Jumat, 15 Januari 2016

Waralaba Bubble Tea Imut Royal Roci

Profil Pengusaha Romi Muhison




Memulai usaha sederhana hingga menghasilkan sesuatu. Tanpa perjuangan mungkin Romi Muhison mungkin tidak akan sampai sekarang. Lika- liku menjadi pengusaha pernah dipertanyakan orang tua. Keinginan jadi pengusaha tidak menarik dibanding PNS oleh orang tuanya. Meski tidak sepenuhnya direstui, Romi tidak mau menyerah.

Romi sempat kecewa tetapi mencoba meyakinkan. Hari- harinya dilalui untuk meyakinkan kedua orang tua. Usaha pertama yang naik adalah usaha kentang ulir. Tahun 2013 sempat masuk diliputan khusus Kontan. Dia mendirikan usaha sederhana ini sejak Januari 2013. Ia menawarkan dua jenis kentang yakni original dan role dog.

Aneka varian rasa disiapkan agar tidak mudah bosan. Dari rasa keju asin, keju manis, sambal balado, rasa sapi panggang, berbeque, jagung panggang serta jagung manis. Untuk harga jualnya antara Rp.5.000 sampai Rp.10.000 per- tusuk.

Sukses besar


Ia terus memberikan pengertian bahwa usahanya berhasil. Meyakinkan kedua orang tua menghasilkan nilai positif. Romi mencoba meyakinkan usahanya mampu menopang keluarga. Melalui usaha salah satunya yang bernama Potato Muter atau Potaterz. Yang kemudian membuka peluang waralaba sejak Juni 2013.

Mereka melihat peluang dibalik usahanya. Para investor mulai menanyai Romi. Dan dijawabnya lewat usaha waralaba senilai Rp.8 juta sampai Rp13 juta. Dimana gerain Potaterz pertama dibuka di wilayah Jakarta dan Bekasi. Biaya segitu dibekali satu kompor, penggorengan, 200 tusuk bambu dan 8 varian bumbu.

Bedanya investasi 13 juta berarti sekaligus grobak kayu multiplex. Sejak beroprasi dirinya mengaku mampu meraup omzet Rp.6 juta. Keuntungan bersih menurutnya 30% dari omzetnya. Ia tidak mewajibkan mitranya membeli kentang darinya. Tetapi ia mengingatkan agar menggunakan kentang Dieng.

"Kentang itu akan sangat garing setelah digoreng," tuturnya. Ia menambahkan bahkan bisa bertahan sampai satu minggu. Romi juga tidak menarik royali dari bisnis kentang tersebut.

Menapaki jalan bisnis berliku hingga sang ayah meninggal. Tekat seorang Romi bergelora, apalagi sebelum sang ayah meninggal, dia berpesan agar anaknya tetap berjuang. Dia mendoakan Romi selalu. Padahal dia sempat menginginkan Romi menjadi PNS seperti dirinya.

Ia berujar,"saya tidak pernah bosan dan terus sabar untuk memberikan pengertian." Cara terbaik menurut dia adalah mengajaka orang tua ikut masuk. Romi sering mengajak ibu membuka stand di acara pameran. Dia memperlihatkan bagaiman perjuangan itu. "Rupanya beliau melihat, pilihan saya cukup membuahkan hasil," kenangnya.

"Ternyata enak juga ya berbisnis," ucap Romi menirukan komentar Ibu. Begitulah kira- kira respon terbaik yang selau diharapkan.

Tumbuh subur aneka waralaba minuman kopi membuat Romi tertarik. Tetapi buka membuka usaha kopi, ia memilih usaha minuman teh. Usaha bernama Royal Tea Roci lantas dikembangkannya. Berkah dari doa serta kesabaran usaha kali ini melebihi ekspetasi. Rido orang tua membawa produk Royal Tea Roci ekspansif sampai ke Kuwait.

Usaha waralaba kali ini menawarkan produk bercita rasa tinggi. Waralaba bubble tea berbeda karena bahan dasarnya teh. Varian rasanya kaya seperti blueberry tea, melon tea, lychee tea, thai tea, milk tea, green tea, orange tea, creamy chocolate tea, bubble gum, vanilla, caramello tiramisu, dan juga taro . Pembeli waralaba asal Kuwait langsung memborong empat booth.

"Empat booth sekaligus yang harga Rp 15 juta diborong buat dibawa ke Kuwait. Tanpa ada yang dirubah desainnya persis seperti produksi kita," ujar Bianca, Executive Business Management Royal Tea Rocci.

Dengan uang Rp.15 juta akan mendapatkan gerobak, bahan baku awal, blender, media promosi dan juga satu set seragam pegawai. Untuk dana 40 juta maka akan mendapatkan grobak lebih besar, dua blender, dan mesin kasir serta dukungan produksi lebih besar. Asumsi 40 cup seharga Rp.9000 sudah balik modal 6 bulan.

Ia menerapkan konsep master franchise. Atau ada representasi disetiap waralaba dijalankan mitra. Jika sang master franchise mampu menggaet mitra baru di kawasan; mereka diberi bonus. Dalam sehari bisnis Royal Tea Roci mampu menjual 30 gelas yang omzetnya mencapai Rp.6 juta/bulan.

Lewat promosi internet usahanya diharapkan lebih maju. Romi memiliki bayangan menambah hingga 60 mitra baru. Menawarkan beragam varian rasa yang diatasnya identik bola kenyal. Istilahnya bubble tea memang tengah marak di tahun 2015. Untuk menjadi mitra ada baiknya fokus di pemilihan tempat, misalnya mall, kampus, sekolah.

Atau melalui society food, semacam Pasar Santa, akan mengumpulkan banyak orang. Kalau tempat ramai maka akan cepat balik modalnya. Bisnis berwaralaba memang lebih ke menawarkan kepraktisan. Kita tidak perlu melakukan riset, membuat produk, memasarkan melalui berbagai cara, dan tidak pula perlu mendaftar merek.

Artikel Terbaru Kami