Sabtu, 21 November 2015

Membuka Kursus Online Lewat Video iPhone

Profil Pengusaha Nick Walter 



Entrepreneur muda di era globalisasi sekarang ini. Bagaimana kisah pemuda 25 tahun asal Provo, Utah, mampu menghasilkan pendapatan miliaran rupiah. Suatu hari, Nick Walter tidak sengaja mendengar Udemy dari teman. Ini merupakan platform dan pasar pembelajaran online. Dimana, disini, siapa pun boleh menjual keahlian mereka menjadi kursus. Tetapi tidak mewajib meminta biaya kursus disini.

Walter sendiri merupakan seorang developer iOS. Dalam sekejab pikirannya menarawang jauh, "kanapa ia tidak menawarkan ini." Kisah pun berlanjut, dimana ia mengecek situs Udemy, menyadari bahwa apa yang ia harapkan tidak mudah. Banyak persaingan dimana mereka menawarkan pendidikan "mematikan". Mereka disana menawarkan pendidikan lengkap.

Dia tidak menyerah. Karena ia sendiri yakin akan kemampuannya tersebut. Ia sendiri baru saja diterima jadi internship di perusahaan konsultan teknologi asal Seattle Dalas, Periveda Solutions. Meski ia menikmati hal pekerjaanya disana. Dia tetap merasa jenuh bersama rekan dan temannya.

"Saya benci karena saya harus selalu di kantor untuk X waktu yang tidak lain apa yang mereka katakan saya harus lakukan," ujarnya. Dia juga tidak suka mengenakan pakaian polo dan celana kain. Hatinya lebih suka kebebasan seperti kaus oblong dan celana jean.

Bisnis sendiri


Meski dibayar setiap bulan -perasaan tak tenang terus datang. Ia lantas memutuskan tidak terlalu mengambil pusing. Dia kemudian bekerja part- time bersama di BYU untuk dua tahun kemudian. Walter memutuskan berhenti bekerja. Ia mulai mengerjakan aneka aplikasi iPhone. Total tuju aplikasi dikerjakan bersama teman salah satunya Weight Lifting Videos, menghasilkan pendapatan bulanan $1.2000 per- bulan.

Inspirasi entrepreneur baru ini: "Saya tengah membaca buku Tim Ferris, The Four- Hour Work Week," tutur Walter kepada Forbes.com. "Ferris bercerita bagaimana bisnis terbaik yang bisa kamu lakukan ada di bisnis pendidikan," paparnya. Walter sendiri sudah tidak lagi masuk kuliah sejak bulan Mei ketika usaha aplikasi How-to- nya berjalan baik.

Hingga, ia mendengar berita tentang bahasa pemrograma baru Swift. Dimana ini tengah digencar- gencarkan oleh pihak Apple dan disanalah ide muncul. Dia mulai belajar Swift, merekam itu dalam format video, lantas menjualnya sebagai kurus online. "Untuk empat hari selanjutnya apa yang saya lakukan masuk ke dalam situ bahasa pemrograman," jelas Walter.

"Itu adalah bangun tidur, makan, belajar, mengajar, makan, belajar, mengajar, makan, belajar... saya bahkan mematikan telephon saya dan pergi ke "gua" saya," jelasnya lagi. Ia cuma berpakaian piyama, mereka suara sendiri, dan melalukan pengambilan gambar, membuat 50 video dalam 4 hari saja.

Kemudian ia mengupload ke Udemy. Appla meluncurkan kelas belajar 2 Juni, dan Walter meluncurkan soal pelajarannya 5 Juni dan selama 24 jam GRATIS. Pertama ada 1.600 orang mendaftar. "Itu mengejutkan ku," katanya. Hari berikutnya naik harga jadi $199 dan omzetnya $20.000. Dalam tempo 30 hari, ia mengantungi $40.000. "Itu lebih banyak dari yang saya buat tahun lalu," jelas Walter penuh semangat.

Tanpa disangka Udemy malah mengirim email ke 60.000 orang yang kiranya tertarik oleh pelajaran Walter, dan website tersebut memberikan diskon $29. Kerja sama tidak terduga itu mampu menghasilkan angka $3.000 sampai $5.000 per- bulan. Orang yang belajar di kelas Walter mulai menguhubunginya apa bisa ia mengajarkan cara membuat app iOS. Ia kebetulan tengah mengerjakan "How to Make a Freakin' iPhone App".

Dia menyasar dua pasar Udemy dan KickStarter. Untuk KickStarter sendiri, ia menghasilkan $66.000 lewat pre- selling $199 di Udemy, cuma untuk $29. Angka $66.000 itu didapatkan cuma dalam satu bulan sejak peluncuran. Lantas untuk diapakan uang- uang tersebut? Menurut beritanya, Walter mampu membayar sewa rumah $350 dan makan selalu di restoran enak setiap hari. Dia bisa membeli $9.000 Toyota Corolla dan ditabung.

Artikel Terbaru Kami