Jumat, 13 November 2015

Vlogger Merebut Hati Sponsorship L'Oreal

Profil Pengusaha Sukses Whitney White 


Dibutuhkan bukan sekedar aneka inovasi tetapi loyalitas. Kita bayangkan pertumbuhan 7% untuk perawatan rambut hitam. Yang mana menjadi satu market terabaikan jika kita berbicara tentang luar sana. Tetapi pertumbuhan itu tetap terus meningkat dari 2013 sampai 2015. Kita perlu mengetahui keinginan pemilik rambut hitam. Karena kita tau mereka terdiri berbagai etnis, yang butuh loyalitas.

Ini semua tentang brand trust. Kepercayaan merek terbaik untuk kaum perempuan ataupun laki- laki berambut hitma. Disisi lain, ada kisah tentang kesuksesan You Tube, dimana disana ada pasar senilai 52 juta penontong setiap hari. Apa bisa produk kecantikan terutama perawatan rambut masuk. Jawabannya ternyata bisa seperti halnya kisah satu pengusaha ini.

Whitney White adalah seorang vlogger atau video blogger. Hidupnya berubah 180% ketika You Tube berubah menjadi ajang kapitalisme. Yah dulu, dalam kenangnya You Tube merupakan tempat bagi "orang aneh". "Pertama kali sekali saya menghasilkan dollar sangat mengejutkan," tuturnya kepada Business Insider. Ia sendiri bukanlah orang biasa iseng mengunggah You Tube.

Awalnya dia adalah seorang grafik desainer bergaji $45.000. Namun, berkat You Tube gajinya meningkat dua kali lipat bayangkan. Ketika ia memulai You Tube itu masih gratis bebas iklan.

Tidak ada bayaran sama sekali di You Tube tahun 2008, cuma berisi orang- orang aneh mengupload video. "Hal disana tentang You Tube adalah bukan sebuah karir menjanjikan. Itu cuma berisi banyak orang aneh," tuturnya. Ketika ia bercerita dia membuat akun You Tube, mereka berpikir pasti dia sudah gila. Kegilaan itu akhirnya berbayar mahal.

Bisnis rambut alami


Dia cuma membagi tips merawat rambut alaminya -lewat video kepada teman atau keluarga. Whitney sama sekali tidak berpikir itu akan menjadi karir. Dimana dia bisa disejajarkan dengan beauty editor untuk majalah kecantikan. Ia adalah langkah langsung menuju kostumer brand kecantikan.Whitney sendiri tidak selalu ada waktu ke Salon.

Dia mulai mencari komunitas di You Tube. Belajar dari mereka disela kesibukannya di kantor. Dia belajar bagaimana menghasilkan keriting alami bahkan afro. Lewat blog post, video post, dan foto jadilah rangkain cara belajar ampunya, yang kemudian dibagikan kembali. Hanya saja dirinya tidak menemukan guru yang tepat sesuai hati; dia belajar otodidak.

Whitney mulai memotong rambutnya sendiri dan merawatnya di You Tube.

Dengan jutaan pelanggan, dilihat 52 juta kali videonya, dia bisa mendapatkan sponsor dari perusahaan besar Carol's Daughter (dimiliki oleh L'Oreal). Gadis 29 tahun ini mengubah cara pandang tentang apa itu rambut hitam. Ketika di 2013 produk rambut memakai bahan kimia turun $130 juta, maka di tahun berikutnya malah naik $200 juta untuk produk natural.

Dari sanalah brand -nya terlahir. Lewat tutorial You Tube nya lah dia mendapatkan banyak uang. Awalnya, ia cuma mendapatkan dari pembayaran iklan Google Adsense. Dia pun mulai membentuk brand -nya serta mulai mencari sponsor. Carol's Daughter merupakan bisnis terbaik miliknya kala itu. "Gadis- gadis di You Tube adalah teman kami," ujar manajer multimedia Carol's Daughter.

"Saya tidak mencoba mempromosikan sesuatu yang tidak saya beli," tutur Whitney. "Saya menolak banyak uang... saya menolak perjanjian besar dengan perusahaan besar... karena saya tidak mau menjadi bahan di produk mereka," tuturnya menjelaskan.

Whitney sendiri memakai produk natural L'Oreal. Sementara itu perusahaan mulai menyasar vlogger seperti hal dirinya. "Banyak waktu (brand) sangat ingin masuk ke pasar (rambut natural) tetapi tidak tau bagaimana," ujarnya. "Mereka tidak tau apa yang sebenarnya kami butuhkan," lanjutnya. Membuat video cuma 1% dari pekerjaan sehari- harinya kini.

Di sibuk oleh meeting panjang, perjalanan jauh, proyek rahasia, email, mengedit, dan tentunya menghabiskan waktu bersama suami dan anak perempuan semata wayangnya. Untuk membantu bisnisnya yang tumbuh, ia pun menyewa jasa staf kecil. Whitney mengaku prefeksionis soal bisnisnya. Dia bahkan maunya melakukan semua sendiri.

Agar memastikan email pribadinya tidak berakhir di tangan yang salah, Whitney pun hanya mempekerjakan teman dan anggota keluarga. "Saya senang bahwa saya dapat mendukung teman-teman dan keluarga dan mereka dapat membantu saya dan magang," canda Whitney. Pada akhir hari yang sibuk itulah, ia tidak bisa membayangkan melakukan hal lain, selain membuat video.

"Bahkan jika YouTube berhenti, jika tidak ada hal seperti monetisasi, jika kita tidak dibayar, saya akan terus membuat video karena itulah yang saya suka lakukan," tutupnya.

Artikel Terbaru Kami