Minggu, 27 Desember 2015

Tidak Malu Membuka Lulur dan Spa Khusus Wanita

Profil Pengusaha Lucas Setiabudi



Menjadi pengusaha bukan sulap bukan sihir. Tidak mudah bagi seorang Lucas Setiabudi memulai. Banyak pengalaman dilaluinya hingga sampai sekarang. Dia lulusan Akademi Teknik Mesin dari Solo, tetapi malah terjun di bisnis spa dan lulur. Loh kok bisa? Cita- cita awal memang Lucas ingin menjadi pegawai bengkel sebelumnya.

Selepas tahun lulus 1994 takdir berkata lain bagi dirinya. Dia tidak bekerja di bengkel. Lucas malah menjadi kepala pabrik. Ini membuatnya meras tidak nyaman ternyata. Naluri berbisnis malah bermunculan disela- sela menjalankan pekerjaan. Modal pengalaman bekerja di pabrik dipakai menjadi sandaran. Lucas berniat membangun bisnis sendiri.

Dia memulai membuat handicraft. Sebagai awalan, bisnisnya terbilang cukup moncer, tetapi terus meredup karena permintaan menurun. Tak menyerah, dia mulai menawarkan bisnis baru ke beberapa perusaah kecil, yakni menawarkan jasa pembuatan website. Lucas belajar secara otodidak loh. Hanya saja bukan rejeki si Lucas dibidang ini ternyata.

Bisnis baru Lucas gulung tikar lantaran banyak pesaing. "Saya akhirnya tidak melanjutkan bisnis ini," kenang Lucas. Dia lantas memilih berjualan lulur. Memang penciuman bisnis Lucas tajam. Namun, untuk memulai bisnis lulur butuh waktu. Ia memulai dari berjualan pedagang lulur selama satu tahun. Produk didapatnya dari seorang perajin lulur asal Bali.

Spa online


Dia memang tidak berpuasa diri di bisnis lulur. Lucas memberanikan diri merambah bisnis perawatan tubuh dan spa. Ia melihat prospek bisnis bagus karena peminat tinggi. Lucas ingin mendirikan bisnis spa di Solo. Untuk itu dia memesan lulur lebih banyak dari Bali. Modal hasil penjualan lulur, dibangun lah bisnis permanen bernama Rumah Lulur dan Spa Frangipani.

Bisnis perawatan tubuh resmi dibuka sejak 2009. Lucas percaya diri membidik pasar kelas menengah. Dia berharap bisa menjaring lebih banyak pelanggan. Pemilihan pasar tepat menghasilkan pelanggan membanjir. Bahkan di awal buka pelanggan Lucas begitu banyak. Sebagian besar pengunjung adalah mereka kalangan menengah kebawah.

Awal saja Lucas sudah menawarkan aneka layanan perawatan lengkap. Seperti tawaran paket besar seperti hal paket pre- wedding yang tiga kali datang seharga Rp.400.000. Lalu paket whitening senilai Rp.133.500, dan juga paket perawatan tubuh standar mulai Rp.18.000 sampai Rp.95.000. Harga memang dibandrol seringan mungkin dikantong.

Kemajuan pesat bisnis dibacanya lewat cara berbeda. Ia langsung menawarkan kerja sama kemitraan, yang difollow lewat 20 cabang di Jabodetabek, Sumatra, Manado, Bali, Jawa Tengah, sampai Jawa Timur. Untuk untung bisnis lulur dan spa mencapai Rp.100 juta per- bulan.

Lucas memiliki cara berbeda berbisnis lulur dan spa. Ia memanfaatkan spa online. Melalui internet, ia mulai membangun brand image lewat iklan interaktif. Alasan memilih internet karena biayanya murah. Juga mudah dijalankan karena Lucas sudah biasa. Ia sudah tidak asing dengan dunia internet. Tentu kamu ingat, sebelum bisnis lulur, dia pernah berbisnis jasa pembuatan website.

