Minggu, 19 Juni 2016

Inspirasi Mengajari Anak Sholat Berbuah Bisnis

Profil Pengusaha Nenden Nurjanah



Inspirasi mengajarkan anak sholat berbuah manis. Dari sekedar ide dadakan berubah menjadi bisnis sukses. Inilah kisah Nenden Nurjanah (29 tahun), pengusaha pembuat sajadah khusus anak. Sajadah lucu dibuat khusus agar anak tertarik mau sholat. Warna- warna ngejreng menunjukan keceriaan sesuai dunia anak kita.

Meninggalkan bisnis semula mereka yakni pembuatan boneka. Berawal dari usaha milik keluarga bernama Panda Berdikari sejak 1982. Yang semenjak tahun 2005 mulai bergeser ke boneka peraga, khusus anak usia dini PAUD dan TK. Hingga tahun 2009 sepenuhnya berbisnis sajadah sampai sekarang.

Permintaan boneka menurun menjadi alasan lain. Berbekal bahan membuat boneka yaitu bahan katun serta diadora. Jadilah Nenden membuat aneka sajadah bermotif lucu. Sajadah bermotif kartun Thomas Kereta Api, Cars, Upin & Ipin, Angry Bird, serta motif buatan sendiri baik bertema binatang, tanaman, atau alat transportasi.

Total ada 40 motif diedarkan ke pasaran. Nenden dibantu delapan bekerja dan bertambah jika masuk empat bulan sebelum Lebaran.

Bisnis mengajar


Usaha bernama Nafeesa Kids ini bukanlah tanpa hambatan. Nenden sendiri mengaku tidak bisa jahit. Lalu dia mengajak sang suami bersama memulai dari nol. Dengan meminjam pegawai usaha keluarga, Nenden bersemangat menyambut pagi. Sang suami sendiri ikut membantu desain dan memproduksi.

Perempuan asli Bandung ini memang menyukai dunia anak. Sebagai pengajar baginya mengajak anak buat sholat harus sejak dini. Melalu bisnis ini dijadikan cara terbaik mengajar anak. Harga sajadah dibandrol itu seharga Rp.80 ribu sampai Rp.100 ribu.

Adapula berbentuk paket sajadah dan sarung seharga Rp.150 ribu. Kemudian adapula satu paket sajadah dan juga mukena seharga Rp.220 ribu.

Dia mengajak keluarga. Dibantu adik memasarkan produk ke berbagai penjuru. Untuk pemasaran utama dia fokus menggunakan sosial media, seperti Facebook, Twitter, WeChat, dan BlackBerry Messanger. Melalui pemasaran jejering sosial produknya menyebar ke seluruh penjuru Indonesia.

Tidak cuma disitu, dia juga merambah pasar luar negeri, utamanya pasar negara tetangga Malaysia. Meski sudah tersebar masih belum puas. Nenden mengakui penyebaran produk Nafeesa Kids masih belum merata. Dia sekarang ini lebih fokus ke membenahi sistem ditribusi agar produk sajadahnya merata.

Kunci sukses pengusaha ibu dua anak ini. Dia menyebutkan ada di kualitas produk. Menomor satukan soal kualitas produk memang wajib. Baginya konsumen tidak boleh kecewa begitu menerima barang. Kunci ini dibawa sampai sekarang dia menghasilkan omzet puluhan juta.

Bayangkan di bulan Ramadhan menghasilkan Rp.90 juta sebulan itu. Sedangkan buat sehari- hari, Nenden mampu mengais omzet Rp.40 juta sampai Rp.50 juta. Dimana dia mengaku margin keuntungan mencapai angka 50% atau Rp.20- 45 juta per- bulan.

Artikel Terbaru Kami