Kamis, 17 Desember 2015

Biografi Setya Novanto Latar Belakang Bisnis

Pengusaha Sekaligus Pelobi Handal



Setya Novanto kelahiran Bandung, 12 November 1955, memang dikenal sosoknya sebagai politisi. Namun, tau kah kamu, Setya juga adalah seorang pengusaha sukses. Ia bahkan memiliki serangkaian perjalanan karir yang panjang. Jabatan sebagai komisaris sebuah perusahaan puas direguknya. Seperti dikutip dari Wikipedia memang dia telah puas merasakan asam- manis kehidupan.

Putra pasangan Sewondo Mangunratsongko dan Julia Mari Sulatri. Menjadi putra dari keluarga yang broken home, membuatnya hidup dalam garis kemiskinan dan harus bekerja keras. Inilah mengapa sosoknya kental dengan jiwa kewirausahaan. Masuk SMP, Setya besekolah di SMPN 73 Tebet, Jakarta Selatan, ceritanya terus berlanjut sampai masa SMA.

Dia masuk SMA 9 atau kini disebut SMAN 70. Lantas pada masanya SMA itulah, dirinya bertemu sosok bernama Hayono Salim, yang dikenal sebagai mantan Menteri Pemudan dan Olah Raga kabinet mantan presiden Soeharto.

Jualan beras


Pria yang akrabnya dipanggil Setya mulai berbisnis sejak kuliah. Bisnis kecil- kecilan lantaran harus tinggal jauh dari Ibu dan saudaranya. Selama kuliah di Universitas Widya Mandala, mengerjakan aneka pekerjaan seperti berjualan beras di Pasar Keputren, Surabaya. Juga termasuk ia menjual madu disana. Maka dikenal lah Setya sebagai seorang penjual kecil- kecilan.

Harus tinggal di Surabaya apalagi pekerjaan tidak dilakoninya. Ia pernah pula bekerja sebagai salesman di selah satu dealer mobil. Menurut artikel lain bahkan dia katanya pernah melenggang di catwalk loh. Ya, kata artikel tersebut dia pernah menjadi model busana.

Setya mulai berjualan beras dan madu bermodal Rp.82.500. Mulanya cuma berjualan tiga kuintal beras lalu menjadi berjualan beras sampai dua truk diambil dari Lamongan, Jawa Timur. Disaat itu ia sudah punya satu kios beras di kawasan Pasar Keputren hingga akhirnya berhenti. Bukan karena gagal, tetapi dia merasakn bahwa patner bisnisnya mulai tak jujur.

Meninggalkan gelar juragan besar apa yang akan dilakukan Setya selanjutnya. Dia kemudian mendirikan satu perusahaan bernama CV. Mandar Teguh. Kebetulan dia menemukan patner cocok, yakni Hartawan, sosok putra dari Direktur Bank BRI Surabaya kala itu. Cuma perusahaan tersebut dibubarkan Setya karena dia mendapatkan tawaran kerja salesman Suzuki.

Dia mendapatkan bagian penjualan di Indonesia Timur. Sejak saat itu, dia dikenal seorang pengusaha muda yang sukses, bayangkan di umur 22 tahun sudah memiliki banyak pengalaman panjang. Setya bahkan bisa menjadi kepala penjualan mobil disana. Perjalanan karir yang paling menarik adalah ketika dia menang ajang pria tampan Surabaya (di 1975).

Ia pun menjadi model busana semenjak itu. Sifatnya mudah bergaul tak ayal menjadikannya sampai ke ranah itu.

Setya selalu berupaya keras bejuang di kota orang. Justru berkat "keterpaksaan" itulah dia menjadi sosok yang tangguh -matang dalam hal kewirausahaan. Dia sukses lulus kuliah dan sudah menjadi orang sukses, ya bahkan sebelum dirinya lulus. Berkat kepiawaiannya berjualan mobil membuat Setya cepat naik pangkat jadi kepala dealer.

