Sabtu, 26 Desember 2015

Software Toko Online Paling Mudah Indonesia

Profil Pengusaha Denny Harianto



Di masanya, Ecommerce mengalami keterlambatan belajar karena kurangnya publikasi. Ada berbagai alasan kenapa begitu, dari kurangnya tingkat pendidikan sampai keterbukan informasi. Alhasil Denny Harianto bisa dibilang sukses bermodal nekat, fokusnya memastikan kita bisa mendapat kemudahan berbisnis online. Ada  satu kemudahan bagaimana kita balajar ecommerce secara online.

Dia melalui bisnis software ecommerce -nya masih kuat hingga sekarang ini.

Pertama kali Denny mempersentasikan diri sebagai web designer. Kata menggambarkan kemampuan langka kala itu, yaitu soal web design. Ide bisnis ini berawal kegagalan yang berulang kali, barulah terlahir software bernama VKios. Awalnya, ia begitu percaya diri, bahwa website buatannya akan menjadi kebanggaan, terutama bagi perusahaan nasional.

Jaman itu, tahun 2005, modem dial- up jadi jalan satu- satunya penghubung. Internet masih berkecepatan 56 kbps. Lahirlah situs portfolio bernama www.harianto.com, menjadi proposal bagi klien menilai kinerjanya. Dia yakin akan berhasil menarik perhatian perusahaan- perusahaan besar bermodal Rp.150 per- koneksi. Lantas Denny kesana- ke mari menawarkan jasa pembuatan website perusahaan.

Namun, tak disangka- sangka, itu malah gagal total hasilnya. Kala berpikir mudah menjualnya ke kalangan kelas atas justru tak berhasil sama sakali. Baru suatu hari Denny menemukan pencerahan melalui mereka pengusaha kecil.

Dia banting setir menyasar mereka pasar kelas menengah; para pemilik toko online.

"Susah sekali mendapatkan klien saat itu. Kalaupun sudah dapat gak jadi- jadi karena materinya tidak ada. Kalau materinya sudah ada, masih saja belum selesai karena klien sendiri masih bingung dangan mau diisi apa website-nya…"  kata bapak dua anak ini.

Software toko online


Susah memang harus susah, Denny harus benar- benar meyakinkan klien mengenai situs buatannya serta apa saja kontent isinya. Tidak hanya soal klien, ia juga menemui godaan besar dari bisnis lain bermunculan. Bisnis yang lebih menjanjikan kala itu sebagai ahli komputer seperti membuat software marketing.

Atau, yang terakhir, bahkan sebuah bisnis sewa software hampir menggoyang imannya.

"Waktu itu konsep menyewa software masih baru bagi saya, mungkin juga bagi programmer lainnya. Saya pikir ide bagus, mengapa tidak saya coba? Rasanya ini jalan yang pas dengan jiwa saya."

Hingga tahun 2006, melalui waktu satu tahun pengembangan, ia akhirnya berhasil mengembangkan VKios menjadi software toko online pertama. Apa itu VKios? VKios adalah sebuah software toko online yang lantas disewakan masal tanpa memusingkan pelanggan soal detailnya. Pelanggan akan melihat produk VKios memiliki kendali penuh serta mudah diakses.

Ini bukan lah Joomla, Prestashop, ataupun Wordpress, platform Vkios itu adalah VKios, bukanlah open source.

Kerena bukan open source, Denny tidak bisa membuka coding dari softwarenya. Ini termasuk merupakan suatu kelebihan ketika VKios bisa berjalan lebih cepat. Bahkan VKios mampu mengalahkan Wordpress dari segi kecepatan loh. Sedangkan segi keamanan, ia meyaknikan VKios memiliki keamanan di atas Joomla.

Deny sebagai pencipta meyakini tampilan layar adalah utama. Itu terlihat menghipnotis pengunjung. Ibaratnya VKios seperti barang premium yang terlihat mahal. Situs cantik akan menarik pengujung itulah intinya. Orang akan menilai bahwa sebuah situs profesional itu hanya dari tampilan saja.

 "CSS dan PHP yang saat ini banyak digunakan untuk pembuatan website belum diajarkan di kuliah, jadi saya harus belajar lagi. Untungnya bahasa programnya tidak terlalu beda jauh dengan C+. Tahun 2005 hingga tahun 2006 saya gunakan untuk membuat program Vkios. Domain Vkios.com baru saya daftarkan tahun 2006, ketika program buatan saya siap dipasarkan," jelas pemilik Vkios ini.

Tahun 2006 hingga 2008 disebutnya menjadi tahun- tahun terberat. Dia harus mengerjakan sendiri segala bisnisnya dari maintenance, update security hole, team support, dan stress pun sendiri. Hingga 2008, VKios yang sebelumnya sepi pelanggan akhirnya mulai kebanjiaran order. Pemilihan pasar dari perusahaan besar ke perusahaan kecil- kecilan nyatanya berhasil.

Banyak bisnis software ecommerce baru yang berguguran mencapai separuhnya. Sisanya? mereka bertahan hingga lima tahun kedepan seperti halnya VKios. Digodok sejak 2005 hingga 2008, VKios telah melewati masa sulit satu tahunnya. VKios terbukti menjadi bagian 50% yang berhasil bertahan sebagai asli lokal. Ada beberapa faktor yang bisa kita pelajari, antara lain soal harga yang tertunya sangat diutamakan.

Kamu bermodal 500 ribu sudah bisa memiliki sebuah toko online melalui VKios. Dimana harga itu sudah termasuk sewa domain dan hosting juga. Apalagi tahun berikutnya lebih murah, kamu hanya akan membayar 300 ribu untuk satu tahun kedepan di VKios. Jika setahun 365 hari, maka di VKios, kamu akan membayar sekitar Rp. 1.369/ hari.

Ini lebih murah dari ongkos parkir yang 2000 per- jam atau UKM.

"VKios adalah produk masal, bukan kustom. Jadi harga 500 ribu sudah paling masuk akal, tidak terlalu mahal juga tidak terlalu murah. Produk kami satu saja, template kami ada 149 macam dan terus bertambah. Perbedaan paket yang satu dan lainnya hanya pada kapasitas hosting. Paket termurah, dengan 100 mb saja bisa untuk 800 produk."

Membuat toko online bukan perkara harga. Ada efek mengikuti seperti halnya kemudahan, kebiasaan, serta umur. Kamu yang sudah terbiasa akan produk VKios ditambah segala supportnya tentu tidak mau hilang. Bayangkan jika VKios bangkrut? tentunya kamu akan rugi basar. Di sinilah, Denny Harianto berusaha tetap mengutamakan inovasi berkelanjutan.

Artikel Terbaru Kami