Senin, 28 Maret 2016

Alasan Memilih Wirausaha Sendiri Conie P. Putri

Profil Pengusaha Conie Pania Putri



Menjadi pegawai tidak bahagia. Itulah kiranya penulis katakan ketika membaca kisah Conie. Wanita yang bernama lengkap Conie Pania Putri, 36 tahun, ternyata pernah mendapatkan gaji Rp.20 juta. Bahkan dia sudah punya mobil mewah dan rumah bernaung.

Kenapa masih berwirausaha dan berhenti bekerja. Conie mengaku tidak lekas puas. Bagianya ada satu hal yang kosong ketika dia bekerja untuk orang lain. Dia pernah bekerja sebagai penjual, admin, sampai naik pangkat manajer, perusahaan asal Palembang pada 2004 hingga 2012.

Memilih menjadi pengusaha karena tidak puas akan empat tahun. Meski naik pangkat sampai jadi Direktur Utama membawahi beberapa provinsi; dia tetap tidak puas.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, yang mendapatkan banya fasilitas dari perusahaan ini resah. Fasilitas mewah tidak memuaskan Conie. Alasan bewisausaha Conie: Setinggi apapun jabatan yang anda miliki. Anda tetaplah pegawai. Sekecil apapun usaha anda, maka anda lah bosnya.

"Sekecil apapun usaha yang anda punya, anda lah bosnya," Conie bertutur. Keresahan bukan soal apa. Tapi dia sudah terbiasa difasilitasi orang lain. Kini, dia mau jadi pengusaha, berwirausaha berarti dia harus siap memulai dari nol.

Gaji besar menjadi direktur, tidak susah cari duit, tetapi Conie bosan. Jenuh tetap jadi karyawan mengikuti tiap kebijakan perusahaan. "...tidak bisa ambil kebijakan, itu perusahaan orang," gusarnya. Berkat relasi kuat serta pengalaman jadi presiden, Conie mantap keluar dan memilih membuka perusahaan sendiri.

Awal- awal diakuinya sukar banyak masa sulit membangun usaha. Uang modal boleh pinjam sana- sini, dia tidak turun semangat. "Pokoknya saya buka usaha sendiri," serius Conie. Ia sepakat melakukan kongsi usaha dalam bentu perusahaan PT. Srikandi Tiga Putri -usahanya memenuhi kebutuhan alat kesehatan.

Dengan sabar lambat laun usahanya punya jalan setelah tiga tahun. Dalam kurun waktu tiga tahun sejak tahun 2012, usahanya menghasilkan omzet Rp.1 miliar. Kerjanya pun tidak ngoyo karena keputusan ada ditangan. Ia menyebut dia lebih fleksibel soal waktu. Kalau dulu berangkat jam 7 pagi pulang malam karena lembur.

Sebagai wanita muslimah dia tidak lupa akan hak pegawai. Hak karyawan menjadi tonggak kejayaan dari perusahaan tersebut. Bahkan dia mengajak mereka bewisata sampai Singapura. Bekerja menurutnya sesuai hati nurani. Usaha itu juga menambah amalan seperti diajarkan oleh Rasulallah Nabi Muhammad.

Dia berharap kita juga mengikuti jejaknya berwirausaha. Memang butuh ektra sabar tuturnya, tetapi bukan berarti kita tidak bisa loh. Begitulah kisah pengusaha berjilbab -yang suka warna pink itu- yang juga aktif dalam kegiatan komunitas sedekah Jum'at.

Artikel Terbaru Kami