Semua berkat internet bisnisnya bisa naik daun. Modal pengetahuan serta pengalaman online menghasilkan jutaan rupiah. Buktinya, hanya waktu singkat, banyak sudah pelanggan datang bermodal internet menjadi jalan panduan. Dia percaya diri mengklaim Rumah Lulur dan Spa Frangipani masuk jajaran halaman teratas Google.

Sukses membangun bisnis di dunia nyata. Ditambah internet marketing jitu membuat pelanggan percaya. Ia mulai menggaet banyak mitra kerja lewat waralaba. Modal internet menghasilkan 20 mitra bisnis tersebar di berbagai daerah. Kekuatan internet marketing tidak cukup. Lucas juga getol mencari tenaga sumber daya manusia (SDM) mumpuni.

"Jika jiwa melayani sudah tertanam dalam diri karyawan, maka pelanggan pasti nyaman," jelasnya kepada pewarta Kontan.

Jelas Lucas, bisnis lulur dan spa ya bisnis jasa, jadilah harus memiliki SDM cekatan. Mereka harus terlatih di pelayanan. Selain itu juga memiliki attitude personality yang baik kepada pelanggan. Harus lah ramah serta sopan itulah keinginan Lucas. Ramah tercermin dalam body language, tutur kata santun, serta cara melayani pelanggan.

Tidak puas


Agar berbeda maka bisnis Lucas fokus di wanita. Tentu agar nyaman, ia memperkajakan banyak karyawan wanita. Namun, sebagai catatan kamu, bisnis di Bali menurutnya berbeda budaya. Sehingga wanita diberikan kelonggaran melayani pria atau wanita. Untuk daerah lain seperti Jabodetabek, tegas Lucas memerintahkan pegawai wanita harus melayani wanita.

Hingga saat ini Lucas masih menyasar pasar menengah kebawah. Alasan utama ya karena pasarnya lebih banyak jadi lebih menghasilkan. Kalau berbicara biaya perawatan murah, maka ia tetap memasan obat lulur asli Bali. Selain terjangkauu juga merupakan hasil tradisi lokal tanpa kimia.

Tidak puas berbisnis perawatan tubuh membuatnya berpikir. Apakah yang bisa dilakukanya agar bisnis bisa berekpansi. Tanpa merusak bisnis utama makan Lucas berpikir sekolah. Yah, pemilik Rumah Lulur dan Spa Franginpani Solo, Jawa Tengah, ini mulai melirik sekolah khusus terapis. Apalagi alasannya kalau bukan agar menjaring SDM berkualitas.

Selepas lulus para terapis bisa dipekerjakan di tempat Lucas. Mereka akan disebar di berbagai tempat milik mitra seluruh Indonesia. Sekali lagi berbisnis jasa maka fokusnya ada di sumber daya manusia. "Makananya SDM harus dididik sebaik mungkin sesuai dengan harapan dan kebutuhan pelanggan," tegas Lucas.

Rencana awal sekolah terapis akan dibuka di Solo. Di sekolah ini akan memberikan pendidikan selama tiga sampai enam bulan. Lucas menginvastasikan Rp.700 juta agar bisa membuka sekolah. Uang yang berasal dari kocek pribadinya. Lokasi sudah siap yakni berbentuk gedung serta tanah. Tinggal dia renovasi sedikit maka siap pakai.

Sekolah tersebut rencananya dibuka tahun 2013. Selain sudah memiliki tempat, dia juga sudah menyediakan standar operasional sekolah. Lucas tinggal membuat ijin ke pemerintah setempat. Soal pengajar diambil dari terapis yang salam ini bekerja dengannya. Selain pengajar internal juga mendatangkan pengajar dari sekolah perhotelan.

Ia bahkan menyediakan pengajar fisioterapis. Lucas mencoba memadukan berbagai ilmu dalam sekolahnya. Dia yakin akan mendukung lulusan sekolah agar langsung kerja. Dengan hal tersebut maka lulusan sekolah bisa langsung pakai di gerai mitra tanpa susah mencari pegawai di luar. Terapis sudah disiapkan olehnya untuk langsung kerja.

Artikel Terbaru Kami