Senin, 11 Januari 2016

8 Kriteria Waralaba Menjanjikan

Artikel Bisnis Waralaba Pilihan



Melihat peluang usaha waralaba tidak akan habisnya. Memang beberapa waralaba memiliki peluang besar sebagai kesempatan investasi. Namun tidak akan memiliki potensi jika salah pengaplikasian. Ada beberapa kriteria dibutuhkan agar waralaba disebut potensial.

Usaha harus disesuaikan akan kebutuhan kamu. Kriteria berikut dapat menjadi tolak ukur memikirkan ulang: Bisnis waralaba apa yang cocok dan tidak cocok.

1. Cermati kesuksesan

Kriteria waralaba sukses ialah seperti bercermin. Refleksikan kinerja waralaba selama ini, sehingga kamu tau betul dimana kelebihannya. Temukan titik break poin serta kanapa mencapai hal tersebut. Syarat- syarat apa yang perlu dipenuhi agar mencapai titik balik modal.

Apakah waralaba ini sukses membangun kemitraan. Apakah mitra mereka banyak dan benar menghasilkan laba seperti dijelaskan. Terakhir apakah sistem kerjanya menjamin keberlangsungan di masa datang.

2. Lihat kredibilitas

Pastikan orang didalamnya memiliki kredibilitas. Pantau janji- janji mereka di media masa, sampai pastikan telah benar perhitungan mereka sampaikan. Atau, mungkin kamu mencermati kisah pemilik waralaba hingga sukses seperti sekarang.

3. Perbedaan

Apakah waralaba ini memiliki perbedaan akan bisnis serupa. Ambil contohnya waralaba mie pedas berlevel apakah mempunyai nila lebih. Bisa pula dilihat dari menu disajikan. Apakah semua orang memiki kesempatan yang sama ketika menjual ini.

4. Mudah dipelajari dan diajarkan

Pastikan bahwa pemilik waralaba memiliki tanggung jawab. Pastikan mereka mau tidak mengajarkan kepada kamu prosesnya. Ada beberapa perusahaan menjaga kualitas kerasiahaan resep. Ini tidak perlu menjadi masalah. Justru ini menjadi kekuatan tersendiri bagi kamu sebagai mitra waralaba.

Asal, kamu bisa mengolah makanan sendiri, kalau resepnya rahasia tetapi tidak bisa diajarkan buat apa. Juga pastikan mereka mampu menyiapkan tenaga penjualan profesional.

5. Memiliki sistem

Termasuk kurikulum pengajaran kepada pegawai. Lain hal adalah memastikan bahwa pewaralaba mampu mengikuti sistem yang sudah ada. Pihak pemberi waralaba harus memiliki standar operasional sendiri. Agar kita sebagai investor mampu menjalankan peran kita -mengoprasikan waralaba.

6. Modalnya terjangkau

Bukan berarti memilih waralaba berbiaya paling kecil. Terjangkau berarti menjangkau titik balik modal, titik untungnya, apakah sejalan dengan biaya dikeluarkan. Pastikan 5 poin diatas telah terpenuhi maka itu sudah pastia akan tersesuaikan akan modalnya.

Cobalah bersabar sambil menunggu peluang. Bedakan waralaba dan bisnis biasa ialah. Ingat kamu sebagai mitra berarti mengikuti cara kerja sudah ditetapkan. Jangan memilih berpikir "Aku punya uang segini nih... mau dipakai waralaba berapa ya."

7. Profit atau keuntungan

Ikuti poin diatas dan refleksikan kembali usaha pilihan kamu. Pastikan setelah masuk menjadi mitra, pastikan kamu mengikuti arahan benar dari pihak pemilik. Keuntungan itu merupakan upah dari kamu mengikuti setiap proses dengan benar.

8. Tren pasar

Terkadang waralaba yang tengah naik daun menjadi pedang bermata dua. Mungkin kamu akan naik cepat kalau mengikuti tren waralaba tersebut. Beberapa orang sukses mengikuti dan menemukan titik balik modal, tetapi kelanggengan akan bisnisnya dipertaruhkan. Carilah berdasarkan sektoral karena tidak semua usaha harus kuliner.

Buatlah tren kamu sendiri dengan tidak mengikuti tren. Ambil lah peluang dibidang lain selain kuliner, seperti waralaba pendidikan, kebugaraan, dan lain- lain. Hanya saja biasanya waralaba disektor ini cenderung punya kebutuhan modal lebih besar.

Artikel Terbaru Kami