Selasa, 19 Januari 2016

4 Karakteristik Kritikal Buat Pemimpin Hebat

Artikel Bisnis: Karateristik Pemimpin 



Apakah kepemimpinan merupakan bakat lahir atau dibuat. Masih banyak perdebatan tentang hal tersebut. Terutama jika dikorelasikan dengan sekolah kepemimpinan -konsep "laki- laki terbaik", ada personalia baik, ada kebiasaan baik, ada perubahan keadaan, ataupun konsep lain. Masih menjadi pedebatan soal konsep baiknya.

Mereka semua memiliki kebenaran dan kesalahan. Akan tetapi apapun konsep dipegang, ada empat dasar yang vital, menurut penelitian McKinsey & Company. Menurut Inc penelitian tersebut menemukan titik temu dalam korelasinya akan kepemimpinan sukses. Terutama ketika kita melihat hal tersebut di dalam diri para frontliner.

McKinsey mencoba mengumpulkan 20 ciri yang berhubungan dengan kepemimpinan. Untuk satu ini mereka mensurvei 189.000 orang di 81 organisasi seluruh dunia, dan mulai mencari perbedaan diantara organisasi yang memiliki kepemimpinan kuat dan lemah. Empat faktor ini membedakan dua organisasi kuat dan lemah tersebut.

1. Memperbaiki masalah secara efektif

Sebelum memimpin, maka kamu butuh tau kemana arah tim atau organisasi kamu. Itu artinya kamu secara efektif memperbaiki masalah atas pilihan kedepan; atau akhirnya kamu akan mengambil resiko bergantung kepada orang lain di arah salah. Skil khusus ini kritikal, baik kamu menyelesaikan konflik ataupun hadapi isu strategis.

2. Operasikan berdasarkan orientasi hasil

Pemimpin mengarahkan sumber daya grup untuk meraih tujuan tertentu. Menyiapkan pencapaian dan aktif berlakulah visioner itu ternyata tidak cukup untuk kepemimpinan, karena jika kamu tidak menghasilkan apa- apa, maka tujuan apapun tidak berarti.

Menurut McKinsey, "pemimpin dengan orientasi hasil yang kuat cenderung menekankan pentingnya efisiensi dan produktivitas dan untuk memprioritaskan pekerjaan bernilai tinggi."

3. Carilah prespektif berbeda

Pemimpin mungkin memiliki ide hebat, tetapi hanya tergantung kepada pandangan mu untuk bergerak seperti pemimpin arogan, beresiko terpengaruh oleh bias pribadi, dan membuang pengalaman juga pandangan akan tim atau organisasi.

Pemimpin cerdas mencari ide dari orang lain, menaruh masalah lebih prespektif, dan memberikan perhatian khusus untuk semua stakeholders.

4. Mendukung orang lain

Menunjukan ketertarikan otentik akan orang lain adalah penting untuk pekerjaan lain pemimpin: membantu mereka sukses untuk kemajuan seluruh organisasi.

Pemimpin itu "campur tangan dalam kerja kelompok untuk meningkatkan efisiensi organisasi, menenangkan ketakutan yang tidak beralasan tentang ancaman eksternal, dan mencegah energi karyawan dari menghilang ke dalam konflik internal," sebagai catatan McKinsey.

Inilah empat faktor yang sangat berkorelasi akan kepemimpinan. Ini tidak berarti pasti menjadi satu- satunya definisi semua pemimpin. Tetapi jikalau kamu dan grup kamu kehilangan faktor ini, kesempatan kamu tidak akan masuk dalam daftar pemimpin tahun ini.

Artikel Terbaru Kami