Kamis, 18 Februari 2016

Rempeyek Kepiting Sedap Berkat Bangkrut Dua Kali

Profil Pengusaha Filsa Budi Ambia 



Menjadi pengusaha harus rela gonta- ganti profesi. Mulai berjualan martabak sampai asik berbisnis kepiting. Filsa memang memiliki hidup unik. Sosok berusia 29 tahun ini menarik banyak perhatian orang. Termasuk dari Bank Mandiri, hingga Filsa Budi Ambia memenangkan Juara 1 Wirausahawan Muda Mandiri 2015.

Gagal menjadi kata kunci Filsa menghadapi hidup. Kecerdasan otak diuji berbagai bentuk masalah disaat ia memulai bahkan menjalankan. Mimpi menjadi pengusaha sudah sejak masa SMA hingga lulus tahun 2005. Sosok alumni SMK Bina Teknologi Purwokerto ini memulai usaha fotokopi sederhana terlebih dahulu.

"Tetapi gagal," kata tersebut terlontar, bukan karena Filsa kecewa tatapi merasa disana bukan rejekinya lagi.

Ia sempat kehilangan uang sampai Rp.15 juta menjadi pengangguran selepas lulus sekolah. Tidak memiliki lagi dana usaha maka mimpi pengusaha muda terhenti. Dia merasa butuh jeda waktu memulai kembali. Maka ketika seorang saudara mengajaknya hijrah, Filsa senang hati mengiyakan karena tidak punya pekerjaan.

Ia pun berhijrah ke Balikpapan, Kalimantan Timur, tepat di tahun 2007. Meski sudah jauh ke tanah orang, tetap saja, nasib masih belum merubah hidup Filsa. Ia menyebut sempat menganggur selama tujuh bulan. Niat awal mendapatkan pekerjaan agar keadaan ekonomi membaik tersendat.

Filsa kemudian bekerja menjadi supir perusahaan pertambangan selama dua tahun. Dalam perjalanan hasrat menjadi pengusaha masih tersisa. Setiap gaji disisihkan agar terkumpul menjadi dana usaha kembali. Dan, ketika uang terkumpul, Filsa memberanikan diri keluar dari perusahaan pada tahun 2010.

Usaha kembali


Ia memang bukan kelahiran Balikpapan. Dia keturunan Jawa yang besar di Banyumas sampai tama sekolah menengah. Kenapa tidak merantau ke Jakarta, Filsa mempunya alasannya sendiri, bahwa Jakarta sudah dia anggap terlalu penuh.

Cuma mengadu nasib tanpa kepastian. Sang paman cuma mengajak tanpa menjanjikan masuk perusahaan. Ia menyebutkan hidup diperantauan memanglah susah. Beruntung lamaran ke sebuah perusahaan tambang itu diterima. Selain ingin menjadi pengusaha lagi, alasan Filsa keluar karena gaji sangat kecil dan tekanan kerja.

Ia mencontohkan rekan kerjanya. Dia padahal sudah bekerja 15 tahun tetapi belum punya apa- apa. "Masa saya mau kayak dia juga?" ucapnya retoris. Selepas tidak lagi bekerja, Filsa memilih membuka usaha rumah makan disana. Uang Rp.10 juta digunakan menyewa ruko, berjualan ayam bakar, ayam goreng, dll.

Akan tetapi cuma mentok bertahan empat bulan. Menurut Filsa masalah kursial bisnisnya ialah tidak laku. Itu bahkan berjalan sampai habis masa sewa. Alhasil pemilik ruko menjadi tidak sabar, hingga menyebabkan konflik berkepanjangan. Uang habis tetapi tidak menghasilkan apapun, maka ia memilih berhenti usaha.

Total kerugian mencapai Rp.20 juta. Sosok Filsa memang semakin dewasa dan matang berbisnis. Ia tidak mau berputus asa dalam kebangkrutan. Gagal menurut dia sugestikan merupakan bagian pelajaran menuju ke sukses. Dukungan orang tua ditambah dukungan istri menguatkan semangat dia.

"...tidak ada pengusaha sukses tanpa melewat masa berdarah- darah," terang dia, paling penting adalah dia tidak berputus asa.

Nampaknya Filsa mengikuti anjuran orang bijak dulu. Menikah akan membawa rejeki bagi keluarga. Maka sejak menikah dengan Lupi Mulyani, di tahun yang sama, ia mulai mengambangkan usaha kembali. Waktu itu cuma bermodal ide bisnis yang dimodali orang lain.

Dia mengambil hikmah soal kegagalan. Menjadi pengusaha jangan setengah hati. "Nanti hasilnya setengah- setengah juga," ujar Filsa. Pengusaha harus telaten, fokus, dan total menjalankan. Gagal tidak membuat dia kapok berusaha. Ia bahkan tertantang menjalankan usaha lebih prospektif.

Usaha kepiting


Usaha martabak menjadi pilihan terbaik. Kudapan yang dianggapnya cocok di lidah masyarakat Indonesia. Ia meyakini martabak yang berkelas butuh sentuhan. Menciptakan martabak enak yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat kelas menengah dan bawah. Namun, sayangnya, ditengah perjalanan rekan bisnis lamanya mundur.

