Minggu, 03 Januari 2016

Franchise Yogurt Bertemu Bisnis Online

Profil Pengusaha Natasha Nelson 



Natasha Nelson seorang gadis yang tahu benar nilai sebuah internet. Sebuah Yogurt terlintas dalam dipikiran kamu kudapan. Atau yogurt merupakan sebuah produk yang diciptakan melalui fermentasi susu dan banyak digemari sebagai kudapan. Atau kita bisa menemuinya di mini market. Tetapi mungkin bisa ada hubunganya dengan internet.

Natasha tidak membicarakan tentang resep bagaimana membuat yugurt. Dia tengah menyediakan kudapan yogurt beku untuk kita semua lewat internet.

Tumbuh dalam dunia entrepreneurship. Natasha sudah melihat bagaimana sang ibu berbisnis real estate. Dia seorang gadis yang dekat dengan kakaknya. Jadi ketika menemukan ide tentang yogurt maka Chelsey jadi orang pertama dia beri tahu.  "Dia percaya konsep kita dan ide kita, meski pun begitu tidak berpengalaman, kami merasa siap."

Sekitar waktu itu, ketika bisnisnya mulai naik, dia harus kembali ke Arizona karena ibunya dikabarkan sakit parkinson. Mereka harus meninggalkan bisnisnya ini menjadi hal tersulit. Mereka khawatir bagaimana untuk memulainya lagi dari awal. Tetapi, justru dari situlah, ia sadar bahwa hidup harus tetap bejalan.

"Dia membuat kami sadar hidup harus terus berlanjut," ucapnya ketika melihat ibunya.

Ibunya penderita penyakit langka dari Parkinson yaitu CBGD. Kelainan degenerasi pada sistem syarah yang mengganggu kemampuan berbicara, fungsi gerak, dan kemampuan kognisinya. Selama bertahun- tahun butuh dia dan kakak memastikan semua terpenuhi. Itulah kenapa Yogurtini mulai tersisihkan oleh mereka. Apakah kami menjaga ibu atau berbisnis?

Selama masa itu merupakan pencarian jiwa. Dimana mereka khawatir akan kesehatan ibu disisi lain mereka ingin berbisnis yogurt.

Menemukan online


Dia dan kakak perempuanya merupakan penggemar yogurt semenjak kecil. Mereka berdua memulai bisnis kecilnya di 2007, setelah mengalami kegagalan- demi kegagalan. Mereka gagal juga dikarenakan kurangnya suport dari lingkungan Arizona, yang beriklim baik. Mereka harus pindah dari Arizona ke California bersama pantainya dan ini keberuntungan.

Natsha telah berubah menjadi gadis pantai Arizona. Pantai merupakan tempat yang cocok bagi yogurt dingin menyegarkan.

Melalui internet mereka kembali berbisnis bahkan jangkaunnya lebih luas. Natasha memastikan semua bahan merupakan pilihan dan harus mensuport kesehatan itulah yogurtini. Hingga Yogurtini lewat internet tumbuh pesat sepesat jaringan internet itu sendiri. Mereka menjadi pemain besar tidak lagi membuat yogurt setiap individu.

Yogurtini mulai masuk ke kantor- kanor, sekolah, gereja, segala tempat yang dipenuhi orang. Mereka siap menawarkan yogurt rasa coklat mengejutkan, dengan tetap mempertahankan rasa.

Dia menjelaskan tentang produknya, "Produk kami hampir sama seperti lifestyle. Brand kami menunjukan lifestyle untuk mereka yang ingin hidup sehat, gembira, dan mau memanjakan diri sendiri dan menikmati yogurt serta mendengarkan musik indah. Ketika menikmati ini anda akan kembali."

Yogurtini diluncurkan pertama kali di 2008. Ide mereka mengajak anak muda menikmati dinginnya yogurt. Mereka menyajikan itu di gelas martini sebagai trademark. Satu tahun semenjak dijalankan mereka sudah berfranchise. Mereka berencana mempunyai 50 cabang di akhir 2011 dan 150 cabang di akhir 2012. Dari penjualan oleh perusahaan franchiser YHI,Inc menghasilkan lebih dari $3juta.

Bisa dibilang Natasha berkerja mengikuti trend melihat internet sebagai marketing. Yogurtini tumbuh melalui sistem franchise menjadi perusahaan besar. Dia juga melakukan amal dari jutaan dollar yang didapatnya. Natasha mendirikan sebuah organisasi penelitian Parkinson. Dia juga ikut membantu ketika terjadi gempa di Haiti.

Pengorbanan pengusaha


Ini terasa seperti tidak mungkin harus berdiri dua kaki. Sukses berbisnis sementara Natasha berperan ganda yakni presiden dan menjaga ibu. "Saya terbangun mendengar panggilan ibu di pagi hari, kemudian saya pergi mengadakan meeting dan membuat persentasi." jelas Natasha. Pertama kali memang rasanya dia bisa saja mengatasi.

Tetapi, dia menemukan dirinya dalam tembok besar, suatu hari di 2009. Fakta bahwa sang ibu sekarat telah membuatnya jatuh. Dia tidak bisa begerak dari tempat tidur beberapa hari. Natasha membutuhkan bantuan untuk dirinya serta bisnisnya. "Saya tidak mengarah ke jalan yang benar, dan saya butuh bantuan, untuk saya sendiri dan perusahaan."

Terkadang pemimpin perusahaan merangkul semua tekanan bersama. Bahkan tidak mau mengakui bahwa ia memiliki masalah dan juga masalahh staf. Ketika Natasha tengah jatuh karena masalah ibu. Saat itupula ada keterbukaan yang membawanya percaya. Dia percaya kepada Dirketur Marketing nya Andrew Depew.

"Saay berkata kepada dia saya butuh isi ulang dan akan kembali besok 110% -dan saya menutup komputer saya. Dia mengambil alih semuanya," kenang Natasha.

Bahkan kepada investor sendiri, Natasha penuh percaya diri mengatakan samunya, "saya punya pagi yang terburuk dari seluruh hidup saya, tetapi saya sudah siap kembali dan berbicara tentang apa yang kita percayai." Hingga 2008 saya berkata kepada ibu apakah saya bisa bekerja tanpa bantuannya. Ibunya sudah tidak bisa bicara apapun.

Jadi ibu mengetikan ini kepada Natasha,"Saya telah mengajari kamu dengan baik, dan saya tau kamu bisa menjalankan semuanya kamu telah rencanakan. Jadi mengapa tidak ada seorang pun bekerja disini? Sana bekerja!"

Artikel Terbaru Kami