Sabtu, 26 Desember 2015

5 Miliarder Muda Dunia Paling Hot Produknya 2015


Tahun 2015, lupakan soal Mark Zuckerberg, kita dieranya dimana pengusaha- pengusaha dibidang teknologi menjamur. Mereka muda, cerdas, dan memiliki produk keren. Jika mau dicari siapakah diantara mereka yang terbaik di 2015 -itu kurang menarik. Bagaimana jika yang terganteng dan memiliki produk terkeren di tahun ini. Kami mencoba meringkasnya: pengusaha muda paling 'hot' produknya di 2015.


Umur: 24 tahun

Produk: Snapchat

Tahun 2015, bukannya fokus pada kuliah, dia malah sibuk sendiri dengan Snapchat -nya. Ketika dia sedang berkuliah dibidang desain produk, Snapchat lah produk karangannya. Dia pernah sebelumnya menciptakan sebuah situs bernama FutureFreshmen.com. Sebuah layanan bagi kalian yang sedang mencari kuliah terbaik. Dua romor penting ada antara dirinya dan Snapchat sendiri dalam bisnis.

Pertama, dia menolak tegas upaya pembelian dari Facebook, oleh Mark Zuckerberg sendiri. Dia disebut- sebut ditawari $3 miliar seperti yang dikutip oleh Wall Street Journal. Dan terkahir, penolakan terhadap situs yang dia kagumi Google. Yang konon menawarinya pembelian $4 miliar dimana dia juga menolak. Alhasil, perusahaan ini cuma bermodal modal kapital, dimana modal terkahirnya bernilai $50 juta.



Umur: 38

Produk: Uber

Di tahun 1998, dia sudah berani- beraninya drop- out dan menemukan Scour.Inc, sebuah situs pencari dan Scour Echange P2P file- exchange. Apapun itu kedua perusahaan ini gagal. Dan Travis harus menghadapi tuntutan hukum karena berbagai file 'ilegal' itu. Tak berhenti pada tahun 2001, dia memulai usahanya lagi di bidang teknologi. Sayangnya, dia baru sukses setelah umurnya diatas 30 tahun, tapi tak tanggung- tanggung dia lah penemu Uber.

Aplikasi taksi paling keren dimana kamu bisa menjadi sopir taksinya sendiri. Konsepnya kamu bisa disewa, atau juga berbagi tumpangan. Mempunya konsep unik, mereka bahkan menawarkan pengguna tumpangan unik seperti mobil dari film Back to the Future atau truk es krim. Untuk di Indonesia sendiri memang tidak tenar bahkan mungkin bisa dilarang. Tapi di Malaysia, siapa yang tak mau berkendara dengan Dj Leng Yein.



Umur: 33

Produk: Airbnb

Brian Chesky dan teman satu kamarnya 'kelaparan' tanpa uang dan makanan. Mereka berdua tidalah punya pekerjaan. Suatu ketika ada konfrensi Industrial Design. Disana banyak hotel telah terboking penuh. Dia dan temannya akhirnya menyewakan tempatnya. Mereka membeli tiga kasur air, kemudian memasarkan ide itu ke dalam koneksi internet. Konsep awalnya bernama Air Bed and Breakfast. Inilah awal mula produk nya Airbnb.

Dia sendiri punya moto unik. Percaya bahwa untuk meningkatkan kualitas produk kamu musti mencoba itu sendiri atau "Eating your own dog's food". Alhasil, dia dikenal tidak memiliki rumah atau berpindah- pindah bermodal Airbnb. Padahal nilai perusahaannya sekarang sudah mencapai $450 juta.



Umur: 43

Produk: SpaceX dan Tesla Motor

Dia bisa dibilang adalah veteran dibidang bisnis teknologi. Pengusaha 43 tahun ini, adalah salah satu penemu PayPal. Berawal dari sanalah ia mengumpul modal hingga membangun Tesla, perusahaan mobil listrik. Yang terbaru dia mendirikan perusahaan SpaceX yang fokus pada pengembangan satelit, internet, dan misi kolonisasi Mars.

Menarik karena dia bukanlah tipikal anak drop- out. Gelarnya itu loh berlatar belakang ilmu science dan enginering. Sosoknya itu bahkan disamakan dengan si Iron Man itu. Meski sukses dibidang teknologi, satu kenyataan, bahwa dia takut pada AI atau Artificial Intelligence (kecerdasan buatan). Dia bahkan mendonor beberapa miliar memastikan SkyNet itu tak ada!

5. Naruatsu Baba


Umur: 35 tahun

Produk: Catastrophic Zombies dan Kuma's Digging Adventure (game)

Satu- satunya dari Jepang, kenapa sosoknya? Karena dia keren dan sukses, dan yang menarik dia bukanlah tipikal pengusaha teknologi diatas. Dia seorang pembuat game. Jangan salah sangka loh, dia sudah masuk ke dalam deretan miliarder muda dunia. Baba merupakan pemilik perusahaan game bernama Colopl. Dimana dia lah pemegang saham utama, kekayaanya senilai $1,9 miliar seperti yang dilansir Forbes.

Artikel Terbaru Kami