Rekan lamanya merasa sudah tidak sepaham soal berbisnis. Kerja sama mereka cuma bertahan sampai lima bulan saja. Meski begitu, Filsa masih optmisi usaha martabaknya akan berjalan maju. Bermodal cincin kawin yang dijual jadi Rp.1,5 juta, maka ia memulai kembali bisnis martabak dari nol.

Ia menjalankan usaha martabak Mr. Bawor. Martabak mini anaka rasa seharga Rp.10 ribu per porsi isi 4 buah. Sejak pertama meluncurkan usaha barunya langsung laris. Sampai omzetnya mencapai Rp.25 juta per- bulan dan berhasil membuka 11 gerai tersebar sekitar Balikpapan dan Tenggarong.

Filsa lalu memberanikan diri membua waralaba,"tidak kurang Rp.400 ribu omzet dikantongi satu hari oleh pewaralaba." Tidak kurang 35 orang mitra bergabung tersebar di Jawa dan Kalimantan. Tambahan lagi jika kamu membuka gerai dari jam 5 sampai jam 10 malam, maka akan menghasilkan Rp.12 juta per- bulan.

Untungnya Rp.4,5 juta per- bulan yang sudah dipotong sewa tempat.

"Saya coba berbisnis martabak mini franchise yang sudah memiliki 35 cabang bangkrut juga di tahun 2012," ia berujar kepada pewarta Detik.com

Menjalani bisnis mapan belum tentu menenangkan. Ia terjerak bujuk rayu investor bodong. Uang sebesar Rp.120 juta ludes dibawa kabur. Sementara itu dia masih memiliki hutang serta tanggungan anak. Padahal itu uang hasil meminjam investor juga rentenir.

Aneka olahan laut


Dia menggadaikan kembali cincin kawin yang pernah digadaikan. Uang hasil senilai Rp.1,8 juta hanya cukup digunakan biaya makan. Sementara itu, tetangga Filsa, seorang pengusaha rempeyek kacang juga menutup usahanya. Terbersit ide dalam benak Filsa akan kejadian tersebut kenapa tidak berbisnis rempeyek.

Filsa langsung minta diajari membuat rempeyek. Dia belajar kepada sang tetangga tersebut. Waktu itu sudah bisa membuat tetapi jualannya susah. Ia menyadari kenapa tetangganya itu malah bangkrut. Tetapi dia masih optimis akan prospek rempek kacang.

Cuma tersisa uang Rp.100 menjadi pertaruhan hidup seorang Filsa. Ia mulai memutar otak caranya berbisnis cerdas rempeyek. Filsa melihat potensi asli Balikpapan yakni budidaya kepiting. Disitulah ide bisnis tentang rempeyek kepiting muncul seketika. Pemilihan bahan kepiting karena banyak tersedia di Kota Balikpapan itu.

Sajak 2013, usahanya membuat rempeyek kepiting. Awal usaha Filsa cuma membuat 20 bungkus peyek. Ternyata respon pasar sangat bagus karena belum pernah ada. Produk tersebut lantas dinamai Kampoeng Timoer berdasarkan  tempat produksi. Jualan pertama kali, bulan pertama, dia meraup omzet Rp.300.000.

Tidak seperti usaha sebelumnya, usaha dijalankan Filsa berjalan sangat lancar. Pasalnya dia menjadi pelopor bisnis rempeyek kepiting. Total sekarang lebih dari 1.000 bungkus rempeyek kepiting diproduksi setiap hari. Harga jualnya Rp.12.000 sampai Rp.24.000 per- bungkus. Setiap hari sepuluh kilogram mampu dijadikan rempeyek.

Harga bahan baku cuma Rp.75.000 per- kilogram. Dimana satu kilogram mampu menghasilkan 20 sampai 30 bungkus. Ayah seorang putri cantik tersebut mengaku tidak khawatir akan gizi. Dia meyakini meski sudah dijadikan rempeyek gizinya tidak akan hilang. Selain berjualan di Balikpapan, kini sudah tersedia juga melalui online.

Dia bekerja sama dengan 15 distributor khusus. Termasuk bekerja sama konyasi swalayan buat rempeyek kepiting. Dua kali kegagalan menghampiri tidak membuat patah semangat. Sempat memiliki hutang ratusan juta tetap membuatnya sadar diri. Meski tidak pernah kuliah, ia tidak merasa minder malah sangat bertekat wirausaha.

"Suka duka dalam bisnis merupakan bagian dari sejarah hidup saya," tutur Filsa. Ingat wirausaha tidak selalu tentang sekolah. Ia meyakini pengalaman merupakan pelajar paling berharga.

Dia mengikuti aneka seminar yang diadakan oleh pemerintah ataupun pihak swasta. Termasuk mendapatkan dukungan Bank Mandiri. Usaha Kampoeng Timoer menjadi juara pertama kategori Boga di ajang Wirausahawan Muda Mandiri 2015. Di samping itu, ia berencana membuat produk variasi lain, yang masih dirahasiakan.

"...pokoknya berhubungan dengan seafood snack," tutup dia kepada Kontan.

Artikel Terbaru Kami