Senin, 28 Desember 2015

Sifat Introvert Tidak Mengahalangi Langkah Bisnis

Artikel Ketika Introvet Ingin Berbisnis



Kamu bukanlah termasuk pengusaha banyak relasi. Kehidupan kamu hanya berkutat bisnis kamu, keluarga mu, dan beristirahat di rumah. Koneksi memang menjadi cara ampuh memperkenalkan satu bisnis baru. Dari teman, keluarga dan saudara, tapi tidak semua orang seberuntung itu -ya itulah introvet. Introvet berarti kamu tertutup, memang idealnya terbuka tapi ini bukan batasan.

Kamu tak perlu punya ribuan relasi, cukuplah kamu dan beberapa orang. Para introvet ini juga bisa berbisnis layaknya pengusaha lain. Mereka masih bisa menjual produknya tanpa harus terikat oleh banyak individu. Cukuplah kamu berbicara tentang produk kamu yang terbaik. Berikut ini cara pengusaha "introvert" yang ingin tetap memajukan mereknya dengan segala rutinitas padat.

Mereka tetap menghargai perbedaan kepribadiaan yang berbeda. Mereka yang mengerjakan pekerjaan rumah serta bisnis sekaligus.

1. Jejaring sosial.


Inilah koneksi yang bisa dijalani si introvet, dimana ketenangan rumah itu masih ada. Kamu masih ada di zona pribadi kamu. Jadi tidak perlu menjadi orang lain, pergi ke sana ke mari hanya sekedar mencari perhatian. Pengusaha introvet yang lebih suka dalam kondisi tenang dan kontemplatif untuk mengambil untung.

Misalnya, lewat menulis sebuah blog, kamu bisa menyisihkan waktu merumuskan pemikiran penting dan juga melibatkan diri dalam percakapan di jejaring sosial.

Kekuatan media sosial terletak pada fleksibilitas tanpa batas. Antara pembeli serta penjual terjadi transaksi tanpa embel- embel basa basi. Kamu bisa mengeluarkan semua tentang produk kamu dan tidak mesti harus didengar. Ingat marketing tidak selalu tentang mendekati orang satu per- satu kan, tapi juga bagaimana agar kesan itu selalu ada, disini, melalui jejaring sosial.

2. Berinteraksi empat mata. 


Kamu masih bisa melakukan ini, tidak perlu makan malam khusus. Jika kamu merasa kikuk berkomunikasi dalam keramaian dan lebih nyaman dalam kondisi empat mata, jadilah menjadi seorang penghubung antar orang sekali waktu. Mintalah orang baru dari sebuah divisi untuk santap siang bersama seminggu sekali dan kamu akan membangun jaringan bisnis yang kokoh dengan perlahan tetapi pasti.

Kamu tak perlu ikut masuk dalam negosiasi karena bisnis itu tetap berjalan.

3. Berikan isyarat halus. 


Hal-hal kecil bisa mengokohkan brand pribadi kamu tanpa harus mengucapkan kata. Cukup memajang ijazah atau penghargaan di dinding dan meja kantor bisa menunjukkan keahlian dan pengalaman kepada orang lain. Dari sana mereka akan memberikan lebih banyak respek pada kamu tanpa kata- kata tapi kesan.

Cukup lewat berisyarat, kamu memperoleh semua itu dengan integritas, bukan melalui satu kecurangan untuk mendongkrak popularitas atau reputasi.

Artikel Terbaru Kami