Senin, 01 Februari 2016

Agen Rendang Dunia Prospek 20 Juta

Profil Pengusaha Jualan Rendang  



Usaha rendang layaknya kamu coba menjadi pilihan di masa depan. Apalagi sejak dunia mengakui  rendang sebagai makanan terenak sedunia. Terbukti beberapa pengusaha sukses telah meraih bisnis rendang. Bahkan banyak diantaranya sampai di Amerika, atau negara lain.

Cerita ini tentang Prima Ega Yanti, pengusaha pemilik usaha Rendang Dunia. Beda dari usaha sejenis karena dia memanfaatkan rendang kering tahan lama. Pemasaran juga sudah masuk ke negara kawasan Eropa, dan juga Amerika Serikat. Dikelola oleh seorang ibu yang memulai karena rasa kecintaan.

Awal tahun 2012, dimulailah bisnis rendang berkonsep kemasan praktis. Rendang kering yang sangat enak buat dibawa kemana saja. Alasan memilih bisnis rendang karena melihat kemajuan kuliner. Rendang memang digemari semua kalangan di Indonesia. Cara menjual rendang pun lebih mudah, tahan lama dan makin enak semakin lama.

Ini hobi loh. Dalam perjalannanya berubah menjadi bisnis sampingan. Terus berkembang sampai akhirnya dia kualahan. Hal lain mendorong dirinya maju berbisnis sendiri. Yang bukan orang Minang saja mau berjualan rendang, kenapa dia tidak?

Usaha kemitraan


"Yang bukan orang minang saja mau majukan kuliner rendang," tuturnya. Maka Ega sebagai warga minang di Jakarta maka harus memajukan. "...bisa dong mempromosikan rendang," imbuh Ibu Ega. Uniknya dia tidak bekerja sendiri tetapi mengajak teman sekampung.

Dia mengajak warga Sumbar bersama membangun. Mereka lantas membangun kelompok usaha yang terus dipanggil Dunia Rendang. Sementara pemasaran dilakukan di Jakarta maka produksi rendang dilakukan di tempat asalnya. Kelompok produksi dibagi menjadi empat kelompok produksi.

Tidak cuma memasarkan rendang pada umumnya, mereka punya Rendang Daging Runtiah, Rendang Paru, Rendang Keripik Telur, serta Rendang Teri. Untuk rendang daging harganya Rp.55.000 sedangkan rendang telur Rp.25.000. Selai itu Ega juga menerima pesanan rendang basah dalam kemasan.

Rendang basah dijual menurut pesanan karena cuma bertahan 15 hari. Sedangkan rendang kering mampu bertahan sampai 100 hari. Untuk rendang basah dibutuhkan perlakuan khusus soal kemasan. Setiap minggu dia memproduksi 100 kg rendang. Produksi terbanyak ya rendang daging, kerena rendang identik sama daging.

Proses distribusi mencapai 100 kg hingga 500 kg seputar Jakarta. Jualannya kebanyakan memang Jakarta, tapi kebanyakan juga dikirim ke Eropa lewat pembeli, mereka adalah orang yang bekerja di Amerika, yang tengah berlibur di China dan sebagainya.

Ini benar- benar sama lezatnya dengan restoran khas Padang. Lalu munculah ide kemitraan dibangun ketika Ega tengah mengikuti pameran. Konsep ini tidak dijelaskan detail apakah waralaba, tetapi yang pasti mitra merupakan agen resmi. Kemitraan terbilang cukup murah yakni Rp.1,5 juta, dimana mendapat 40 boks yang berisi 200 gram rendang.

Jenis rendang juga lengkap seperti ada rendang runtiah, paru, keripik telur, serta ubi maco atau teri singkong. Ia menambahkan banner serta kartu nama. Totalnya dia memiliki 17 agen tersebar di Jabodetabek. Palingan banyak ada di daerah Bekasi. Keuntungan didapat Ega telah mencapai Rp.50 juta- Rp.80 juta.

Ega tidak menampik kesempatan masuk ke ritel. Salah satu toko ritel modern dijajalnya menjadi sarana. Lalu yang paling banyak diminati adalah rendang runtiah. Cara pemasakan yang masih tradisional yakni selama 8 jam dimasak pakai kayu bakar.

Artikel Terbaru Kami