Jumat, 29 Januari 2016

10 Pengusaha Terburuk Menurut Entrepreneur di 2015

Daftar Pengusaha Pelajari Kisahnya

 
Terkadang kita menemukan pengusaha dieluh- eluhkan. Melalui berbagai media nama mereka disebut, tetapi itu terkadang hanya "dilebih- lebihkan". Seperti halnya 10 pengusaha muda barikut yang namanya dieluhkan di 2015. Tetapi sampai pada suatu titik menjadi kegagalan di tahun 2016.

Dikupas apik oleh Steve Tobak, salah satu kontributor di Entrepreneur.com, inilah sosok 10 pengusaha muda terburuk sepanjang 2015 dulu.

10. Ryan Grepper, pendiri sekaligus CEO, Coolest

Penemuan Coolest Cooler disebut menjadi kedua- terbesar KickStarter. Melalui situs pendanaan masal ini, Grepper mampu mendulang $13 juta. Dimana sukses dikumpulkan di akhir 2014. Tetapi ternyata tidak akan seperti dibayangkan oleh orang banyak. Hari ini, Coolest masih menjual di Amazon seperti janji perusahaan kepada pemberi modal.

Sebuah bentuk komitmen tetapi tidak sesederhana itu. Ternyata meski masih dijual sampai sekarang. Produk ini mendapatkan bintang satu untuk reviewnya, sekitar 28%. Kebanyakan karena produk dijual berkualitas kurang serta suport yang tidak memadai. Sangat tidak keren (cool).

9. Sean Rad, pendiri dan CEO, Tinder


Dia masuk, keluar, masuk lagi, dan dia seharusnya keluar lagi. Mengikuti jejak Dov Cherney dari American Apparel, Michael Jeffries Abercrombie, dan Chip Wilson dari Lululemon, maka Dev punya banyak isu. Dia kalau menurut interpertasi penulis disini: Memiliki foot-in-mouth disease atau kemampuan komunikasi yang agak diluar.

8. 50 Cent, entrepreneur dan rapper

Nama aslinya 50 Cent adalah Curtis James Jackson III, membuat uang dari record label, penjualan clothing line, dan sebagai aktor. Dia dilaporkan menghasilkan $100 juta dari investasi minuman vitamin yang diambil alih oleh Coca- Cola. Tahun 2015, dia mengajukan Chapter 11 bankruptcy protection, apa yang salah dari hal tersebut?

Ia tidak benar bangkrut. 50 Cent katanya nih mencoba menghindari kreditor. Dia terlalu banyak keluar uang hingga $23 juta. Padahal nilai apa yang dihasilkan olehnya lebih dari nilai tersebut.

7. Ivan Reedman, salah satu pendiri sekaligus CEO, Torquing Group

Mereka sukses menggaet pendanaan senilai $3,5 juta. Sayangnya, meski menjadi satu rekor di Eropa, dia bersama tim pembuat drone Zano menyatakan bangkrut. Mereka mengajukan voluntary liquidation, yang itu berarti mereka menelantarkan 15.000 pendana dengan tanpa satupun Zano.

Menurut Tobak ini memang pendanaan bersifat high- risk. Sebuah masalah jika diambil tetapi sudah terlanjur basah.

6. Dan Price, pendiri dan CEO, Gravity Payments

Price tiba- tiba menaikan upah minimum pegawai. Total 120 orang pegawai naik upah minumumnya sampai $70.000 selama tiga tahun berturut. Cerita ini akhirnya menjadi viral, tetapi tidak selamanya bekerja seperti seharusnya. Banyak tagihan meningkat termasuk biaya bonus manajer, ini hampir membuat perusahaannya bangkrut.

Yang terburuk ialah semuanya tidak sebaik itu. Menurut Bloomberg dijelaskan oleh artikel lain: Price tengah melakukan penelitian. Dia menuliskan kisahnya Gravity Book dalam 60.000 kata.

5. Ellen Pao, mantan CEO interim, Reddit

Permasalahan menurut Pao ialah permasalah gender. Istilah kerennya gander bias di kalangan Silicon Valley. Tetapi faktanya adalah ini bukan tentang bisnis Silicon Valley. Pao dianggap tidak mampu menghadapi kultur situs. Kurang paham tentang kerja Reddit bukan cuma bisnis.

Hal terburuk ialah dia tidak mampu menghadapi pemangku kepentingan. Kesuksesan Pao: Mendemonstrasi total ketidak tahuan tentang kulur situs dan memilih menjadi alien diantar pengguna Reddit. Dia perlu belajar bahwa ini tidak tentang cuma dia.

4. Tony Hsieh, pendiri dan CEO, Zappos

Sukses mengangkat usaha retailnya sampai $1 miliar dan menjualnya ke Amazon, apa yang dilakukanya di manajemen baru. Dia justru menciptakan situasi edan dibawah kepimpinannya. Hsieh bereksperimen lewat manajemen tanpa jabatan. Tahun 2015 adalah dimana masa Zappos tanpa manajer atau sistem Holacracy.

Setidaknya 40 persen pegawai memilih keluar sementara sisanya masih mencoba mencerna. Mereka bingung apa pekerjaan mereka lantas berapa gaji mereka. Itu singkatnya kebodohan.

3. Gurbaksh Chahal, pendiri dan CEO, Gravity4

Dia dikenal sebagai sosok abusive atau kasar. Chahal pernah mendapatkan dua tuntutan kekerasan. Berhasil menghancurkan diri sendiri secara bergaya. Bahkan dia dipecat dari eksekutif diperusahaan RadiumOne di masa perusahaan akan IPO.

Seorang entrepreneur narsis kembali membuat kehebohan di 2015. Dia ditangkap atas tuduhan kekerasan lagi, diskrimansi gender dan juga pelecehan seksual, dan didakwa jufa terkait penyalahgunaan obat. Butuh berapa kata lagi?

2. Maren Kate Donovan, former CEO, Zirtual

Sebuah perusahaan pengembangan virtual asisten berjalan baik sampai mencoba sesuatu. Perusahaan coba mengangkat pegawai kontrak menjadi tetap. Sayangnya, ini tidak berjalan sesuai rencana, dimana akhirnya perusahaan jatuh dan hangus. Ini tidak bisa dihindari lagi karena satu kesalahan: CEO harusnya tau tentang uang.

Jika Tobak harus berkata itu sekali itu akan terucap ribuan kali: Alasan pertama sebuah bisnis gagal ialah di masa mereka kehilangan uang.

1. Elizabeth Holmes, pendiri dan CEO, Theranos

Sangat ikonik dikenal drop- out ketika umur 19 tahun, untuk mendirikan laboratorium diagnosa rahasia yang katanya bernilai $76 miliar. Dia mampu menarik $400 juta menjadi nilai investasi $9 miliar. Theranos hanya dalam kurun waktu beberapa tahun kerahasiaan sehari saja bisa bernilai miliaran dollar.

Sayangnya, The Wall Street Journal membedah cerita dan mulai bertanya efektifitas teknologi Theranos. Dia tidak bisa menjelaskan ini "baik". Menurut Steve Tobak hanya kasus lain dari overhype (sensasi) dan juga under- deliver (penyampaian tidak sempurna) dari media masa.

Artikel Terbaru Kami