Kamis, 28 Januari 2016

Dibalik Kisah Bebek Garang Terus Berotot

Profil Pengusaha Ali Bagus Antra Suantra 



Ali, pengusaha muda lulusan ITB, Jurusan Planologi angkatan 2008, yang sibuk berjualan bebek. Pria bernama lengkap Ali Bagus Antra Suantra kelahiran Bandung, 28 Januari 1983. Berbisnis kuliner bebek bernama Bebek Garang. Bicara kunci sukses, maka Ali merupakan sosok persistent meski ditinggal rekan bisnis.

Bukan tanpa pengalaman berbisnis sebelumnya. Sejak awal memang lebih condong ke arah berwirausaha sendiri. Sebelum sukses berbisnis bebek pernah menjajal keripik buah. Rata- rata usaha dijalankan berbasis kuliner kecuali satu kali membuka percetakan. Dia memang tumbuh dari banyak berbisnis dan kegagalan.

Awal- awal berbisnis keripik buah memang menjanjikan. Hanya saja kelamaan usahanya mengalami ketidak beresan. Ali mulai merasakan hal tersebut. Usat- punya usut ternyata mesin pembuat keripik buah mengalami masalah. Beberapa kali mengalami kerusakan. Alat tersebut buatan salah satu teman Ali yang sarjana Teknik Mesin.

Kualitas kontrol mesin memang kurang bagus. Dia menyadari hal tersebut. Karena sudah tidak bisa dijadikan pegangan. Maka Ali memutuskan berhenti berbisnis keripik buah. Mesin tersebut lalu dihibahkan ke petani yang sebelumnya menjadi rekan Ali.

Bisnis bebek


Berbisnis sudah dijalankan sejak masa kuliah. Ali sudah terbiasa membentuk pikirannya. Hasil pemikirannya mengarah ke usaha bebek. Konsep tentang bebek merangsang ataulah Bebek Garang. Awalnya Ali merasa masih ragu akan konsep bisnisnya. Pasalnya orang berjualan bebek di Bandung itu banyak. Tetapi dia tidak mau patah arah.

Bebek Garang harus terlihat "wah" dibanding usaha sejenis. Bebeknya harus unik, mempunya cita rasa yang benar merangsang. Untuk itulah Ali memulai membuat survei kecil- kecilan. Melalui survei pasar mencari tau seperti apa bebek orang inginkan.

Dia juga membentuk target bisnis. Menyasar kalangan mana tepat ditarget oleh bebeknya. Setelah selesai ia menemukan target pasar, dilanjutkan survei lanjutan dimana tempat berjualan. Nah, menurut Ali, prinsip dari mencari tempat ialah bersih dan nyaman. Hegienis ketika orang- orang akan menyantap olahan bebek Ali.

Agar menjadi "wah" dibutuhkan formula tepat. Setelah tau pasar, memilih tempat tepat, maka tinggal caranya dia menyajikan makanan luar biasa. Dibutuhkan resep mumpuni merangsang lidah. Tiap brand menurut Ali harus punya ciri khas, citarasa tertentu. Bicara hal itu, bebek Ali memiliki daging empuk. Lalu ditambah satu sambal khusus.

Jadi intinya, sambal Bebek Garang merupakan inti dari usaha dijalankan, bahkan sampai sekarang. Ia lantas mengajak tiga rekannya Wawan Wardany, anak Teknik Elektro, dan dua orang lagi yang tidak diketahui. Dia bersama ketiga rekan mulai membangun bisnis dari nol. Sayang, dari tiga orang, cuma Wawan mau bertahan sampai akhir.

Ia ngotot akan bisnis Bebek Garang. Meski beresiko gagal, seperti hal percetakan yang cuma bertahan dua tahun, kengototan kali ini terbayar mahal karena belajar. Kerja keras memang tidak mendustai hasilnya. Ali membangun usaha lagi bersama Wawan. Jika dulu menjual rumah makan, kali ini, memilih gerobak di pinggir jalan.

Ali belajar dari pengalaman. Ia memilik keseriusan, serta kengototan, tidak mau menyerah sampai akhir. Dia 
mulai cuma satu gerobak. Dalam tempo 3 tahun, pria yang baru melepas masa lajangnya di 2012 ini, kini dia telah memiliki 5 buah gerai. Bahkan omzetnya mentok akan sampai Rp.500 juta rupiah per- bulan.

Agar menselaraskan rasa setiap gerai. Makanya, dia menggunakan standarisasi resep, maksudnya agar tidak tergantung pada 1 atau 2 orang koki.

Waralaba garang


Sempat galau karena dipikirkan karirnya mendatang. Sarjana planologi yang tidak tahu kemana arah karir itu menentukan. Dia berpaling memilih kewirausahaan. Ali pun sukses, bahkan mendapatkan aneka pengakuan dari berbagai pihak.

Dia mendapatkan Shell Start Up Award kategori Wirausaha Muda di Juli 2010, lalu Kementerian Koperasi dan UKM di Januari 2010, hingga finalis Wirausaha Muda Mandiri di Maret 2011. Sukses membawa dia melangkah maju melalui konsep kemitraan. Ali sudah memikirkan masak bagaimana bebek diwaralabakan nanti.

Brand Bebek Garang sudah terkenal sepanjang Bandung. Olahan bebeknya, serta ayamnya menjadi salah satu tujuan wisata kuliner enak. Ali membuka gerain pertama di Dago Bandung pada 26 Juli 2008. Sukses telah membawanya memiliki 7 gerai -5 gerai di Bandung dan 2 gerai di Jakarta. Yang terbaru adalah gerai ekspres.

Agar menarik pelanggan maka dibutuhkan strategi jitu. Salah satunya ialah menyediakan ruang santai lengkap Wifi, serta berbagai mainan pengisi waktu seperti monopoli, ludo, ular tangga, semuanya untuk kenyamanan dari konsumen.

Ali Antra masuk ke Baba Rafi Enterprise agar lebih mantap. Suksesnya diharap menyusul hasil pencapaian Kebab Baba Rafi serta Ayam Bakar Mas Mono. Melalui waralaba menjadi satu peluang agar mencangkup lebih banyak orang. "Syarat lokasi yang bagus, pertama akses menuju lokasi harus mudah," paparnya.

Sistem dikerjakan Ali sendiri sudah berjalan. Dia mampu mempertahankan brand Bebek Garang atau seGar merangsANG. Untuk pewaralaba dia mengisyaratkan lokasi strategis sebelum masuk. Bebek Garang cukup ketat menyangkut menjaring mitra kerja sama.

Artikel Terbaru Kami