Jumat, 11 Desember 2015

Fadilah Sholat Subuh Bagi Kesuksesan Pandu Logistik

Biografi Pengusaha M. Bhakty Kasry



Sosok pendiri Pandu Logistik ini memang dikenal akan kiat suksesnya. Dr. H. Muhammad Bhakty Kasry percaya bahwa ibadah musti diselaraskan usaha. Bukti itu terlihat ketika kamu mengunjungi perusahaan yang berpusat di Pulogadung, Jakarta Timur ini. Niscaya kita akan menemukan karyawan tengah asyik bertadarus Al- Quran. Tidak cuma itu, mereka tidak akan lupa menyempatkan diri Sholat Dhuha di mushola kantor.

Saat tiba waktu sholat wajib, seperti Zhuhur bahkan Ashar, karyawan akan berbondong mendirikan sholat berjamaah. Lalu siapa yang mengimami mereka tidak lain sosok pendiri sekaligus chairman Pandu Logistic, ya sosok Bhakty Kasry sendiri.

Dia cuma orang biasa. Pria kelahiran Medan, 30 April 1953, yang sempat "nakal". Waktu itu ia nekat untuk berangkat ke Jakarta. Ia ingin meniti karir dari nol sampai di kejamnya Ibu Kota. Di tahun 1971, Bhakty sempat mengenyam pendidikan keuangan di Jl. Raden Saleh, Jakarta Pusat. Tetapi dia tidak selesai dibidang studi. Pasalnya, Bhakty demen bermain bola jadilah sekolahnya putus- putus.

Ia sempat melanjutkan sekolah sejenis di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Disaat masih remaja memang bapak dua putri ini memang hobi bola. Lebih tepatnya keranjingan bola sempat bergabung dengan klub Persija Junior sampai Indonesia Muda. Menempati posisi pemain di kanan- belakang sempat mengikuti pertandingan Gala Raya.

Bukan pemain bola


Meski keranjingan bola tetapi tidak bisa memungkiri fakta hidup. Bhakty harus tetap bekerja sekaligus tetap bersekolah. Dia bukan terlahir dari keluarga berlebihan -keluarga pas- pasan. Ia pun tidak memiliki banyak pilihan, mungkin terbersit pernah pikiran menjadi pemain bola. Kondisi keuangan keluarga lebih masuk akal dibanding bermain bola.

Ia harus aktif membantu kebutuhan keluarga. Ayah Bhakty sendiri merupakan pegawai di PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) IV, adapun sang ibu, hanyalah petani ladang di Medan, Sumatra Utara. Oleh karena itu, pekerjaan pertama dilakoninya adalah bagian penjualan atau salesman di PT. Permorin. Perusahaan bidang jual beli otomotif yang menghantarkan takdirnya.

Dia bertemu sosok petinggi di perusahaan jasa logistik DHL. Cara Bhakty dalam menangani klien menarik perhatian pengusaha tersebut. Ia lantas ditawari bekerja di perusahaan DHL. "Saya terima karena dijanjikan pelatihan di Singapura. Saya, kan, belum pernah ke luar negeri," kenangnya geli sendiri. Terbukti memang dia memilik kemampuan kerja baik.

Bhakty memiliki etos kerja tinggi. Sebelas tahun berlalu bekerja di DHL, pria pengoleksi foto bersama para Ustad ini, bisa mendapatkan promosi jabatan sampai empat kali. Pertama kali masuk ya bekerja menjadi salesman dulu. Dua tahun barulah diangkat menjadi supervisor. Dia lantas diangkat menjadi manaje area. Karena kinerja yang baik, jabatan Bhakty kembali naik menjadi sales manager.

Terakhir, dia menduduki jabatan bergengsi, yakni country sales manager. "Selama pegang jabatan itu, saya bisa menambah 30 cabang DHL," tutur Bhakty.

Meski sukses ada kegelisahan dalam dirinya. Kegelisahan yang tertuang dalam kegiatan pengajian seorang Ustad. Dua belas tahun silam, tepatnya di 22 Agustus 2002, Bhakty Kasry berangkat ke Pantai Senggigi di Mataram Lombok buat mengikuti pengajian Ust. Muhammad Arifin Ilham. Saat itu sang Ustad menatapnya tajam.

Seketika Ust. Arifin Ilham mengungkapkan kata menusuk sanubari. Bahwa Bhakty belum benar bersyukur atas karunia Allah. "Apakah alasan ayahanda tidak menjalankan sholat subuh di Masjid," ucapnya meniru perkataan sang Ustad. Ini seperti petir di siang bolong, ketika dirinya menemukan kejenuhan dalam bekerja menjadi atasan sebuah perusahaan besar.

