Jumat, 05 Februari 2016

Inisiatif Food Truck Khas Jepang Omzet Rp.70 Juta

Profil Pengusaha Darryl Ratulangi



Anak muda asli Kawanua, Manado, Sulawesi Utara, ini memang hobi berbisnis. Bedanya Darryl Ratulangi berbisnis lewat mobi VW Combi nya. Ia memodifikasi sedemikian rupa dijadikan food truck. Itu loh bisnis yang tengah ngetren di kalangan masyarakat urban. Uniknya dia memfokuskan diri aneka masakan Jepang enak.

Kebanyakan merupakan hasil racikan Darryl sendiri. Tak ayal rasanya akan cocok dilidah masyarakat kita. Ia dikenal memiliki masakan andalan ayam bakar Jepang. Bumbu racikan sendiri berorientasi gaya Jepang. Pengusaha remaja ini memang jarang mendapatkan sorotan publikasi.

Ayam goreng Jepang buatan Darryl itu empuk serta renyah. Hanya berisi daging dipisahkan lalu dibungkus lapisan tepung. Darryl menemukan sendiri resepnya lalu dicobakan. Ilham datang berkat kegiatan ngumpul bareng teman. Mereka biasa nongkrong sambil makan roti bakar. Membosankan bukan begitu- begitu saja.

Padahal uang dikeluarkan lumayan setiap nongkrong. "Kenapa saya tidak buat saja makanan yang murah meriah?" ide Darryl. Pikiran menerawang tentang kebiasaan anak muda nongkrong sambil jajan. Ia mulai mencari tempat cocok buat ngumpul, jajan, menghabiskan waktu bersama teman.

Dia memanfaatkan mobil VW Combi dijadikan gerai keliling. Makanan enak ditawarkan ayam goreng keju, tomat, sambel, serta mayones dinamakan ayam Crep and Cheese.

Bisnis trendy


Darryl bisa dibilang pencetus usaha food truck. Usaha dikembangkan juga sudah lebih rumit dan profesional dibanding dulu. Didirikan oleh Darryl, pada 25 Mei 2015, bernama Food Stop Indo memang terinspirasi dari bisnis khas Amerika. Waktu buka pertama kali sudah ada empat bisnis food truck. "...saya jadi orang ke lima," pungkasnya.

Pertama kali dia masih fokus berpromosi lewat aneka event. Mengikuti tren sosial media maka dibukalah tiga sosmed yang mengusung nama Food Stop Indo: Twitter (@foodstopindo), Facebook (Foodstop Indo), dan Instagram (@foodstopindo). Fokus pasarnya waktu itu masih dikawasan Jakarta saja.

Mengusung makanan berbeda membuat Darryl lebih stand out. Jika selain dia, pemilik food truck Jakarta lebih memilih makanan maksiko; Darryl memilih masakan Jepang. Alhasil dia menjadi satu- satuny pemilik food truck menawarkan makanan berbeda.

"Biasanya kan kalau food truckidentik dengan makanan Westernatau Meksiko, jadi saya mau bikin yang beda," lanjut Darryl.

Meski pesaing ikut memanfaatkan cara marketing sama. Berkat perbedaan makanan disajikan membuat hasil beda. Truk satu ini dikenal menjadi satunya yang menawarkan masakan Jepang. "Udon memang menjadi menu andalan, kita," pungkas Darryl. Ini juga didukung di Jakarta masih jarang restoran menawarkan Udon.

Soal udon sebagai pengetahuan, ini lebih sehat dibandingkan makan nasih loh. Pembuatan udon itu fresh dan sehat, terbuat dari tepung berbeda dengan mie biasa sehingga lebih mudah dicerna. Ia menjelaskan kembali bahwa banyak orang belum sadar udon itu enak.

Sajian udon menjadi pemanang di truck yang ia tawarkan. Banyak orang berkunjung meminta Foodstop menyajikan udon pertama kali. Udon buatan Darryl ini lebih kenyal. "Ini home- made," paparnya. Aneka jenis udon juga disajikan seperti Beef Udon, Teroyaki Udon, dan Yaki Udon. Kemudian ada masakan khas burger Jepang.

Isinya nasi dibungkus nori berisi daging burger di tengah. Lalu ada sandwich isi tempura, kemudian adapula pisang goreng tepung dibungkus nori. Makanan ini merupakan makanan pendamping seharga Rp.15.000- Rp.25.000. Untuk rute berjualan dikonsep tidak menetap, menjadi satu rasa penasaran dan menunggu jika ingin mencoba.

Kalau ada event tertentu maka Foodstop akan mampir disana. Rute meliputi kawasan Puri Indah tetapi juga tidak tetap, bisa juga di Kemang. Adapula berdasarkan permintaan lewat sosial media. Cuma Foodstop ini belum menawarkan minuman khas Jepang. Sayang.

Bermodal mobil Volkswagen (VW) 1780 mengundang penuh penasaran. Sudah dimodifikasi sedemikian rupa agar menjadi menarik. Aksesoris khas Jepang juga terlihat kuat. Jika kamu berkunjung akan disuguhi tempat makan di area outdoor bukan indoor. Uang modal dikeluarkan oleh Darryl menurut info mencapai Rp.100 juta.

"Awalnya jalan- jalan ke Jepang, lihat di Jepang ada foodtruck, dari situ punya inspirasi membuat sama di Indonesia," ujar salah satu karyawan Darryl.

Jakarta dan Bandung sudah dilayani dua truck. Ia juga punya truk lain untuk konsep tertentu seperti event tertentu. Penjualan juga sudah mulai merambah ke wilayah sekitar Jakarta dan bandung. Sejak pertama kali dibuka, hingga sekarang, omzet bisnis tumbuh sampai Rp.70 jutaan. Soal makanan ditawarkan kunjungi saja akunnya.

Artikel Terbaru Kami