Kamis, 21 Januari 2016

Pelajar 18 Tahun Jualan Teh Kempot Untung Jutaan

Profil Pengusaha Victor Giovan Raihan



Pelajar SMA asal Indonesia yang sukses berbisnis. Kisah kali ini tentang Victor Giovan Raihan pengusaha Teh Kempot. Umur mungkin baru 18 tahun, tetapi sukses berbisnis sendiri. Semua cuma berawal keisengan melihat maraknya minuman cepat saji. Usaha aneka minuman memang sedang ngetren. Mulai susu, cincau, teh, kopi atau jus buah.

Dia melihat peluang di yogurt. Meracik minuman teh berbahan yogurt. Ide awalnya iseng membuat minuman yang memadukan teh dan yogurt (susu fermentasi). Ternyata rasanya nikmat juga mengundang banyak orang ingin mencoba. Uang sebesar Rp.3 juta lantas dikeluarkan Giovan. Uang pinjaman milik orang tuanya sekitar 2012 -an.

Teh Kempot sendiri muncul lewat pengamatan iseng. Dia mengamati ketika orang tengah minum minuman pake sedotan. Maka keliatan pipinya kempot tetap menyedot walau minuman sudah habis. Jika teh terasa enak pasti nagih dan kempot lah pipi mereka lagi. Harapan Giovan dari nama tersebut ialah minuman miliknya yummy.

Dulu sekali, ternyata dia pernah berbisnis bakso sebelum jualan Teh Kempot. Bisnis bakso miliknya lumayan berkembang punya 5 cabang. Semua outlet berada di Kota Malang hingga sekarang. Cuma penemuan Teh Kempot membuatnya pindah fokus. 

"...kuliner seperti, Bakso Mercon yang sedang saya kelola, marjin keuntungannya cuma 100 persen," jelas dia. Tenang dia masih berjualan bakso tetapi juga minuman. Mudahnya orang makan bakso butuh minuman itulah Teh Kempot.

Hal paling mengejutkan adalah, secara blak- blakan, ia menyebut Teh Kempot marginnya 350 Memang bisnis minuman cepat saji tidak ada matinya. Giovan sendiri waktu itu belum berniat memfranchisekan. Putra sulung dalam keluarga, yang juga siswa SMA N 1 Kepanjeng, masih ingin fokus mengerjakan 10 cabangnya.

Untuk omzet sendiri sudah mencapai paling sedikit 2 juta per- bulan/outlet. Meski begitu dia masih anggap ini sebagai bisnis pemula. Ia belum lekas puas atas hasil. "Saat ini per outlet paling apes menghasilkan Rp 2 juta per bulan. Outlet lain yang ramai bisa lebih dari itu," aku Giovan.

Awal teh kempot


Semua bermula dari sebuah rumah di Jalan Panji II Kepanjen. Pemuda 18 tahun dari pasangan Sri Winarsih dan Bambang Hermanto ini, memulai membuat minuman teh sederhana. Caranya cukup membeli teh yang sudah setengah matang. Ia lantas mencampurnya dengan yogurt. Aneka minuman pun lahir berasa lemon tea, stroberi, dan cokelat.

Untuk kemasan dijual per- 250 ml seharga Rp.2000- 2.500. Jumlah karyawan juga sudah banyak yakni 50 orang. Ini termasuk karyawan warung Bakso Mercon yang masih terus bertahan. Setiap harinya diakui bisa memproduksi 70 gelas. Kemudian bahan gula dibutuhkan Teh Kempot ialah 4kg per- outlet/hari.

Meski sudah sukses berbisnis minuman, Giovan mengaku tetap mengerjakan bisnis bakso. Ini adalah bisnis core atau bisnis utamanya. Dia menyebut karena omzetnya besar. Karena teh merupakan bisnis sampingan, maka dia berencana menggaet mitra kerja kedepan. Entah konsepnya franchise ataupun bukan belum dia tentukan.

"Saya akan menambah mitra di kota- kota besar, seperti Surabaya dan Sidoarjo," paparnya. Bekerja keras Giovan merguk keberuntungan ketika masih muda. Beruntunga dia mampu mengikuti kata hati. Dia mampu meyakinkan kedua orang tuanya.

Usut- punya usut dia pernah direncanakan harus masuk polisi. Beruntungnya dia sudah berbisnis sejak masih di usia belia. Sekarang Giovan bisa nyeletuk kalau jadi polisi apa omzetnya bisa puluhan juta. Jujur keluarga memang berasal dari jalur bersenjata. Itulah kenapa nama depannya Victor yang berarti kemenangan, yang menang berusaha.

Perluasan usaha dilakukan lewat mengajukan kredit kemana- mana. Semua masih memakai modal pribadi dan orang tua. "Toh bapak saya dapat fasilitas kredit dari bank, yakni kredit kepolisian. Saya pinjam dari situ juga," candanya.


Awal membuka bisnis Teh Kempot modalnya Rp.3 juta. Ia membuka satu outlet dulu. Terus berkembang, ia mampu membuka banyak lagi. Total 10 outlet dikelola sendiri dan 17 milik mitranya. Untuk bermitra Teh Kempot cukup mengeluarkan Rp.3,5 juta. Kamu mendapatkan grobak serta modal 100 gelas kemasan dan alat masak.

Mitra terbanyak datang dari Kota Malang, dan dua mitra lainnya berasal dari Palembang dan Jakarta.

Kedua orang tua Giovan mengaku bangga. Mereka mendukung sepenuhnya usaha milik sang anak. Mereka percaya membuka usaha sendiri akan membentuk mentalnya. Ia telah menjadi sosok yang mandiri tidak bergantung kepada orang tua. Diumur 18 tahun apakah dia masih mau menjadi polisi. Mungkin bisa menjadi polisi pengusaha.

Artikel Terbaru Kami