Kisah pun berlanjut, sekembalinya ke Jakarta, dia melanjutkan kuliah di Universitas Trisakti. Bermodal uang dari uang hasil menjadi kepala dealer. Uang yang dihabiskan semuanya untuk melanjutkan kuliah. Ia harus memutar otak agar bisa berbisnis kembali. Setya berkenalan dengan ayah salah satu teman. Ia lantas diminta mengembangkan SPBU di Cikokol, Tangerang.

Bakat memang tidak bisa dibeli dari sosok Setya. Berkat keuletan serta kerja keras, dia mampu membangun usaha SPBU itu sukses. Tidak mau berhenti malah dia mengajak beberapa teman berbisnis lain. Kali ini, ia menyasar bisnis peternakan, kesuksesan demi- kesuksesan diraihnya. Tidak cuma peternakan tetapi dia mulai mengerjakan aneka bisnis lainnya.

Dia membangun usaha dibidang transportasi serta perdagangan. Ia bersama Hayono Isman temannya ketika di SMA N 9 Jakarta, bersama membangun usaha PT. Aninda Cipta Perdana. Adalah sebuah perusahaan distributor semen dan bahan bangunan ke Nusa Tenggara Timur. Hanya saja perusahaan tersebut bangkrut karena kalah saing dengan distributor lokal.

Perkenalan dengan Hayono Isman menjadi pintu. Pembuka cakrawalanya akan dunia perpolitikan terutama di masa Orde Baru. "Setya tipe pekerja keras dan gigih," jelas Hayono.

Selama itupula, dia bertempat tinggal di rumah rekan bisnisnya, atasannya, sekaligus temannya yakni Hayono Isman di Menteng, Jakarta. Dia juga pernah bekerja di rumah itu menjadi tukang pel, membersihkan kebun, mencuci mobil, bahkan menjadi sopir keluarga Hayono. Meski begitu Setya selalu tampil rajin rapih di setiap kegiatan hanya saja kurang pergaulan.

Mulai masuk ke dunia politik ketika dirinya masuk menulis buku. Dia ingin mencoba sesuatu baru lewat dunia politik. Setya bersama teman- teman lantas menulis buku Manajemen Soeharto. Hanya saja buku tersebut lantas dilarang beredar sejak bentrok Mei 1997. Kisahnya berlanjut dia bergabung di Organisasi Bahumas Kosgoro dan PPK Kosgoro tahun 1957.

Dia mendapatkan sentuhan dari sang maestro sendiri. Perkenalan dengan Sudiwikatmo merubah nasibnya, ia bahkan diperkenalkan menjadi salah satu gurunya, dalam hal ini Sudiwikatmo menyebut Setya merupakan sosok memiliki kemampuang lobi diatas rata- rata tetapi kurang matang.

"Sudwikatmono adalah pembina usaha saya, Hayono Isman membina saya di dalam politik, dan Wismoyo Arismunandar membina wawasan pengabdian pada bangsa dan negara," jelasnya dalam sebuah wawancara bersama majalah SWA.

Usut punya usut, penulis menemukan hal, kunci sukses Setya terletak di sosok "teman" -nya. Yah ternyata teman yang dimaksud diatas, yang ayahnya menawakran bisnis pompa bensin di Cikokol Tangerang, adalah tak lain calon istrinya sendiri. Setya menikahinya wanita bernama Luciana Lily Herliyani, putri dari Brigadir Jendral Sudharsono, mantan Wakil Kepala Kepolisian Jawa Barat.

Bapak tiga orang anak ini lantas mendapatkan kemudahan berbisnis. Ia menjadi lebih mudah masuk ke dunia bisnis lewat koneksi hingga ke politik. Tapi patut kamu ingat, keberuntungan saja tidak lah cukup, karena memang Setya Novanto telah punya paket lengkap kerja keras dan talenta sejak muda.

Artikel Terbaru Kami