Selasa, 09 Februari 2016

Cantiknya Andradea Pengusaha Muda Tea Spa

Profil Pengusaha Andradea Putri



Dea kecil sudah senang diajak ke salon. Maka ketika berbicara tentang wirausahawan muda, maka dia tepat memilih membuka usaha sejenis. Ia lebih tertarik berbisnis spa. Katanya nih, Dea senang merasakan manfaat spa di kulit menyegarkan.
Spa sendiri bukan hal baru di kehidupan manusia. Dulunya menggunakan air mineral dijadikan tempat kita berendam. Sekarang banyak tempat spa bermunculan karena tuntan jaman. Dan Dea yakni bahwa suatu saat dia aken membuka bisnis spa sendiri. Namun seiring kedewasaan, ia sadar dibutuhkan perbedaan agar bisa survive.

Ia mulai bereksperimen menggunakan bahan teh. Kecintaan akan minuman teh membawa dia berpikir out of the box. Memang teh merupakan minuman menyegarkan serta menenangkan. Wangi harum khas membuat kita nyaman, maka tidak salah kalau Dea meraciknya dalam bahan spa.

"..teh memiliki khasiat bagi kesehatan," jelas Dea. Selain itu minuman teh dikenal sebagai minuman favorit selain kopi bagi masyarakat Indonesia. Ini merupakan bisnis sekaligus membantu petani teh lokal agar tetap jaya.

Bisnis cerdik


Gadis cantik kelahiran 24 Maret 1990, memilih memantapkan diri terjun di dunia wirausaha. Hasrat menjadi pengusaha muda terekam dalam jejak pendidikan. Ia sendiri mengambil jurusan ekonomi di Universitas Bina Nusantara, Jakarta. Pertama kali mengutarakan niat sudah mendapatkan tentangan. Dea tidak mau tergesa- gesa.

Cara pertama ditempuh olehnya ialah belajar kembali. Meski memiliki latar belakang pendidikan ekonomi, dalam hal ini paham marketing. Soal spa lain ceritanya karena butuh keahlian khusus. Makanya begitu lulus ia memilih belajar kembali tentang spa management. Itu didapatkan melalui pendidikan tiga bulan di Bali.

Ia belajar khusus tentang teknik memijat. Dea tau tentang titik pijat mana di dalam tubuh manusia. Jadi tidak sekedar nekat soal berbisnis tetapi serius menekuni. Semenjak kecil memang ingin membuka lapangan pekerjaan. Dia sejak kuliah memendam rasa sampai akhirnya terbebas.

Sempat diragukan karena masih berkuliah, maka Dea memilih bertahan dulu. "Awalnya mereka ragu karena posisi saya saat itu masih kuliah," kenang Dea. Hanya kegigihan semakin ditonjolkan sampai mengikuti satu pendidikan khusus. Maka kedua orang tua Dea meluluh, tetapi tidak terburu- buru memberi modal uang.

Mereka masih mau melihat ketulusan sang putri. Untuk segera mendirikan konsep dibenak, Dea mengajukan proposal bisnis agar disetujui. Mendapatkan uang sebagai modal tidaklah mudah. Tetapi tekadnya agar bisa mandiri tidak tertahan. "Bukan menjadi pekerja, tetapi membuka lowongan pekerjaan untuk orang lain."


"Saya memang ingin menjadi entrepreneur," tegas Dea. Jadilah satu konsep bisnis kemudian diserahkan ke beberapa pihak. Berkat diferensiasi spa dari teh memuluskan jalan bisnis. Ia bisa menjelaskan detail tentang segala manfaat teh bagi kulit. Bahkan menjelaskan potensi bisnisnya jika pihak terkait memberikan bantuan dana.

Ia menjelaskan keunggulan spa berbahan teh. Syukur karena banyak orang tertarik bekerja sama berbisnis spa daun teh. Pembiayaan tersebut dikumpulkan sampai penuh. Lalu Dea segera mewujudkan mimpi sejak kecil menjadi kenyataan. Tingga mengeksekusi proposal dimana uang Rp.300 juta menjadi batu pijakan.

"Setelah setahun, akhirnya dana terkumpul," ujarnya lega.

Bisnis cantik


Penilitian soal bahan teh sudah digalakan sejak setahun. Dia ancang- ancang mulai semester kedua kuliah. Ia menjelaskan susahnya pengaplikasian teh ke tubuh. Kemudian setelah itu baru menyiapkan tempat cocok bagi usaha spa. Berbahan utama teh, hanya saja kualitas diserahkan ke orang lain, dikerjakan oleh orang asli Bali.

"...tapi esensial oil dari kita sendiri," jelas Dea.

Ia memilih baha teh sendiri. Meraciknya di rumah Jl. Gunawarman 9 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tapi pembuatan ramuan lengkap dibantu oleh UKM asal Bali. Itu lantas dilabeli sendiri buat dipakai oleh usaha miliknya, yaitu Tea Spa. Yang gerai pertamanya dibuka di tempat sama Kebayoran Baru sejak 2010 silam.

Dea mengistilahkan bisnis ini merupakan passion. Ditambah dukungan hobi yakni hobi memanjakan diri ke tempat perawatan kecantikan. Ia tidak pernah merasa lelah berinovasi. Didukung oleh pendidikan ekonomi menjadi andalan gadis bersenyum manis ini. Setahun sudah menjalankan usaha banyak hal direfleksikan oleh Dea.

