Kamis, 31 Desember 2015

Kisah Nyata Mantan Sekuriti Pertamina Jadi Miliarder

Profil Pengusaha Karsiman Hady 


Mantan sekuriti Pertamina yang menjadi miliarder. Itulah kiranya nama Karsiman Hady dikenal oleh teman sejawat di perusahaan milik negara. Unik kisahnya memberikan penyegaran bagi kita. Semua orang bisa menjadi pengusaha Sosok sederhana sampai sekarang yang dikenal sebagai kolektor tanah.

Perjalanan pria asal Madiun kelahiran 12 November 1956 ini memang tergolong panjang. Bahkan kisah nyatanya menarik jika dijadikan film. Ia mengaku tidak mudah memulai semua. Mantan sekuriti Pertamina yang merupakan anak pertama dari empat bersaudara ini lalu bercerita.

Hanyalah anak seorang petani di kampung halaman. Setelah dewasa Karsiman memilih merantau sampai ke Kota Balikpapan. Di Kota Minyak tersebut, ia tinggal bersama pamannya seorang anggota TNI. Nasib lain lantas berkata sang paman dipindah tugaskan di luar Balikpapan. Karsiman memilih tinggal dan melanjutkan pendidikan.

Selepas lulus sekolah Karsiman langsung mencari pekerjaan. Pekerjaan pertama dipegang oleh Karsiman ya kuli bangunan. Saat itu satu perusahaan asing tengah membangun perumahaan di Balikpapan. Kerja menjadi kuli bangunan dilakukan agar menyambung hidup. Hingga tahun 1984 terdengar informasi dibuka lowongan sekuriti di Pertamina.

Dia mencoba melamar bekerja. Akhirnya Karsiman dipilih menjadi Tenaga Kerja Pengawas Perusahaan (TKPP). Tugas pokok ialah menjaga rumah- rumah bos Pertamina. Menjaga pintu- pintu kilang disana. Dia waktu itu tidak berpikir jauh cuma berharap bisa tetap makan.

 "Saat itu saya hanya ingin mendapat pekerjaan untuk bisa makan saja," kata Karsiman

Disamping menjadi sekuriti alias satpam di Pertamina. Karsiman juga bekerja menjadi fotografer pernikahan. Berbekal peralatan sederhana tidak secanggih sekarang mulai cekrak- cekrek. Pria bertubuh subur ini sudah sering dipanggil orderan foto pernikahan. Cuma meski sudah bekerja sampingan ternyata masih tidak cukup.

"Saya ini pernah kontrak rumah kecil, tidurnya diatas karpet bolong-bolong," kenangnya. Masa sulit dilalui oleh dia dan keluarga barunya.

Bisnis kaget


Kondisi tidak pernah membuat dirinya berputus asa. Dia masih optimis akan kesuksesan. Segela upanyanya itu akan terbayar. Sosok Karsiman jadi lebih banya bersyukur dulu atas apapun. Ini mungkin kenapa rejeki Karisman beranjak membaik. "Prinsip hidup saya bersyukur," tuturnya. Gaji sebagai sekuriti ternyata tidak cukup membiaya sekolah.

Alhasil dia harus memutar otak agar bisa mensekolahkan ketiga putrinya. Hal pertama dalam benaknya yaitu berwirausaha. Pertama kali, dia bersama istri membuka usaha depot Nirmala atau Priangan di kawasan Batu Ampar. Lantas mulai ikutan berbisnis jual- beli tanah sebagai tambahan. Keuntungan berbisnis tanah lantas ditabung sebagian.

Hingga, suatu ketika, di hari bersejarah itu salah satu tanahnya menghasilkan besar. Rejeki nomplok jatuh di kepala Karsiman. Disinilah sumber kekayaan miliknya tumbuh. Lewat sebidang tanah ke tanah lainnya dijual secara bertahap. Banyak tanah dibeli olehnya difokuskan ke properti. Hasil properti miliknya salah satunya yaitu Perumahan Balikpapan Indah III di samping SMA N 5.

Meski rejeki naik tetap menabung merupakan pilihan. Dia tidak menjadi tinggi hati atas segala rejeki. Bahkan ia lantas mewakafkan tanah untuk SMA Negeri 5. Ia bahkan mengaspalkan jalan buat siswa berangkat ke sekolah lancar. Ayah tiga anak ini telah memiliki perusahaan real estate Balikpapan Garden. Sukses dibidang properti lirikan Karsiman ke tambang.

Dia mendirikan PT. Bimantara Coal Energy Inti Perkasa pada 2010. Perusahaan tersebut menggaet investasi asing dari perusahaan Korea LG. Kekayaan Karsiman bahkan melonjak super drastis ditaksir Rp.100 miliar. Kini dia sanggup mengoleksi mobil mewah berjejer di garasi. Ditambah koleksi motor gede dan trail juga tidak ketinggalan.

Perusahaan miliknya bekerja di Samboja. Satu tahun berjalan sudah menjalankan 28 kali perkapalan. Setiap bulan bisa menghasilkan 20 metrik ton. Sosoknya, sekali lagi, masih sama meski berbagai barang mewah ada di tangan yakni sosok sederhana bersahaja.

Artikel Terbaru Kami