Minggu, 10 Januari 2016

Impor Gitar Mini Milik Anis Latuheru

Profil Pengusaha Cerdik


 
Usaha pembuatan gitar mini ternyata menjanjikan. Anis Latuheru membuktikan bahwa dia bisa. Melalui dunia maya produknya merambah sampai Eropa. Tidak banyak kisah tentang pengusaha satu ini. Hanya saja, dari seklumit artikel ini membuktikan disana ada peluang. Sekitar 14 tahun silam Anis tengah mengunjungi Pekan Raya Jakarta.

Matanya tertuju ke arah gitar- gitar mini. Ia berpikir wah bisa dijadikan lahan bisnis di Belanda. Pemuda ini memang sudah lama menetap di Belanda. Ketika melihat kesempatan tersebut dia mulai mencari informasi. Termasuk tentang kulitas buatan anak dalam negeri. Dia nekat memproduksi sendiri, membawanya ke luar negeri, lewat internet.

Pria Maluku- Jawa ini sengaja mengimpor buatan asli Indonesia. Dalam pandangan pengusaha gitar mini ini kualitas asli Indonesia lebih berseni. "Saya sengaja tidak memesan dari Cina, karena produksi dari pabrik," ia menuturkan. Produk gitar mini buatan Anis asli Bandung terbuat dari tangan.

"Lagi pula kita kan juga harus bantu pengusaha di Indonesia," tambahnya.

Ia membawa tak kurang 128 modal gitar. Ukurannya satu persepuluh ukuran asli. Modelnya merupakan hasil replika gitar kustom musisi dunia.

Tidak kurang setiap dua bulan ia memesan gitar dari perajin. Uniknya, dia menerapkan strategi khusus agar jualannya laku. Yakni dia memilih gitar berdasarkan jumlah tinggi penggemar di YouTube. Kalau di YouTube ada video tentang konser grup tertentu. Dan ternyata penonton sampai melibihi 100 ribuan kali. Maka disana ia akan mengamati.

Anis mengamati dan akan memesan gitar mirip di video. Dalam wawancaranya bersama Radio Natherland, ia menyebut orang Eropa juga condong memilih gitar yang ada nama gitarisnya. Mereka memilih gitar yang memiliki cerita serta nama. "Seperti Burn gitarnya Jimmy Hendrix," tuturnya memberi contoh. 

Pembeli bukan cuma orang Belanda. Jadi pemesanan lewat toko online sangat diminati. Mereka termasuk orang Spanyol, Jerman dan Belgia. Selain itu Anis juga aktif menjajakan di aneka konser seperti North Sea Jazz Festival (NSJ) di Rotterdam, Belanda. Pengunjung pasti akan menyerbu gitar mini milik artis yang telah tampil.

Dua puluh gitar mini milik Marcus Miller laris manis. Ludes karena saat itu Miller tengah tampil di panggung. Ia juga menyebut gitar miliknya BB King juga sold out lewat toko online, The Guitarman. Tidak semuanya loh gitar dipajang akan laku keras. Semua tergantung event didatangi oleh Anis. Kalau jualan gitar metal di acara jazz tentu tak laku.

Anis juga menjajakan di Metropolis Festival Rotterdam atau RetroPop di Emmen. Harga sewa stand sendiri tidak murah. Tetapi beruntung karena selalu sold out hingga Anis bernafas lega. Dia mengilustrasikan harga per- gitar mini €20 dan sewa stand seharga €1.000. Stand tersebut berukuran 3x3 meter untuk tiga hari. Jadi kalau mau balik modal harus menjual 60 buah gitar.

Soal untung dua kali harga sewa stand akunya ringan. Berjualan gitar mini sendiri dijadikan oleh pengusaha ini sebagai satu usaha sampingan. Anis sendiri sudah memiliki pekerjaan tetap dan tidak memilih keluar. "Tapi ini bukan hobi loh, karena impornya 4 kali setahun minimal 600 buah gitar sekali kirim," ujarnya bangga akan bisnis sampingan ini.

Meski begitu bukan tanpa kendala. Anis sering mendapatkan komplain pembeli. Mereka mengeluh kualitas si gitar tidak halus atau cacat. Dengan percaya diri ia melayani keluhan tersebut. Anis penuh bangga memberi pengertian bahwa ini produk handmade. "...ini buatan tangan bukan buatan mesin dan robot China," jelasnya.

Artikel Terbaru Kami