Kamis, 17 Desember 2015

Gagal Bermain Football Sukses Pelatih LinkedIn

Profil Pengusaha Lewis Howes 


 
Terkadang hidup memang tidak adil tetapi selalu ada hikmah. Ketika dia tengah di puncak karirnya, Tuhan berkata lain, dimana Lewis Howes harus mengahiri karirnya. Tentu bukan jiwa entrepreneur kalau segitu saja menyerah. Mungkin kata "segitu" relatif ya tetapi memang semua akan ada hikmahnya.

Howes memulai karir di All American football sejak sekolah menengah dan kampus. Dia tercatat sebagai siswa alumni Principia Collage dan Capital University. Karir American football memang hidup Howes sejak jaman dahulu. Dia pernah mencatatkan rekor paling banyak menampilkan atraksi, yakni menangkap 17 pas untuk 418 yard di 2002.

Dia meninggalkan kampus aka drop out buat American football. Karir Howes terpaksa berhenti ketika ikut Arena Liga pertamanya. Mengejutkan, bahkan membuat ia sempat stress berat, dimana dia jatuh membentur tembok ketika akan menangkap bola dan mematahkan pergelangan.

Namun Howes pantang menyerah jadi bahkan hingga akhir musim dia tetap bermain. Selepas permainan terakhir, dia menjalankan operasi perbaikan, sayangnya, itu tidak berjalan baik sampai dia harus berhenti bermain American football selamanya.

Titik balik


Tahun 2002, dia berangkat ke New York menemukan handball. Dia masuk ke olahraga ini menjadi tim di Team Handball Club. Berkat keuletan, dia masuk tim nasional bernama USA Men's National Team. Agustus 2013, ia menandatangani kontrak satu tim terkenal handball asal Spanyol Ademar Leon, menyandang nomor 15.

Dimana entrepreneurship -nya?

Tunggu, dimasa penyembuhan serta vakum di dunia olah raga, dia sempat melakukan semacam eksperimen hingga menghasilkan. Bayangkan, dia menghasilkan jutaan dollar lewat ya bisnis online.

"Saya sempat seperti jatuh saat itu karena nasib dan sangat depresi, duduk di pinggiran kasur," tuturnya.

"Satu hal saya bisa lakukan adalah mengetik dengan satu tangan dan beberapa jari milik pergelangan yang patah ini. Jadi saya baru saja berpikir jalan keluar saya "harus memikirkan jalan keluarnya dari ini,"."

Jalan keluar tersebut tarnyata adalah sosial media. Tetapi bukan Twitter ataupun Facebook, dia mengenalkan LinkedIn. Tempat terbaik bagi profesional berbagi perjalanan profesionalnya. Dia menjelma menjadi seorang LinkedIn Coach menolong banyak orang di penjuru Amerika.

Ia membantu orang mendapatkan pekerjaan lewat sosial media saja. Howes lantas mengibaratkan LinkedIn sebagai sosial medianya orang dewasa. Mereka pengguna ini adalah orang- orang profesional dibidangnya. Orang bisa menulis profil, pengalaman kerja, pendidikan, dan bahkan rekomendasi dari pengguna LinkedIn lain.

"Seseorang mempunyai gelar MBA dan setelah dua bulan, dia tidak mendapatkan pekerjaan," jelas Howes. Ia menambahkan dia akan mengajarkan one- to- one training. Howes mendirikan SportNetWorker di tahun 2008, sosial media buat konsultasi markerting para pengusaha di industri olahraga.

"Apa yang harus saya lakukan? Jadi saya duduk dengan dia, tetap profil LinkedIn dan dalam dua minggu ke depan, ia punya pekerjaan," ucapnya mereka adegannya.

Menulis sosial media sebagai rujukan kerja memang fenomena. Sesuatu yang belum biasa dalam kehidupan di masyarakat. Dia menjelaskan bahwa ini akan sangat berguna.

"Saya hanya memberitahu orang- orang untuk menghabiskan waktu 10 menit sehari atau 30 menit seminggu, hanya duduk di sana dan bermain- main dengan itu sedikit," jelas Howes. "Baca tutorial, memeriksa blog dan akhirnya itu akan mulai membuat merasakan."

Dia menyarankan pengguna LinkedIn agar profil mereka konsisten serta menarik -kamu harus membuat para pencari kerja percaya apa yang kamu benar bisa dan kamu bisa membantu mereka.

Howes menyarankan kita membuat koneksi sebanyak mungkin. Kalaupun kamu sudah melakukan kesalahan diawal jangan takut lakukan perbaikan -semakin terbiasa akan semakin baik.

Dia, salah satu penulis Linkedworking: Generating Success on the World's Largest Professional Networking. Penulis buku sendiri berjudul The Ultimate Webinar Marketing Guide tahun 2012. Howes juga menulis The School of Greatness: A Real-World Guide to Living Bigger, Loving Deeper, and Leaving a Legacy Oktober 2015.

Howes juga baru menjalankan Sport Executives Association. Sebuah website untuk eksekutif dibidang olah raga yang bersifat membership. Tujuannya adalah marketing, menginspirasi, menciptakan bahan edukasi buat sosial media.

Artikel Terbaru Kami