Minggu, 06 Maret 2016

Contoh Membuat Usaha Popcorn Enak Sehat Modern

Profil Pengusaha Cassandra Stavrou dan Ryan Kohn 



Namanya orang di tengah siang hari bolong bisa aja lapar. Hanya Cassandra Stavrou berpikir sejenak apa ada makanan ringan sehat sekarang ini. Jawabannya mengejutkan sukar menemukan sesuatu yang memiliki kalori rendah, tetapi tetap enak. 

"Kamu antara memilih makanan sehat yang tidak selera, atau mencari sesuatu nyeleweng yang akan membuat kamu bersalah," ucap Cassandra.

Ketika ide tentang makan popcorn muncul. Pikiran tentang sesuatu tidak sehat muncul. Apa sih yang salah dalam sekantung popcorn aneka rasa itu. Ide tentang makanan sehat membawa Cassandra jadi "terobsesi" hingga menjadi bisnis.

Ia menghubungi sahabatnya sekaligus patner usaha, Ryan Kohn. Keduanya lantas membahas mesa depan si popcorn enak tersebut. Tentu keduanya banyak berbeda pandangan menganaih hal tersebut. Hanya saja, ia memang menemukan sabuh titik celah, hal itu lantas diamini oleh Kohn sebagai patner bersama berbisnis.

"Dalam beberapa bulan kami menyadari kami membuat satu tim terbaik jadi kami mulai mencoba meraba," ujar Kohn menambahkan.

Bermodal uang pinjaman £30,000 dari ibu Kohn, keduanya meluncurkan startup yang bernama Propercorn, brand bagi usaha pembuatan popcorn. Waktu itu, usahanya didirikan di kamar apartemen milik Kohn, yakni Belsize Park, Northwest London, tahun 2011 lalu.

Memulai bisnis


Cassandra disebut Kohn sebagai dibalik ide bisnis tersebut. Ini bisnis pertama Cassandra, meskipun dia pernah bekerja di industri makanan, tidak ada pelatihan bisnis tertentu. Sedangkan Kohn sendiri bisa dibilang sudah berbisnis sendiri. "...Saya sedikit bisa dibilang seorang serial entrepreneur," tutur Kohn.

Jadi ketika Cassandra menghubunginya pertama kali, bulu kuduk Kohn naik "Ayo bekerja bersama, kita lihat apa yang terjadi," ucapnya penuh semangat.

Selama dia ingat selalu ingin membuat bisnis sendiri. Kohn akhirnya berbisnis berkat Cassandra, sebelumnya hanya pegawai biasa, yang beberapa kali mencoba. Waktu itu dia masih bekerja di level pemula beberapa tahun saja. Hingga dia yakin akan bisnis Propercorn, dia lantas membicarakan hal tersebut kepada sang ibu.

"Dia mengingatkan saya bahwa hadiah terakhir ayah saya belikan untuk saya sebelum ia meninggal adalah satu mesin popcorn. Rasanya seperti tanda tambahan bahwa ini adalah ide yang tepat untuk memilih. Jadilah saya berhenti dari pekerjaan saya!"

Bagaimana dengan Cassandra? Dia berkuliah di Jurusan Hukum. Sebuah pilihan bijak mengingat tempat itu paling nyaman mencari pekerjaan. Hanya saja, ternyata dalam benak Cassandra memilik hasrat untuk dapat membuka usaha sendiri. Jurusan hukum merupakan pencapain tertinggi di keluarga, tetapi belum cukup.

Dia bekerja di sebuah firma periklanan besar di London. Sambi berjalan waktu, ide tentang Propercorn itu muncul, maka dia mulai membangun citra brandnya dari meja kerjanya. Sejak awal dia sudah merasa tidak tepat bekerja di tempat tersebut.

"Saya selalu, selalu ingin menjalankan bisnis selama saya bisa ingat," katanya. "Usia 14 adalah ketika saya pertama kali mulai berpikir tentang hal itu."

Cassandra masih berumur 24- 25 tahun, memiliki ide tentang bisnis popcorn sehat, dan dia mencoba untuk mewujudkan hal tersebut. Sempat berpikir akan sukses beberapa bulan saja. Ternyata ketidak sabaran itu malah menjadi bertolak belakang. Barulah setelah dua tahun, Cassandra mendapat kesuksesan didambakan.

