Selasa, 23 Februari 2016

5 Jalan Meluncurkan Perusahaan Agar Tetap Kuat

Artikel Bisnis: Menumbuhkan Perusahaan 



Mencari tau elemen apa yang menumbuhkan bisnis kita. Scott Belsky, presiden direktur Adobe sekaligus pendiri startup Behance, memiliki sedikit banyak penjelasan mendetail. Dikutip dari situs Entrepreneur.com, apakah membuat kesuburan dalam binis: Kreatifitas seimbang, kolaborasi, serta pandangan yang dijalankan.

Berikut tips buat kamu pengusaha startup. Bagaimana meluncurkan perusahaan yang akan tumbuh subur. Bukan pendek dan berhenti ditengah jalan, tetapi panjang bahkan menjadi besar:

1. Sadari batasan

Pengusaha itu perfeksionis terkadang, tetapi ternyata menjadi pengusaha berarti menjadi master dalam halnya mendelegasikan. Kamu tidak bisa mengerjalan semuanya sendiri. Menyalahkan orang lain karena hasilnya tidak sesuai harapan kamu.

Bahkan pengusaha sekelas Calvin Klein juga punya delegasi. "Tidak satupun berkata tentang mereka, tetapi mereka memilik orang- orang tersebut," tutur Belsky.

2. Butuh melihat jauh sebelum mempekerjakan

Bagi Belsky, orang dalam startup lebih utama dibanding produk itu sendiri. Meluncurkan perusahaan adalah pelatihan panjang dalam ketidak pastian. Butuh penegasan berulang bahwa perusahaan berbasis pelayanan itu butuh pasak- pasak kuat untuk bertahan. Dalam hal ini agar sanggup menghadapai badai dibutuhkan kerja tim.

"Kamu pasti akan salah, ataupun paling tidak 50 derajat kesana," ucap Belsky. "Tetapi dengan penempatan orang- orang tepat, anda akan menaha itu -meski bersama beberapa orang tidak tepat."

3. Jangan biarkan strategi menggantikan eksekusi

Ketika memenuhi logistik penting, malah tim kerja kamu sibuk memikirkan bagaimana sampai di titik A ke titik B dibanding melakukan tugasnya nyata, maka kamu bermasalah.

"Saya tidak menyukai proses," jelasnya. Baginya mempelajari proses sebenarnya tidak cocok. Baginya itu bahkan nampak seperti kotoran dalam penetapan.

Ini dibuktikan 10 tahun lebih bekerja menjadi CEO Behance, menyimpulkan bahwa menetapkan strategi terlalu komplek terkadang menunjukan kurangnya kepercayaan diri. Dibanding kamu terlalu sibuk akan satu masalah dalam proses, kenapa tidak mundur selangkah, membuat ruang keputusan untuk kamu bernafas.

4. Jangan meniru kompetitor

Bagi kebanyakan entrepreneur, tugas meningkatkan layanan serta produk tak akan berhenti. Masuk waktu ketidak percayaan diri, penting bagi kamu percaya akan visi dan jangan membandingkan diri kamu dengan sosok kompetitor, saran Belsky. Apa yang bekerja bagi mereka belum tentu bagi kamu dan pasar spesifik kamu.

5. Ikuti blueprint kamu sendiri

Terkadang media masa cuma membahasa spektakuler entrepreneur atas pertumbuhan monster. Ini bukanlah cara adil menilai seorang entrepreneur sukses atau tidak. Semua perusahaan mengalami masa pertumbuhan berapapun kecepatannya.

Dalam pemikirian Belsky, entrepreneur yang berhati- hati, terkendali dan tidak khawatir untuk "membunuh rasa sayang mereka" akan berada di puncak. Ketika kamu cuma memandang bagaimana membuat uang. Maka kamu akan kehilangan pandangan apa yang lebih berharga, seperti halnya pegawai kamu.

"Anda hanya mulai khawatir tentang uang," katanya, "dan bukan tentang produk atau orang-orang."

Artikel Terbaru Kami