Jumat, 01 Januari 2016

Nama Perusahaan Habbatussauda Kerja Sunah

Biografi Pengusaha Yusuf Efendy Djuanda 


 
Selalu mengingat pesan sang ayah jangan mengambil barang milik orang lain. Juga ketika dia harus berhutang maka jangan sampai lupa dibayar. Janganlah pula Yusuf senang menerima pemberian orang lain. Inilah pesan singkat diutarakan alm. ayah dari Ir. Yusuf Efendy Djuanda. Sosok bersahaja yang dikenal sebagi pengusaha herbal.

Sejak usia muda memang sudah terlihat bakat berbisnis. Pria sederhana kelahiran Singkawang, Kalimantan, lahir 19 Juni 1971 yang tidak pantang menyerah. Sejak kecil sudah ikut bantu- bantu sang ayah menjadi toko miliknya.

Sejak bangku SD sudah berjualan es keliling. Yusuf tidak malu berjalan dari kampung ke kampung. Yusuf berjualan agar punya uang saku. Es yang dibawa juga harus laku dijual. Jikalau tidak laku oleh pemilik es memberinya denda. Yaitu ia harus membeli sisa es yang tidak laku. Alhasil Yusuf kecil sangat bersemangat berjualan.

Alasan utama begitu karena jumlah setoran tidak boleh berkurang. Meski begitu adanya tetap dia tidak mau mengeluh.

Bisnis hiburan


Hidup makin susah ketika sekeluarga pindah ke Jakarta. Disana dia melanjutkan sekolah dasar yang terpurus di kelas 3. Karena keuangan keluarga tidak kunjung membaik. Maka, Yusuf berjualan kembali yaitu jualan koran. Juga termasuk jualan garam atau korek api di Pasar Rawamangun. Ia berjualan sejak jam 6 sampai jam 9 atau tiga jam.

Setelah dia berjualan barulah berangkat sekolah. "Lumayan, kalau untuk membiayai keluarga sekedar makan saja cukup dengan berjualan di pasar Rawamangun," kenang Yusuf sambi tersenyum. Jiwa kewirausahaan ayah dua anak ini semakin terasah ketika dewasa.

Yusuf mendirikan Venusa Communication Universal. Perusahaan yang bergerak di bidang periklanan, desain grafis, percetakan dan event organization. Ia fokus di bisnis berkonsep ke- Islaman. Ia bertugas mengurusi beberapa tim nasyid ternama Malaysia, bahkan tim nasyid sekelas Raihan pulang pergi Indonesia- Malaysia.

Tahun 2002 merupakan puncak bisnis Venusa Communication. Hingga, gebrakan beresiko dia lakukan, yaitu memutar laju usaha ke arah bisnis obat- obatan herbal. Memilih bisnis obat herbal lantaran waktu itu dia menemukan kesempatan. Ditanganya ada obat kapsul herbal yang tidak pernah ditemuinya di Indonesia seperti sekarang.

Intuisi seorang Yusuf terbukti tepat. Awal 2002 Yusuf mengajak dua rekan terjun ke bisnis herbal. Utamanya menggunakan bahan habbatussauda. Apalagi dia telah mendengar sendiri kesaksian orang yang minum obat ini. Untuk berbisnis dirogohnya kocek Rp.300 juta. Uang tersebut dibelikan jinten hitam, madu, kurma, yang impor Mesir.

Selain itu termasuk membeli mesin, membuat perijinan, pengemasan produk. Memang bahan- bahannya itu sulit ditemui karena impor.

Bisnis herbal


Alumni Geofisika Institut Teknologi Bantung (ITB) ini percaya diri. Meski sangat sukar hal berproduksi tidak surut langkah. Ia masih melihat potensi besar bisnis herbal kala itu. Landasan lain kenapa bisnis ini prospektif karena sabda Rosul. Selain Habbatussauda, adapula aneka obat- obatan lain sesuai anjuran Rosul seperti madu, zaitun, kurma.

Semua bahan dikembangkan menjadi 20 jenis produk. Produknya seperti Habbat's Kapsul, yakni suplemen sehat alami stamina prima, Habbat's Plus suplemen alamai pria dewasa.dll. Produk diluncurkan lewat aneka segmen mulai anak, dewasa, hingga manula. Semakin mantap berbisnis apalagi sejak dia melihat sendiri bukti nyata.