Bagaimana kamu membangun ide kemudian mambentuk brand?

Nomor satu ialah mau mengambil resiko. Cassandra juga mempercaya diri bahwa punya rasa percaya diri. Semua orang menurutnya adalah entrepreneur, cuma bedanya bahwa kamu lakukan atau tidak. Hanya kembali lagi hal tersebut sekali lagi tentang passion dan antusias.

Bisnis kuliner


Sebagai keturunan Yunani, merasakan makanan enak khas merupakan hidup Kohn. Dari Cyprus, orang yang asli Yunani, cinta akan makanan dan kultur hidupnya. Dia suka mengadakan pesat besar. Bahkan Kohn juga menjadi koki utama dalam acara tersebut. Kohn selalu berlebihan dalam memasak sampai cukup untuk esok hari.

Meski makanan merupakan hal dicintai. Menjadi entrepreneur bukanlah hal termudah baginya. Untuk itulah ia rela belajar lewat pelatihan usaha kecil. Belajar mengani arus khas serta bagaimana mengatur pekerjaan. Resep Propercon sendiri datang dari Ibu Kohn. Bedanya dibuat secara kusus hingga minyaknya tidak lebih.

Meski begitu banyak orang waktu itu meragukan. Kohn tetap pada pendiriannya membuat popcorn. Kamu butuh rasa percaya diri agar tidak mundur kebelakang. Karena perlu dicatat orang tidak percaya akan ide kamu sampai kamu membuktikannya.

Dia dan Cassandra memang ambisius soal bisnis. Membuat rencana bisnis ambisius penuh pencapai. Namun, pada akhirnya, mereka cuma membutuhkan melihat kebelakang dan membuat wajah brand kembali. Mereka mencoba membangun ikon Inggris melalui Propercorn. Sangatlah penting orang berpikir mereka jadi pemain utama.

Beruntung justru ketika kamu memiliki pesaing. Kohn sendiri tidak menampik pasar makanan sehat tengah digemari -begitupula jajanan popcorn. Ini bukan cuma soal passion saja. Butuh kejelian visi mencapai satu titik tujuan masa depan. Bagi Cassandra, hanya ingin membuat popcorn, menjadikan itu altenatif makanan sehat.

"Sebuah makanan ringan yang memberikan rasa dan kesehatan, sesuatu yang saya bisa sampaikan kepada konsumen di Inggris," ujarnya kepada The Guardian.

Menjadi entrepreneur memang identik dengan modal uang. Jika beberapa entrepreneur memilih langsung tancap gas, bermodal seadanya. Mereka cenderung tidak berpikir tentang pasar. Beberapa pengusaha lebih memilih mengamati pasar dan membangun brand -nya.

Maka itulah Cassandra, entrepreneur wanita yang memilih mundur sejenak bermimpi. Baginya, hal pertama adalah menabung, menabung, menabung. Ia mundur untuk tinggal bersama orang tua. Kemudian mengambil satu pekerjaan.

Ia pernah bekerja di kafe dan jadi tukang lukis. Akhirnya dia mendapatkan £10,000 untuk mengembangkan produk. Juga dijadikan landasan membuka usaha. Diwaktu itu, ia menyadari membutuhkan satu tim kerja, menjadi entrepreneur terkadang tidak bisa sendiri. Keduanya lalu resmi meluncurkan bisnis Propercorn sejak 2011.

Membangun Propercorn, mereka menciptakan kemasan menarik dalam brand. Aneka rasa seperti rasa buah kelapa atau rasa vanila jadi andalan. Mereka bersama bekerja cukup lama membangun aneka rasa. Untuk hal pengembangan varian, satu tim sepakat membahas bersama ketika makan siang.

"...dan membuat semuanya jadi bersemangat dan sesegar mungkin," tutur Kohn. Karena Kohn juga memiliki jiwa seni. Tidak salah jika akhirnya Propercorn menjadi salah satu sponsor London Fashion Week.

Artikel Terbaru Kami