Usia 20 tahun sudah punya usaha butuh bantuan. Ini memaksa Dea harus terus belajar tentang aneka teh dan cara pengaplikasian. Dia juga menggaet terapis handal diambil dari wanita asal Indonesia Timur, seperti NTT, NTB, dan Bali, karena dikenal pemijat kuat. Kemudian terapis didatangkan dari daerah Jawa yang terkenal terampil.

Dari jauh orang tua cuma mendoakan dan sedikit membantu uang. Sementara masalah utama dihadapi Dea ialah tenaga sudah terlatih serta kepercayaan. Sulit mendapatkan pegawai karena usia muda. Banyak yang meremehkan kemampuan dia berbisnis. Mana bisa menggaji pegawai? Dea hanya bisa menunjukan lewat prestasi.

Di tahun 2013, Dea pernah menjadi finalis Asia Pacific Entrepreneurship. Karena ia menyediakan tidak cuma teh biasa. Usahanya meliputi spa berbahan teh hitam, teh hijau, bahkan teh putih. Dia juga finalis Skills for Employability Challenge 2012 British Council buat penjelasan soal penggunaan teh Sukabumi sebagai bahan utama.

Mulai berbisnis dari cuma menghasilkan uang saku. Kini, Dea mempekerjakan banyak orang dalam naungan bisnis spa. Aneka rencana serta konsep sudah dipikirkan salah satu finalis Youth Startup Icon 2011 ini. Dia merencanakan bagaimana meminjat serta spa bagi ibu hamil. Menakjubkan.

Marketing jitu


Rahasia Tea Spa terletak di manajemen ditambah kamampuan marketing jitu. Sejak awal Dea memposisikan bisnis spa miliknya berbeda. Ditambah aneka pelayanan spa serta aneka pijat kesehatan. Sejak awal 2010 lumayan agresif melakukan aneka marketing. Termasuk lewat cetak, elekronik, serta langsung secara masif.

Melalui marketing voucher menyasar kalangan muda. Dia memanfaatkan media masa agar membagikan itu. Ia juga meyakinkan teh memiliki antioksidan baik bagi kaum hawa. Bisa mencegah radikal bebas, mencegah kulit keriput, serta relaksasi lewat pijat reflexlogi. Termasuk menawarkan kerja sama kesempatan memuat berita.

Media masa akan menceritakan kisah Andradea Putri. Sekaligus mempromosikan aneka layanan seperti hal paket perawatan wajah, perawatan tubuh, pijat refleksi, serta perawatan rambut. Kesemua memanfaatkan produk daun teh miliknya sendiri. Ia meyakinkan pelanggan bahwa mereka menyajikan daun teh asli.

"Kita tidak pasang iklan, biasanya memberikan voucher perawatan kepada mereka," beber Dea, setelah itu difollow melalui liputan ekslusip.

Ia mendapatkan pelajar marketing terima kasih berkat lata belakang pendidikan. Semakin sukses menyebar melalui mulut ke mulut, Dea mulai berpikir membangun cabang di berbagai daerah. Berkat kerja keras tanpa henti membawa namanya semakin dikenal lewat ajang Wirausahawan Muda Mandiri (WMM) 2012.

"Semoga menjadi inspirasi bagi teman- teman," ujarnya. Melalu program membership membuat segala lebih mudah. Kita akan mendapatkan diskon 5% semua perawatan. Tidak puas, ada diskon 5% untuk program yang sudah dipaket.

Member bisa mendaptkan perawatan gratis saat ulang tahun perusahaan. Tambahan lain setiap pembelian produk Tea Spa akan dapat diskon 10%. Sepuluh kali berkunjung akan mendapatkan pijat tradisional 60 menit dan mandi ramuan herbal teh. Ditambah promosi lainnya bagi pemegang kartu member, yang penuh kejutan.

Perawatan lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki. Juga termasuk perawatan sebelum pernikahan yang layak kamu coba. Mulai facial, waxing, hair spa, masker serta aneka pijat tersedia. Agar lebih berbeda lagi karena persaingan makin ketat yakni sistem konsultasi. Orang bisa berkonsultasi sebelum menentukan paket layanan.

Awal memang susah membagi waktu berbisnis dan kuliah. Namun, seiring waktu hambatan tersebut dilalui sampai ia mendapatkan gelar sarjana Desember 2012 lalu. Dea dibantu 9 pegawai mampu beradaptasi baik. Nah, sekarang tinggal Dea membangun mimpi mendirikan cabang di Bandung dan Surabaya.

 "Anak muda pasti bermimpi... Hanya lebih penting bagaimana cara menjadikan mimpi menjadi realita," ucap Dea penuh semangat.

Tea Spa menawarkan perawatan mulai dari Rp.45.000 sampai Rp.400.000. Dea menerapkan sistem pelatihan komperhensif sebelum pegawai dipekerjakan. Semua agar melaraskan sistem agar tidak terkejut ketika dipekerjakan. Jika dihitung Tea Spa sudah memasuki tahun ke tujuh beromzet Rp.950 juta per- bulan.

Asal berusaha sungguh- sungguh masalah akan dilalui. Jalankan bisnis sesuai passion dimiliki. Buatlah bisnis berbeda dibanding pesaing yang sudah ada. Ia menambahkan,"wanita juga bisa berkembang dan sukses kok asal gigih dan mau terus berusaha." Jangan takut soal uang modal, mintalah doa orang tua lalu lakukan jangan tunda.

Info lebih lanjut www.teaspa.co.id

Artikel Terbaru Kami