agar menghasilkan susu berkualitas. Dia mengisaratkan kalau bisa bekerja sama. Maka dia akan memberikan harga lebih tinggi.

Para petani tertantang menghasilkan susu terbaik. Alhasik kualitas bahan baku susu mereka tidak pernah lagi turun. Agar Sweet Sundae makin berjaya Andro cuma memilih susu berkualitas. Andro bahkan berani buat menghentikan kerja sama.

"Jika susunya bagus kami ambil, tapi kalau tak sesuai, kami bisa mengakhiri kerja sama," tegasnya.

Peternak mengikuti aturan Andro. Mereka bertahan karena Sweet Sundae memberikan mereka ruang agar menjual susu lebih tinggi. Lambat laun, dengan tumbuhnya brand, maka menjadi pemasok Sweet Sundae itu sudah menjadi gengsi buat peternak sapi.

Agar tidak kehabisan dia juga mengambil pemasok di luar. Tidak cuma Kaliurang, ada susu sapi Boyolali, Jawa Tengah, menjadi landasan. Sehari pabrik es krim Sweet Sundae telah mampu menghasilkan 540 liter susu sapi atau setara 6.000 cup es krim.

Menggenjot pertumbuhan bisnis Andro punya cara. Andro membukan peluang Rp.15 juta untuk menjadi satu bagian dari Sweet Sundae. Usaha waralaba tanpa adanya royalty fee. Bahkan pihaknya akan membantu memonitoring mensuport kebutuhan es krim satu kabupaten.

Agar investor senang, Andro memberikan pelayanan layaknya pelanggan. Maksudnya investor butuh barang sekarang, maka pihak Sweet Sundae akan mengantar produk hari itu juga. "Sehingga membuat investor sangat puas dengan pelayanan Sweet Sundae Ice Cream berikan," tuturnya.

Artikel Terbaru Kami