Si tetangga terkena penyakit kelenjar tiroid akut. Sembuh karena mengonsumsi obat habbatussauda yang ia bawa dari Malaysia. Kini, dia memproduksi sendiri, akan menyembuhkan penyakit yang bahkan dokter pun menyerah. "Dari situ saya yakin, ini obat bukan main- main. Yang kanker parah akhirnya bisa sembuh," ujar dia.

Produk ini bebas gula buatan juga bahan kimia pengawet. Menurutnya itu adalah zat mudharat yang meracuni tubuh. Menggunakan mesin berstandar produk Habbat'S terjamin layak. Yusuf meyakinkan produk miliknya sudah diuji Dinkes RI dan LPPOM MUI. Mereka aktif memberikan penyulusah usaha Yusuf menjadi lebih baik.

Dia sedikit menyesali keluarnya surat begitu lama sejak 2004- 2005. Padahal produk herbal seharusnya itu gampang karena terbukti asliannya. Ia menyebutkan kalau gramaturnya kelebihan mempunyai efek beracun. Kalau kurang maka efeknya tidak tidak berasa. Gampangnya orang makan madu lima sendok tidak masalah di tubuh.

Masalah utama menurutnya justru di kapsul kemasan. Karena kebanyakan mengandung gelatin binatang yang diharamkan. "Kami menggunakan kapsul gelatin sapi sehingga terjamin kehalalannya," tutur Yusuf.

Penjualan sendiri sudah masuk pesantren dan pengajian. Dia tidak kesulitan dalam pemasaran. Karena sudah didukung dalil Hadists Nabi. Ini merupakan sunah Rosul memang pengobatan Islam. Paling suka ialah pada masyarakat umum yang masih terpaku di pengobatan kebaratan. Sukses 2005 selepas mengantongi ijin nama PT. Habbatussauda International resmi.

Embel- embel internasional ada untuk meyakinkan standar ekspor. Usahanya terbukti melejit bahkan menjadi pelopor bisnisa herbal lainnya.

Bisnis besar


Bukti besarnya usaha ini ialah adanya anggaran iklan. Yusuf tidak mau setengah- setengah mengeluarkan modal. Termasuk aneka iklan di majalan nasional atau lewat promosi online. Perusahaan juga sudah memiliki website resmi www.habbatsonline.com. Termasuk penggunaan jejaring sosial ke seluruh penjuru dunia.

Ini mendongkrak pemasaran produk PT. HI setiap tahun. Yusuf juga melakukan promosi offline lewat aneka roadshow, seminar kesehatan dan herbal, untuk memperkenalkan kepada masyarakat. Di tahun 2010 ambil contohnya PT. HI telah melakukan roadshow ke pesantren Sepriangan Timur dan Ikatan Bidan Indonesia di Jakarta.

Permintaan produk Habbats garisa besat tidak lagi cuma diminati dalam negeri. Meski begitu PT. HI tidak lantas jor- joran, memilih lebih fokus pasar lokal. Soal ekspansi Yusuf berniat membuka klinik pengobatan tradisional. Selain itu memang sudah banyak dokter memakai Habbats sebagai suplemen.

Yusuf membuka klinik pengobatan tradisional berlandaskan sunah. Beberapa klinik sudah dibuka di Jakarta yang dikerjakan sesuai kebutuhan. "Saya berharap masyarakat mulai beralihlah kepada herbal yang sudah jelas jaminannya," jelas Yusuf. Pasarnya sudah tersebar keseluruh penjuru Indonesia loh.

Meski baru berusia kurang dari 10 tahun sudah menghasilkan miliaran. PT. HI memiliki 80 karyawan yang memproduksi 18 jenis produk. Menurut Yusuf laporan penjualan juga cenderung meningkat. Peruahaan yang berlokasi di Arcamanik Endah Ruko 1 No. 7 Bandung ini memang ciamik. Lini bisnisnya meliputi tiga hal yakni suplemen, makanan, obat- obatan, suplemen energi.

Produk dikemas tidak cuma berbentuk kapsul, adapula cair, minuman kesehatan, dan madu, yang dicampur bahan berkasiat. Semua produk dikemas mengusung brand sama yaitu Habbat's. Penyebaran sudah sampai ke apotik modern di Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya, Padang, Aceh, Sulawesi dan Kalimantan.

Artikel Terbaru Kami