Bhakty tidak sedikit pun merasa sakit hati. Dia malah menyadari kekurangan hidupnya. Sejak saat itupula lah terucapa sumpah agar menjalankan ibadah Sholat Subuh berjamaah. Ust. Arifin Ilham lantas memberikan satu kiat agar terhidar dari kemalasan: Sholah Subuh berjamaan selama 40 hari berturut- turut. Cara ini agar membelenggu sifat malas dalam dirinya.

Kegelisahan di tempat kerja menemukan titik terang. Apa yang keinginan seorang Bhakty Kasry ternyata ada di kewirausahaan. Ia ingin mendirikan usaha sendiri dibidang logistik ini.

Jasa logistik


Bekal bertahun di bidang logistik, tidak mau tanggung- tanggu dibuka lah usaha bernama Pandu Logistik. Ia bermodal Rp.50 juta membuka usaha pertama di tahun 1992. Modal tersebut digunakan menyawa sebuah ruko atau rumah toko. Modal yang merupakan keringat jerih payah selama bertahun- tahun. Membuka satu usaha sendiri ternyata tidak semudah dibayangkan Bhakty.

Dia sempat kocar- kacir. Ia kesulitan mencari pelanggan. Padahal, modal dimiliknya terbatas, dan sistem dari manajemen masih amburadul. Permintaan akhirnya banyak tetapi malah modalnya cekak. Kendala besar ini dimulai selama dua tahun pertama. Tahun ketiga barulah dirinya bisa bernafas lega. Usaha ini mulai mudah di pengajuan pinjaman modal.

Pemberian pinjaman pun beragam mulai dari Rp.100 juta sampai Rp.300 juta. Perusahaan Pandu Logistik membukukan pertumbuhan fantastis, atau mencapai 50% per- tahun. Kondisi ekonomi memang tengah di fase tidak baik tetapi tidak menyurutkan perjalanan bisnis. Meski pendapatan Pandu Logistik naik menurun sampai 12% sampai 15% per- tahun.

Bhakty tetap optimis akan perkembangan bisnisnya. Jasa logistik masih cerah apalagi adanya usaha berbasis internet. Dia sendiri awalnya memulai dari menguasai pasar lokal. Usaha bernama PT. Pandi Siwi Sentosa ini mencapai 155 cabang dari Sabang- Merauke. Jakarta sendiri di perusahaannya memiliki 750 orang. Volume pengiriman juga cukup besar yakni 25 ton sehari.

Wilayah Jakarta saja, Pandu Logistic mampu membukukan omzet Rp.11 miliar per- bulan. Kalau dilihat dari kisahnya memang dia tidak menyangka bisa sampai seperti sekarang. Semenjak wajangan dari Ustad pula, Bhakty tidak ketinggalan menunaikan ibadah Sholat Subuh berjamaah. Ini dijadikan etos kerja, daya kontrol, serta membuatnya tenang dalam memutuskan usaha.

Bhakty juga senang safari 40 masjid. Sholat Subuh berjamaah menurutnya banyak fadhilahnya loh. "Qabliah Subuh lebih baik dari dunia, shalat subuh kayak ibadah semalam suntuk, malaikat menyaksikan, dapat ampunan, dijauhkan sifat munafik," tutur ayah tiga orang anak ini tegas dengan logat Medan kental.

Tiga tahun berturut sejak 2002, ia memberikan tunjangan khusus transportasi, mereka mendapatkan instruksi untuk sholat Subuh berjamaah di masjid yang telah ditentukan. Mereka akan mendapatkan tunjangan selain itu buat yang tepat waktu akan mendapatkan fasilitas kendaraan, rumah, bahkan rekreasi ke luar negeri, hingga umroh dan haji.

Ini menjadi indikator penilaian pegawai berprestasi menurut Bhakty. Yakni ketepatan mereka dalam hal untuk sholat berjamaah di masjid. Pria yang sempat bekerja menjadi cleaning service di Mabes Polri ini, memang punya cara sendiri memotivasi pegawainya. Tidak perlu sesi cuci otak buat meningkatkan kinerja pegawai di perusahaanya.

"Agama adalah pangkalnya. Kalau agamanya baik insyaallah maka baik yang lainnya," Bhaky menjelaskan. Berkat kinerja luar biasanya dan pengaruhnya dalam kehidupan orang banyak, dia mendapat gelar Doctor Honoris Causa di bidang manajemen transpotasi dari Jakarta Institute of Management Studies tahun 2001.

Berkat caranya yang unik menyeimbangkan ibadah dan kerja. Dia bisa mendirikan perusahaan lainnya yakni PT. Indah Jaya Express, perusahaan layanan kurir, distribusi dan proyek internasional; PT. Tritama Bella Transindo, perusahaan pengiriman darat dan laut; PT. Pandu As Shofa (PAS), perusahaan travel haji dan umrah. Serta terakhir ia mendirikan Yayasan Pandu Mardhika dibidang sosial.

Artikel Terbaru Kami