Sabtu, 16 Januari 2016

3 Entrepreneur Virgin yang Akan Bersinar di 2016

Daftar Pengusaha Muda Inggris 

 
Menjadi entrepreneur mungkin dambaan semua anak muda di jaman sekarang. Mereka merupakan sosok- sosok dibalik layar komputer. Mereka yang menguasai pasar penjualan. Ini adalah kisah empat entrepreneur muda asal Inggris.

Dikutip dari situs Virgin.com, berikut entrepreneur muda jagonya berinovasi. Bahkan menurut Direct Selling Association menyimpulkan sosok mereka yang dibawah 25 tahun, mereka telah menguasai industri mencapai persentase 25%. Dimana lebih dari 88.000 penjualan langsung bertempat di Inggris oleh anak muda.

Penjualan langsung menjadi cara langsung entrepreneur muda. Mereka mencoba menunjukan kemampuan sejati mereka diluaran sana. Pertanyaan siapa sih mereka calon bersinar tahun 2016 regional Inggris. Berikut tiga entrepreneur muda itu:

1. Steve Pearce dan Sam Coley

Umur: keduanya 23 tahun

Bisnis: tickx.co.uk

Bisnis mereka berupa mesin pencari aneka tiket. Umurnya masih 16 tahun, tetapi Sam membuka perusahaan developer software yang mana perusahaan tumbuh pesat. Diumur segitu sudah ditawari aneka kontrak. Tentu ini akan menjadi masalah dikemudian hari.

"Ketakutan paling umum dari klien potensial adalah, sebagai perusahaan dengan pemilik sangat muda saya mungkin akan menghilang ke Universitas kapanpun," paparnya. Untuk menghadapi ini, ia meyakinkan dengan cara unik yakni mencantumkan perusahaan, membuka kantor dan mempekerjakan pegawai. Pendekatan ini cukup baik.

Perusahaan miliknya tumbuh cepat. Steve sendiri menyebut umur mereka bukan halangan. Selama bisnis itu kuat, dikelilingi pegawai terbaik dan guru terbaik, pasangan entrepreneur ini yakin akan masa depan.

"Saya mau memastikan saya punya kombinasi baik dalam keduanya antusias usia muda, dan membuktikan punya pengalaman dan pengetahuan," ujar Steve.

Mereka merasakan berbagai keuntungan menjadi young entrepreneur. Sam meresakan dukungan baik dari banyak orang sekitar. Mereka tidak takut bertanya tentang masalah. Mereka secara konstan mendapatkan dukungan. Hal lain mereka belum punya komitmen jadi ambil saja resiko dan bekerja lebih keras tidak ada tanggungan keluarga.

Menurut Steve paling menyenangkan menjadi entrepreneur muda. Ia menyebutkan mereka bisa menyedot banyak pengetahuan bisnis langsung. Kamu belajar langsung melalui pelajaran praktik. Apalagi ketika kamu masuk lebih dalam dimana kamu akan belajar lebih tentang sisi bisnis dan mengenal bisnis.

"Hal ini membuka banyak pintu dan kesempatan yang tentunya membuat anda lepas dari jari- jari kita dan memberi anda kepercayaan diri untuk terus mendorong diri sendiri," jelas Steve.

2. Lewis Bowen


Umur: 26 tahun

Bisnis: AIR

Seorang social entrepreneur yang memulai bisnis energi terbarukan. Bisnisnya AIR bicara tentang daur ulang dijadikan energi tambahan untuk bisnis. Ini akan membantu pengeluaran efektif. Lewis sendiri jika berbicara menjadi muda dan berbisnis. Maka, Lewis menyebutkan tantangan tersendiri karena kurangnya pengalaman.

Ini akan sangat merepotkan ketika banyak hal terjadi disekitar kita. Dan kamu dipastikan harus menghadapi hal tersebut. Ketika menjadi muda sukses maka akan ada pandangan itu. Tidak sedikit pandangan orang yang meremehkan kamampuan kita.

Akan ada banyak orang kamu tidak ingin bergaul dengan. Nilai seorang pendiri muda dan CEO bagaimana menemukan mereka yang mau berbagi pengetahuan. "...bukan yang tidak memotivasi mu," aku Lewis. Dia lantas memberikan saran buat kamu sesama young entrepreneur:

"Jika kamu membagi visi dan passion kamu tentang bisnis dengan percaya diri, itu akan membantu kamu bisa mendapatkan kepercayaan sesama. Sengatlah wajar memulai bisnis di usia muda penuh hasrat untuk sukses itu merupakan pencapaian dan akan mendapatkan pengakuan buat mereka yang percaya bagaimana susah untuk berlanjut."

Pengalaman Lewis sendiri bersama entrepreneur dewasa sangat positif. Ketika entrepreneur dewasa telah makan asam garam tidak sedikit akan rela membantu. Ketika kamu sebagai entrepreneur muda berarti ini tentang kemampuan merubah metode kerja tradisional. Lewis sendiri sudah rela merasakan berbagai macam jenis metode.

"Pada awalnya, kami kerja jarak jauh, dengan tim yang tersebar di seluruh negeri dan luar negeri. Anda harus dapat bekerja di mana anda merasa paling nyaman dan dengan dunia digital yang menawarkan begitu banyak pilihan untuk menjalankan bisnis dari mana saja di dunia, itu sangat mudah," papar Lewis.

Tentu sebagai tim kerja hal paling efektif dalam membahasa masalah adalah face-to-face. Untuk itulah Lewis menyarankan keseimbangan akan hal tersebut. Jika kamu menarget akan bisnis besar secara global maka itu terkadang membutuhkan kesiapan hidup efektif.

3. Arran Rice

Umur: 17 tahun

Bisnis: Wizzed Media

Remaja ajaib yang sudah punya jadwal padat di sekolah. Arran memang sudah ingin menjadi entrepreneur di bidang teknologi ketika masih kecil. Dia mulai lewat bereksperimen lewat internet sebagai hobi. Ia mulai dari membuat beberapa channel You Tube. Membangun beberapa situs tetapi ia tidak sampai selesai padahal itu sudah besar.

Hingga November 2010, dia meluncurkan situs game dan akhinya sukses besar sangat cepat. Arran meras puas karena setiap hari ada ribuan orang mengunjungi situsnya. Dia semakin tertaut di dalamnya. Arran menyebut ia tidak merencanakan jadi entrepreneur tetapi terjadi natural. Menariknya dia tidak berpikir umur akan jadi masalah.

Hingga di Januari 2015 dimana bisnisnya mulai terlihat. Ini merubah pandangan pengiklan di situsnya ketika ia melakukan kontak. Dia menerima tawaran pengiklan dan jujur mengakui, "Hi, omong- omong aku 17 tahun loh. Aku harap ini bukan masalah kan?" Hal paling mengejuatkan bahwa ketakutannya tidak terbukit menjadi nyata.

Sebagai mahasiswa maka dia merupakan tipikal mahasiswa. Disisi lain, selain belajar geografi, dia aktif di hal bisnis dan IT. Meskipun menyelesaikan pendidikan nanti, dia berpikir untuk tidak melanjutkan kuliah karena merasa tidak melihat keuntungan. Meski menjadi omongan teman, ia tetap teguh menjalankna bisnis online tersebut.

"Teman- teman saya tahu saya menjalankan bisnis online tetapi tidak ada yang benar- benar tahu rincian atau bagaimana sukses itu. Sebagai bisnis saya tumbuh, banyak orang menjadi sadar akan hal itu yang bagus. Keluarga saya benar-benar bahagia dan bangga padaku," ujarnya.

Artikel Terbaru Kami